Transcription

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA TEMA 5SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1 MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPEJIGSAW PADA SISWA KELAS IV-B MI DARUN NAJAH KLOPOSEPULUHSIDOARJOSKRIPSIOleh:ROHMATUL FAIZAHNIM. D97215107UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYAFAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUANPROGRAM STUDI PGMIOKTOBER 2019

ii

iii

iv

v

ABSTRAKFaizah, Rohmatul. 2019. Peningkatan Keterampilan Proses Sains Pada Tema 5Subtema 1 Pembelajaran 1 Melalui Model Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa KelasIV-B MI Darun Najah Kloposepuluh Sidoarjo. Pembimbing Dr. Nur Wakhidah, M.Si dan M. Bahri Musthofa, M. Pd. IKata kunci: Keterampilan Proses Sains, Tema 5 Subtema 1 Pembelajaran 1, ModelKooperatif tipe Jigsaw.Penelitian ini dilatarbelakangi keterampilan proses sains yang sangat rendahpada tema 5 subtema 1 pembelajaran 1 pada siswa kelas IV-B MI Darun NajahKloposepuluh Sidoarjo. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas didapatkaninformasi bahwa metode ceramah selalu digunakan dalam pengajaran, gurumenjelaskan dan siswa mendengar. Pembelajaran tersebut membuat siswa mudahjenuh dalam belajar karena siswa tidak ikut aktif dalam pembelajaran. Berdasarkanlatar belakang tersebut, peneliti melakukan tindakan perbaikan dengan menerapkanmodel kooperatif tipe Jigsaw.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui penerapan pembelajarankooperatif tipe Jigsaw dalam rangka meningkatkan keterampilan proses sains padatema 5 subtema 1 pembelajaran 1 pada siswa kelas IV-B MI Darun NajahKloposepuluh Sidoarjo. 2). Mengetahui peningkatan keterampilan proses sains padatema 5 subtema 1 pembelajaran 1 setelah menggunakan model kooperatif tipe Jigsawpada siswa kelas IV-B MI Darun Najah Kloposepuluh Sidoarjo.Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)dengan model Kurt Lewin dilaksanakan sebanyak dua siklus. Masing-masing siklusterdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian iniadalah siswa kelas IV-B MI Darun Najah Kloposepuluh Sidoarjo. Teknik pengumpulandata berupa observasi, wawancara, dokumentasi, rubrik penilaian unjuk kerja dan tes.Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar aktivitas guru dan siswa, pedomanwawancara, rubrik penilaian unjuk kerja serta butir soal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penerapan model kooperatif tipeJigsaw pada tema 5 subtema 1 pembelajaran 1 pada siswa kelas IV-B MI Darun NajahKloposepuluh Sidoarjo dapat terlaksana dengan baik dibuktikan dengan hasil observasiaktivitas guru pada siklus I sebesar 83,6 (baik), meningkat menjadi 90,8 (sangat baik)pada siklus II. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I sebesar 81,9 (baik),meningkat menjadi 91,7 (sangat baik) pada siklus II. 2) keterampilan proses sainsmenggunakan model kooperatif tipe Jigsaw mengalami peningkatan dibuktikandengan ketuntasan siswa pada siklus I memperoleh ketuntasan 58,3% (kurang)selanjutnya meningkat menjadi 91,7% (sangat baik) pada siklus II.vidigilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

DAFTAR ISIHALAMAN SAMPUL . iiHALAMAN JUDUL . iiHALAMAN MOTTO . iiiHALAMAN PERSEMBAHAN . ivPERSETUJUAN PEMBIMBING . vPENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI . viABSTRAK . viiKATA PENGANTAR . viiiDAFTAR ISI . xDAFTAR GAMBAR . xiiDAFTAR TABEL . xiiiDAFTAR LAMPIRAN . xivBAB I PENDAHULUAN . 1A.Latar Belakang Masalah . 1B.Rumusan Masalah . 7C.Tidakan Penelitian . 7D.Tujuan Penelitian. 9E.Lingkup Penelitian . 9F.Signifikasi Penelitian. 12BAB II KAJIAN TEORI . 14A.Pengertian Keterampilan Proses Sains . 141.Pengertian Keterampilan Proses Sains . 142.Aspek Keterampilan Proses Sains . 1553.Indikator Keterampilan Proses Sains. 188B.Pembelajaran Tematik . 201.Karakteristik Pembelajaran Tematik . 202.Desain Pembelajaran Tematik di Madrasah Ibtidaiyah . 223.Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Tematik . 24viidigilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

4.C.Tema 5 Subtema 1 Pembelajaran 1 . 25Model Kooperatif . 341.Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif . 342.Prinsi-Prinsip Pembelajaran Kooperatif . 363.Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif . 37D.Model Kooperatif tipe Jigsaw . 371.Pengertian Model Kooperatif Tipe Jigsaw . 372.Sintak Model Kooperatif Tipe Jigsaw. 383.Kelebihan dan Kekurangan Model Kooperatif Tipe Jigsaw . 40BAB III METODE PENELITIAN . 43A.Metode Penelitian . 43B.Setting Penelitian dan Karakteristik Subyek Penelitian . 43C.Variabel Yang Diteliti . 44D.Rencana Penelitian . 45E.Sumber Data dan Cara Pengumpulannya . 49F.Teknik Analisis Data . 51G.Indikator Kinerja . 54H.Tim Peneliti dan Tugasnya . 54BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 56A.Hasil Penelitian . 56B.Pembahasan . 81BAB V PENUTUP . 92A.Simpulan. 92B.Saran . 93DAFTAR PUSTAKA. 94PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN . 96RIWAYAT HIDUP . 97viiidigilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

DAFTAR GAMBAR2.1Cahaya dapat merambat lurus . 292.2Cahaya dapat menembus benda bening . 302.3Cahaya dapat dipantulkan . 312.4Cahaya dapat dibiaskan . 322.5Situs peninggalan kerajaan Tarumanegara . 332.6Prasasti Ciareteun . 334.1Observasi Aktivitas Guru . 824.2Observasi Aktivitas Siswa . 834.3Keterampilan Proses Sains . 88ixdigilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

DAFTAR TABEL2.1Indikator keterampilan proses. 182.2Indikator yang digunakan . 192.3Sintaks Pembelajaran Kooperatif . 373.1Kriteria Keberhasilan Ketuntasan Belajar . 523.2Kriteria Keberhasilan Aktivitas Guru dan Siswa. 544.1Hasil Nilai Pra Siklus Tema 5 subtema 1 pembelajaran 1. 584.2Pencapaian Nilai Prasiklus . 594.3Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Keterampilan Proses Sains Siklus I . 644.4Pencapaian Hasil Nilai Non Tes Siklus I. 644.5Hasil Nilai Tes Keterampilan Proses Sains Siklus I . 664.6Pencapaian Hasil Nilai Tes Siklus I . 664.7Hasil Akumulasi Nilai Keterampilan Proses Sains Siklus I . 674.8Pencapaian Hasil Akumulasi Nilai Siklus I . 684.9Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Keterampilan Proses Sains Siklus II . 744.10 Pencapaian Hasil Nilai Non Tes Siklus II . 754.11 Hasil Nilai Tes Keterampilan Proses Sains Siklus II . 764.12 Pencapaian Hasil Nilai Tes Siklus II . 774.13 HasilAkumulasi Nilai Keterampilan Proses Sains Siklus II . 784.14 Pencapaian Hasil Akumulasi Nilai Siklus I . 794.15 Peningkatan Hasil Penelitian . 90xdigilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

DAFTAR LAMPIRANSurat Izin Penelitian .98Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian .99Lembar Validasi RPP Siklus I .100Lembar Validasi RPP Siklus II .104Lembar Validasi Butir Soal Siklus I .108Lembar Validasi Butir Soal Siklus II .110Lembar Validasi Aktivitas Guru Siklus I .112Lembar Validasi Aktivitas Guru Siklus II .114Lembar Validasi Aktivitas Siswa Siklus I .116Lembar Validasi Aktivitas Siswa Siklus II .118RPP Siklus I .120RPP Siklus II .143Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus I .166Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus II .169Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I .172Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus II .175Pedoman dan Hasil Wawancara Guru Sebelum Penelitian .178Pedoman dan Hasil Wawancara Siswa Sebelum Penelitian .179Pedoman dan Hasil Wawancara Guru Setelah Penelitian .180Pedoman dan Hasil Wawancara Siswa Setelah Penelitian .181Lembar Tes Individu Siklus I .182Lembar Tes Individu Siklus II .186Lembar Kerja Kelompok Siklus I .190Lembar Kerja Kelompok Siklus II .192Dokumentasi Siklus I .194Dokumentasi Siklus II .195Daftar Nilai Siswa .196xidigilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangPembelajaran diartikan sebagai seperangkat tindakan yang dirancang untukmendukung proses belajar siswa, dengan memperhatikan kejadian-kejadianekstrim yang berperanan terhadap rangkaian kejadian-kejadian yang berlangsungdialami siswa. Miarso mengemukaan bahwa, pembelajaran merupakan usahapendidikan yang dilaksanakan secara sengaja, tersusun sistematis dengan tujuanyang telah dirancang terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan, sertapelaksanaanya terkendali atau teratur. Ciri-ciri pembelajaran yang dijelaskan daripenjelasan diatas, pembelajaran merupakan upaya sadar, disengaja, bahkandirencakan dengan baik, pembelajaran harus melibatkan siswa untuk belajar,tujuan pembelajaran harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum prosesdilaksanakan, dan pelaksanaannya terkendali, baik isinya, waktu proses, maupunhasilnya yang tersusun dalam perangkat pembelajaran.1Proses pembelajaran disekolah tidak selalu berjalan baik, banyak kesulitanbelajar yang ditemui oleh siswa. Kesulitan belajar dapat diartikan suatu kondisidalam suatu proses belajar yang ditandai dengan adanya hambatan-hambatan1Evaline Sireger dan Hartini Nara, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Bogor: Penerbit GhaliaIndonesia,2010), 12-131digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

2tertentu dalam mencapai tujuan pembelajaran.2 Peran guru sebagai seorangpendidik diharapkan mampu merancang pembelajaran yang baik untuk mengatasikesulitan belajar siswa. Karakteristik siswa, karakteristik materi pembelajaranmenjadi pertimbanganoleh guru sebelum memulai pembelajaran untukmenyiapkan pembelajaran yang menyenangkan dan dapat mencapai tujuanpembelajaran.Karakteristik setiap siswa berbeda satu sama lain. Fudyartarto memerinciperbedaan individual pada aspek kejiwaan (psikis) secara garis besarnya meliputibakat (aptitude), sikap (attitude), cita-cita, minat, hobi, perhatian, kehendak ataukemauan, perasaan, afeksi, emosi, dan kecedasan (inteligensi).3 Hasil observasiselama PPL yang dilakukan oleh peneliti dengan bantuan dari guru mata pelajaranTematik selama 2 bulan, dapat melihat perbedaan karakteristik setiap individu. Diantara mereka ada anak yang pembawaannya pandai berbicara di depan kelas,tetapi adapula yang gagu atau tidak berani ketika disuruh menyampaikanpendapatnya di depan kelas. Di antara mereka ada yang bakat atau lebih mampudalam mata pelajaran tertentu saja. Di antara mereka pula ada siswa yang pandaibersosial dengan teman, pendiam, dan lain sebagainya. Karakteristik lain yangdapat dilihat dari siswa kelas IV pada proses pembelajaran yakni mudah bosandengan penyampaian materi menggunakan metode ceramah dan penugasan yangdilakukan oleh guru. Sehingga siswa tidak terlibat secara aktif dalam kegiatan23Bahri, Psikologi Pembelajaran, (Surabaya: UIN Sunan Ampel Press, 2014), 163Purwa Atwaja Prawira, Psikologi Pendidikan, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2014), 200digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

3belajar mengajar. Pembelajaran klasikal yang menggunakan ceramah kurangmemberikan kesempatan pada siswa untuk membangun pengetahuaanya.4Pelaksanaan kurikulum 2013 menjadikan pendidikan tingkat SekolahDasar/Madrasah Ibtidaiyah sudah menggunakan pembelajaran terpadu/tematik.Menurut T.Raka Joni (1996) mengemukakan bahwa pembelajaran terpadu/tematik adalah suatu sistem pembelajaran yang mana memungkinkan siswa-siswasecara individu atau berkelompok dapat aktif dalam mencari, menggali, danmenemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, danautentik.5 Pembelajaran tematik juga dapat diartikan sebagai pembelajaran yangmenggunakan tema dengan mengaitkan antara beberapa isi materi pelajaran, baikdalam satu bidang studi atau pun lebih dengan dihubungkan pada pengalamankehidupan sehari-hari siswa sehingga dapat memberikan pengalaman bermaknabagi siswa.6 Pembelajaran tematik pada jenjang kelas IV MI/SD terbagi dalam 9tema.Tema 5 pada mata pelajaran tematik jenjang kelas IV MI bertema“Pahlawanku” yang memuat mata pelajaran IPA dan IPS. Mata pelajran IPA yangterdapat dalam tema 5 memuat materi sifat-sifat cahaya. Mata pelajaran IPS dalamtema 5 menjelaskan pahlawan-pahlawan pada masa kerajaan Hindu, atau BudhaNur Wakhidah, “Pembelajaran Dengan Pendekatan Saintific Terhadap Kemampuan Berpikir KritisMahasiswa Calon Guru Madrasah Ibtidaiyah”, Jurnal pendidikan dasar dan pembelajaran volume 8(1),2018,150-1605Abd Kadir dan Hanun Asrohah, Pembelajaran Tematik, (Jakarta: Rajawali Pers, 2014), 66Ibid, 104digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

4atau Islam, namun pada tema 5 subtema 1 pembelajaran 1 menjelaskankepahlawanan raja Purnawarman. Materi pada muatan mata pelajaran IPA yangterdiri dari beberapa sub pembahasan dan muatan mata pelajaran IPS dengankepahlawanan raja Purnawarman tidak bisa hanya di sampaikan dengan metodecermah, keterlibatan siswa secara aktif sangatlah penting untuk menumpuhkansebuah keterampilan proses.Data yang diperoleh dari guru mata pelajaran tematik kelas IV-B MI DarunNajah Kloposepuluh Sidoarjo bahwa Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar75. Data penilaian yang dilakukan oleh guru mata pelajaran Tematik kelas IV-BMI Darun Najah Kloposepuluh pada tema 5 subtema 1 pembelajaran 1menunjukkan masih sedikit siswa yang mendapat nilai di atas KKM denganPersentase 34,4%. Dari 32 siswa, hanya terdapat 11 siswa yang memenuhi KKM,sedangkan 21 siswa lainnya belum memenuhi KKM. Dari hasil wawancara denganguru mata pelajaran tematik tentang pengunaan model pembelajaran yangdigunakan dalam pembelajaran tematik, guru menjelaskan bahwa pembalajarantematik dalam kelas masih berlangsung klasikal, tidak menggunakan modelpembelajaran, gurulah yang menjadi pusat dari pembalajaran, kurang melibatkansiswa secara langsung dalam pembelajaran.7Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat mendukung prosespembelajaran untuk meningkatkan keterampilan proses. Model kooperatif tipe7Data nilai guru kelas IV-B MI Darun Najah Kloposepuluh Sidoarjo tahun ajaran 2018-2019digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

5jigsaw mengandung pengertian bekerja sama dalam belajar. Slavin (1984)mengemukakan bahwa cooperative learning adalah suatu model pembelajaran dimana siswa bisa saling bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecil secarakolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4-6 orang, dengan struktur kelompoknyayang bersifat heterogen. Keberhasilan pembelajaran model kooperatif tergantungdari kemampuan siswa, anggota kelompok dan juga aktivitas kelompok, baiksecara individual maupun kelompok.8 Kooperatif tipe jigsaw merupakanpembelajaran kelompok, dimana di dalamnya akan dibentuk tim ahli, siswa akanmemilih tanggung jawab mandiri agar dapat menyampaikan ulasan materi padakelompoknya, hal ini dapat menjawab permasalahan pada karakteristik setiapsiswa. Tim ahli dalam materi tema 5 subtema 1 pembelajaran 1, tidak hanyaberdiskusi,mereka juga melakukan pengamatan secara langsung dalammengupayakan peningkatan keterampilan proses.Berdasarkan hasil penelitian terdahulu model kooperatif tipe jigsaw bisameningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Aminuddin Alydengan judul “Peningkatan hasil belajar menggunakan model pembelajarankooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran akidah akhlah siswa kelas IV MITarbiyatul Banin Lajing Arosbaya Bangkalan”, menunjukkan bahwa modelpembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada pembelajaran akidah akhlak iman8Etin Solihatin dan Raharjo, Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS, (Jakarta: PTBumi Aksar, 2007), 4-5digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

6kepada nabi Muhammad kelas IV pada siklus I dapat meningkatkan hasil belajarsiswa sebesar 56%, dan pada siklus II sebesar 95%.9Penelitian dilakukan Aimatul Ainiyah dengan judul “Peningkatan hasilbelajar peserta didik pada pembelajaran IPA dikelas V MI Al-Fattah 1 BanyuuripUjungpangkah Gresik melalui model kooperatif learning tipe jigsaw”. Prestasibelajar siswa setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsawmenunjukkan peningkatan. Pada tindakan pertama, nilai ketuntasan siswa sebesar46,7%. Pada tindakan kedua, nilai diatas KKM sebesar 60%. Pada tindakan ketiga,nilai diatas KKM sebesar 86,7%.10Penelitian terkait dengan Model kooperatif tipe jigsaw juga pernahdilakukan oleh Siti Massriyah dengan judul “Penerapan pembelajaran kooperatiftipe jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada pelajaran IPA(PTK di Madrasah Ibtidaiyah Ishlahul Anam Cakung Jakarta Timur)”. Penerapanpembelajaran kooperatif tipe jigsaw secara berkelanjutan dalam dua siklus dapatmeningkatkan keterampilan proses. Data dari siklus I menunjukkan persentasehasil belajar yang memenuhi KKM sebesar 47,36%, dengan hasil belajar 6,42.Aminudin Aly, “Peningkatan Hasil Belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsawpada mata pelajaran Akidah Akhlak siswa kelas IV MI Tarbiyatul Banin Lajing ArosbayaBangkalan”,Skripsi (Surabaya: Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2015)10Aimatul Ainiyah, Peningkatan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPA di kelas V MI AlFattah 1 Banyuurip Ujungpangkah Gresik melalui model kooperatif learning tipe jigsaw”, Skripsi(Surabaya: Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2014)9digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

7Pada siklus II persentase hasil belajar sebesar 94,73% dengan hasil belajar siswa8,78.11Berdasarkan paparan diatas maka peneliti melakukan suatu upaya untukmenanggulangi permasalahan tersebut dengan mengangkat judul PenelitianTindakan Kelas sebagai skripsi yakni “ Peningkatan Keterampilan Proses SainsPada Tema 5 Subtema 1 Pembelajaran 1 Melalui Model Kooperatif Tipe JigsawPada Siswa Kelas IV-B MI Darun Najah Kloposepuluh Sidoarjo.”B. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka rumusanmasalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:1.Bagaimana penerapan model kooperatif tipe jigsaw pada tema 5 subtema 1pembelajaran 1 pada siswa kelas IV-B MI Darun Najah KloposepuluhSidoarjo untuk meningkatkan keterampilan proses sains?2.Bagaimana peningkatan keterampilan proses Sains pada tema 5 subtema 1pembelajaran melalui model kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas IV-B MIDarun Najah Kloposepuluh Sidoarjo?C. Tindakan PenelitianTindakan yang dipilih peneliti untuk meningkatkan keterampilan prosessains siswa mata pelajaran Tematik pada tema 5 subtema 1 pembelajaran 1 kelas11Siti Masriyah, Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil BelajarSiswa kelas IV pada Pelajaran IPA (PTK di Madrasah Ibtidaiyah Ishlahul Anam Cakung JakartaTimur), Skripsi (Jakarta: Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta, 2012)digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

8IV-B MI Darun Najah Kloposepuluh Sidoarjo yaitu dengan model kooperatif tipejigsaw. Tindakan yang dipilih oleh peneliti dengan mempertimbangkan beberapafaktor karakteristik siswa dan karakteristik materi pembelajaran.Karakteristik siswa kelas IV-B MI Darun Najah ada yang pembawaannyapandai berbicara di depan kelas, tetapi adapula yang gagu atau tidak berani ketikadisuruh menyampaikan pendapatnya di depan kelas. Di antara mereka pula adasiswa yang pandai bersosial dengan teman, pendiam, individual dan lainsebagainya. Karakteristik lain yang dapat dilihat dari siswa kelas IV pada prosespembelajaran yakni mudah bosan dengan penyampaian materi menggunakanmetode ceramah dan penugasan yang dilakukan oleh guru. Sehingga siswa tidakterlibat secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan model kooperataiftipe jigsaw dapat memfasilitasi siswa untuk berkomunikasi, tanggung jawab,pembelajaran lebih menarik serta dapat meningkatkan keterampilan proses sains.Karakteristik pembelajaran tematik tema 5 subtema 1 Pembelajaran 1 yangditeliti adalah mata pelajaran IPA dan IPS. Pembelajaran secara langsung(khususnya student center) masuk dalam karakteristik pembelajaran tematik. Matapelajaran IPA dalam tema ini berisi dari beberapa sub pembahasan tentang sifatsifat cahaya dan juga mata pelajaran IPS yang harus mengidentifikasikepahlawanan raja Purnawarman. Materi yang sulit dengan beberapa subpembahasan perlu adanya upaya. Model kooperatif tipe jigsaw dirasa mampuuntuk siswa belajar dengan dibentuk tim ahli sesuai pembahasan materi/subbabpembahasan.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

9D. Tujuan PenelitianBerdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan pada penelitian iniadalah sebagai berikut:1.Mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam rangkameningkatkan keterampilan proses sains pada tema 5 subtema 1 pembelajaran1 pada siswa kelas IV-B MI Darun Najah Kloposepuluh Sidoarjo.2.Mengetahui peningkatan keterampilan proses sains pada tema 5 subtema 1pembelajaran 1 setelah menggunakan model kooperatif tipe jigsaw pada siswakelas IV-B MI Darun Najah Kloposepuluh Sidoarjo.E. Lingkup PenelitianLingkup penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti pada siswakelas IV MI Darun Najah Kloposepuluh Sidoarjo adalah sebagai berikut:1.Subjek yang diteliti difokuskan pada siswa kelas IV-B MI Darun NajahKloposepuluh Sidoarjo tahun ajaran 2019-2020.2.Penelitian ini difokuskan pada mata pelajaran tematik pada tema 5 subtema 1pembelajaran 1 dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw.3.Mata pelajaran tematik pada tema 5 subtema 1 pembelajaran 1Kompetensi Inti (KI)KI 1: Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yangdianutnya.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

10KI 2: Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun,peduli, percaya diri, dalam berinteraksi dengan keluarga, teman,guru dan tetangga, serta cinta tanah air.KI 3: Memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, danmetakognitif pada tingkat dasar dengan cara mengamati,menanya, dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentangdirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, serta bendabenda yang dijumpainya di rumah, di sekolah, dan tempatbermain.KI 4: Menunjukkan keterampilan berpikir dan bertindak kreatif,produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif. Dalambahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yangestetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak s

2019. Peningkatan Keterampilan Proses Sains Pada Tema 5 Subtema 1 Pembelajaran 1 Melalui Model Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas -B MI Darun Najah Kloposepuluh Sidoarjo. Pembimbing Dr. Nur Wakhidah, M. Si dan M. Bahri Musthofa, M. Pd. I Kata kunci: Keterampilan Proses Sains, Tema 5 Subtema