Transcription

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIKPenulis :Rita Eka IzzatySiti Partini SuardimanYulia AyrizaPurwandarHiryantoRosita Endang KusmaryaniFakultas Ilmu PendidikanUniversitas Negeri Yogyakarta2007

1PENGANTARPuji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa ataslimpahan kemudahan dan keluasan pikiran yang Dia berikan atas selesainyabuku pegangan kuliah Perkembangan Peserta Didik.Melalui buku ini, kami berharap akan menambah referensi yang berartibagi Bapak/Ibu yang mengampu mata kuliah ini, khususnya di lingkunganFakultas Ilmu Pendidikan dan secara umum di Universitas Negeri Yogyakarta.Bagi mahasiswa, buku ini diharapkan dapat menjadi landasan pemikiran sertaperilaku sebagai calon pendidik yang mampu memahami perkembangan setiappeserta didik. Harapannya, setelah memahami buku pegangan ini dengan baik,calon pendidik dapat menentukan metode pendekatan dalam pembelajaran yangsesuai dengan karakteristik peserta didik, serta dapat berperan sebagai sosokpendidik yang mampu menghidupkan nilai-nilai pendidikan yang tercipta darisinergi hubungan antara pendidik dan siswa.Akhir kata kami berharap akan saran dan pendapat dari para pembacaterhadap buku ini agar menjadi lebih baik lagi. Semoga bermanfaat, Amin.Maret 2007Penulis :Rita Eka Izzaty (Koordinator)Siti Partini SuardimanYulia AyrizaPurwandariHiryantoRosita Endang Kusmaryani

2BAB IPENDAHULUANA. Tujuan InstruksionalSetelah mempelajari bagian pendahuluan ini, diharapkan mahasiswa dapat :1. Memahami pengertian Perkembangan Peserta Didik dan arti pentingmempelajarinya untuk calon pendidik yang dapat menjadikan dasarpijakan dalam pembelajaran di sekolah2. Memahami tentang karakteristik perkembangan rentang kehidupanmanusia dan berbagai ranah perkembangan setiap individu.3. Memahami perbedaan istilah Pertumbuhan dan Perkembangan yangselalu mengikuti kajian Perkembangan Peserta Didik, serta memahamifaktor yang mempengaruhinya4. Menjadikan dasar pemahaman untuk memahami perbedaaan secaraindividual dari setiap tahapan perkembangan individu.B. Perkembangan IndividuPerkembangan individu merupakan pola gerakan atau perubahan yangsecara dinamis dimulai dari pembuahan atau konsepsi dan terus berlanjutsepanjang siklus kehidupan manusia yang terjadi akibat dari kematangan danpengalaman (Hurlock, 1991; Rice, 2002).perkembangan ada dua proses yangMenurut Hurlock (1991),dalambertentangan yang terjadi secaraserempak selama kehidupan, yaitu pertumbuhan yang disebut evolusi dankemunduran yang disebut dengan involusi. Pada awal kehidupan manusiayang berperan adalah evolusi, sedangkan involusi lebih berperan pada akhirkehidupan, yaitu perubahan-perubahan yang bersifat mundur. Sikap terhadap

3perubahan-perubahan perkembangan ini dipengaruhi oleh penampilan danperilaku individu, stereotip budaya, nilai-nilai budaya, perubahan-perubahanperan dan pengalaman pribadi. Salah satu tujuan dari perubahan ini adalah agarindividu mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sehingga baik secara fisikmaupun psikis sesuai dengan harapan-harapan ndividumerupakan hasil dari proses-proses biologis, kognitif dan sosio-emosional yangsaling berkaitan.Proses biologis meliputi perubahan pada sifat fisik individuyang semakin bertambah usia akan mengarah kepada kematangan. Untukproses kognitif meliputi perubahan pada pemikiran, intelegensi dan bahasaindividu, sedangkan proses sosio-emosional meliputi perubahan pada relasiindividu dengan orang lain, serta perubahan emosi dan kepribadian yangmenyertainya. Adapun interaksi ketiga proses tersebut dapat dilihat padaGambar 1.BiologisKognitifSosioEmosionalGambar 1. Proses-proses Utama Perkembangan Individu (Santrock, 1995)

4Interaksi ketiga faktor tersebut berlangsung sepanjang rentang kehidupanindividu. Proses-proses yang saling mempengaruhi menghasilkan periode sikluskehidupan manusia. Untuk tujuan pengorganisasian materi dan mempermudahpemahaman, pada umumnya para ahli menggambarkan perkembangan dalambeberapa tahap yang disebut dengan tahapan perkembangan (Santrock, 1995).Tahapan perkembangan meliputi urutan sebagai berikut: periode prakelahiran,masa bayi, masa kanak-kanak awal, masa kanak akhir, masa remaja, masadewasa awal, masa dewasa madya, dan masa lanjut usia.Dalam pengkajian Perkembangan Individu ini ada dua istilah yang seringmuncul, pertama perkembangan (development) dan kedua adalah pertumbuhan(growth). Istilah perkembangan dititikberatkan pada aspek-aspek yang bersifatpsikis (kualitatif), sedangkan pertumbuhan dipakai untuk perubahan-perubahanyang bersifat fisik (kuantitatif). Antara fisik dan psikis ini saling berkaitan dalammenelaah kehidupan manusia. Pertumbuhan dan perkembangan kadang-kadangmasih kabur pengertiannya dan sukar dibedakan. Biasanya istilah-istilah itudigunakan untuk menjelaskan adanya perubahan yang bersifat progresif namunsifatnya berbeda.Secara lebih rinci, perbedaan antara pertumbuhan dan perkembanganadalah :a.Pertumbuhan (Growth) : cenderung lebih bersifat kuantitatif danberkaitan dengan aspek fisik.Contoh : ukuran berat dan tinggi badan , ukuran dimensi sel tubuh,umur tulang yang bisa diukurb.Perkembangan (Development): cenderung lebih bersifat kualitatif,berkaitan dengan pematangan fungsi organ individuContoh :

51) Bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuhyang lebih kompleks dalam pola yang teratur, misalnya dalamperkembangan bahasa, emosi, intelektual, perilaku2) Perkembangan periode bayi sampai anak. Kita melihat bahwabayi dan anak berbeda sebagai hasil dari pertumbuhan, tetapidisini juga terdapat perubahan struktur dan bentuk. Jadi, bentukbayi tidak sama dengan bentuk anak (bentuknya bukan bentukbayi dalam ukuran besar). Untuk perubahan strukturnya yaitusecara berproses melalui kematangan dan belajar, tangan anaksudah bisa digunakan untuk makan sendiri.Perkembangan Peserta Didik merupakan bagian dari pengkajian atakuliahPerkembangan Peserta Didik difokuskan pada perkembangan individu sebagaipeserta didik pada institusi pendidikan. Di dalam buku ini, para penulis bamemahamiperkembangan dari perspektif sepanjang rentang kehidupan manusia (Life- SpanDevelopment) berdasarkan pada pendapat Paul Baltes (dalam Pappalia, 2004dan Santrock, 1995). Life-span human development berusaha menggambarkan,menjelaskan, meramalkan, dan mempengaruhi perubahan-perubahan yangterjadi dari pembuahan hingga masa dewasa. Tujuan akhir dari perspektif iniadalah untuk membantu hidup individu menjadi kehidupan yang berarti danproduktif.Perspektif sepanjang rentang kehidupan manusia menjelaskan adanyatujuh karakteristik dasar yang harus dipahami untuk melihat perkembanganmanusia, yaitu :1. Perkembangan adalah seumur hidup. Perkembangan yang menyangkutberbagai macam perubahan dari hasil interaksi faktor-faktor seperti yang

6telah disebutkan akan berlangsung secara berkesinambungan sepanjangsiklus kehidupan.2. Perkembangan bersifat multidimensional. Perkembangan menyangkutberbagai macam ranah perkembangan sepertifaktor fisik, intelektualyang menyangkut perkembangan kognitif dan bahasa, emosi, sosial danmoral.3. Perkembangan adalah multidireksional. Ranah-ranah perkembanganmengalami perubahan dengan arah tertentu. Sebagai contoh, pada masabayi, perkembangan yang tumbuh pesat adalah ranah fisik, yangkecepatan arah pertumbuhannya tidak sama dengan ranah yang lain.Sementara pada masa kanak-kanak awal, perkembangan emosi dansosial berkembang lebih pesat dibandingkan dengan perkembangan yanglain.4. Perkembangan bersifat lentur (plastis). Hal ini berarti perkembanganberbagai macam ranah dapat distimulasi untuk berkembang secaramaksimal. Sebagai contoh, kelenturan berpikir anak-anak dapat diasahsejak dini dengan memberikan latihan-latihan pada anak untuk terbiasamemecahkan masalah dengan baik dengan berbagai macam cara darihasil eksplorasinya.5. nperkembangan individu tidak dapat lepas dengan keadaan di 6-anakanmenyebabkan individu yang hidup saat itu memiliki kekhasan sendiridalam merespon sesuatu. Hal ini dapat dilihat dari benang merahperkembangan individu yang hidup pada era 1990-an.6. Perkembangan bersifat multidisipliner. Berbagai macam ahli dan penelitidari disiplin ilmu seperti psikologi, sosiologi, antropologi, neurosains,

7kesehatan mental, kedokteran mempelajari perkembangan manusiadengan berbagai macam persoalannya.7. Perkembangan bersifat kontekstual. Hal ini berarti bahwa perkembanganindividu mengikuti kondisi saat itu. Perkembangan bersifat kontekstualsecara lebih dalam dapat dipahami dengan menghubungkan tigakomponen, yaitu ;a. Pengaruh tingkat usia secara normatif, yaitu adanya pengaruhbiologis dari lingkungan yang sama pada kelompok tertentu.Sebagai contoh, di Indonesia usia mulai masuk sekolah dasaradalah rata-rata 7 tahun. Untuk usia pensiun, rata-rata orangIndonesia dimulai usia 60 tahunb. Pengaruh keadaansejarah normatif, yaitu adanya pengaruhbiologis dari lingkungan yang dihubungkan dengan sejarah.Sebagai contoh pengaruh keadaan sejarah dapat meliputi dampakpada pengaruh keadaan ekonomi, perubahan politik, misal setelahperubahan politik di Indonesia dari orde lama ke orde baru, dansejak tahun 1998 menjadi era reformasi yang diantaranyabercirikan adanya kebebasan berpendapat dan adanya sifatketerbukaan dalam panggung politik.c. Pengaruh peristiwa kehidupan yang non-normatif, yaitu peristiwakehidupan yang tidak biasa, yang tidak terjadi pada semua orangdan seringkali tidak bisa diramalkan. Sebagai contoh, peristiwabencana alam yang dialami oleh masyarakat Yogyakarta danJawa Tengah pada tanggal 27 Mei 2006.Peristiwa inimengakibatkan dampak-dampak secara fisik maupun psikis bagipara korban. Contoh lain, misalnya ketika individu memenangkanundian yang sama sekali tidak disangka. Satu hal yang harus

8dilakukan individu adalah bagaimana dapat menyesuaikan denganperistiwa-peristiwa tersebut, sehingga yang berkelanjutan. tidakmenimbulkan dampak negatif.C. Pengertian PPD dan Manfaat Mempelajarinya untuk Calon PendidikDalam setiap tahapan perkembangan manusia mempunyai karakteristikyang khas dan tugas-tugas perkembangan tersendiri yang bermanfaat sebagaipetunjuk arah perkembangan yang normal. Tugas-tugas perkembangan tersebutjuga sangat berhubungan dengan pendidikan yang diterima oleh individu.Pendidikan menentukan tugas apakah yang dapat dilaksanakan seseorang padamasa-masa tertentu. Konsep diri dan harga diri akan turun bila seseorang tidakmelaksanakan tugas perkembangannya dengan baik, karena individu tersebutakan mendapat celaan dari masyarakat sekitarnyasehingga menimbulkanketidakbahagiaan bagi individu yang bersangkutan. Sebaliknya keberhasilandalam melaksanakan tugas-tugas perkembangan memberikan perasaan berhasildan perasaan bahagia (Monks dkk., 1998).Mengkaji tentang pendidikan yang diterima oleh individu, sangatlah terkaitdengan keberadaan guru sebagai staf pengajar dan sebagai salah satu faktorpendidikan yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan proses belajarmengajar di sekolah. Beberapa peran guru yaitu sebagai:Inspirator dan motivator. Dalam proses belajar dan pembelajaran, gurumampu menstimulasi, mendorong, serta mengelaborasi daya berpikirsiswa, sehingga mampu membntuk perasaaan senang dalam belajardan memiliki sikap dan perilaku yang tepat.Seorang yang memiliki sikap empati, yaitu berusaha menyelami alampikiran dan perasaan siswa.

9Pengelola proses belajar yang mampu menfasilitasi setiap kemampuandan kecerdasan siswaPemegang penguat perilaku yang bijaksana, sehingga perilaku-perilakupositif peserta didik dapat terus berkembang dan mengarah ketingkat yang lebih baik.Bagi para pendidik dengan berbagai macam peran yang sudahdisebutkan, harapannya dapat mengetahui dan memahami perkembangan dankarakteristik peserta didik. Hal ini sangatlah penting karena “transfer of learning”dalam proses belajar mengajar dapat tersampaikan dan dapat diterima olehpeserta didik dengan baik. Selain itu, dengan memahami perkembangan pesertadidik tersebut, para pendidik dapat menggunakan teknik-teknik yang tepat untukmempelajari kemampuan, minat, dan tingkat persiapan belajar peserta didik.Selain itu jugamampu mempertimbangkan bermacam-macam prosedurmengajar, serta mampu menganalisis dan meneliti cara belajar, kekuatan dankelemahan belajar dari para peserta didiknya.Secara umum, manfaat mempelajari Perkembangan Peserta Didikdapat dirasakan pendidik dan peserta didik, yaitu :1. Bagi Pendidika.Memberikan gambaran tentang perkembangan manusia sepanjangrentang kehidupan beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya,yang meliputi aspek fisik, intelektual, emosi, sosial dan moral.b.Memberikan gambaran tentang bagaimana proses pembelajaranyang tepat sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik.2. Bagi Peserta Didika.Memilikipengetahuan tentang konsep- konsep PerkembanganPeserta Didik yang meliputi individu dalam menjalani tahapanperkembangan dari pre-natal hingga lanjut usia.

10b.Mampu menerapkanpengetahuanyang dimiliki dalam prosespembelajaran sesuai dengan tahapan perkembangannya.D. Ranah Kajian Perkembangan Peserta DidikPerkembangan manusia merupakan proses yang kompleks yang dapatdibagi menjadi empat ranah utama, yaitu perkembangan fisik, intelektual yangtermasuk kognitif dan bahasa, serta emosi dan sosial, yang didalamnya jugatermasuk perkembangan moral. Keempat ranah tersebut dibahas dalam buku masingranahmenekankan aspek khusus dari perkembangan, ada saling ketergantungan itif(cognitiveskills),misalnya, bisa bergantung pada pengalaman sosial dan kesehatan fisik, sertaemosi. Seorang anak yang berada dalam kesehatan fisik dan emosional yangbaik dan terbuka pada berbagai pengalaman sosial, akan mampu belajar lebihdaripada anak yang berada dalam situasi sebaliknya. Perkembangan sosial inijuga dipengaruhi oleh kedewasaan biologis, pengertian kognitif, dan reaksiemosional. Akibatnya, tiap-tiap ranah merefleksikan ranah perkembangan yanglain.Dalam menggambarkan keempat ranah tersebut, perkembangan semasahidup (life-span development) telah menjadi perspektif yang multidisipliner, yangmeliputi ilmu biologi, fisiologi, kedokteran, pendidikan, psikologi, sosiologi, danantropologi (Baltes, dalam Rice , 2002). Pengetahuan yang mutakhir yang adadiambil dari tiap-tiap disiplin tersebut dan digunakan dalam studi tentangperkembangan manusia .

11E. Faktor-faktor yang Berpengaruh pada Perkembangan IndividuKajian medik dan psikologi perkembangan menunjukkan bahwadisamping dipengaruhi oleh faktor bawaan, kualitas individu juga sangatdipengaruhi oleh beberapa faktor lain, seperti faktor lingkungan yang tidak lepasdari pengaruh faktor psikososial. Baik faktor bawaan atau sering juga disebutfaktor keturunan dan faktor lingkungan. Kedua faktor ini berbeda-beda antaraindividu yang satu dengan yang lain, sehingga menyebabkan perbedaan yangdisebut dengan istilah individual differences. Berdasarkan hal ini, masing-masingindividu memiliki keunikan atau kekhasan sendiri baik dalam setiap gejala jiwayang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang terlihat dalamkemampuan berfikir, merasakan sesuatu, serta sikap dan perilakunya sehari-hari.Dalam melihat dan menyikapi perbedaan tersebut, hendaknya pendidikmenyadari bahwa tidak semua individu dapat diperlakukan dengan cara yangselalu sama. Masing-masing individu memiliki kekhasan sendiri, sehinggapendekatan yang sifatnya personal maupun institusional tentu empengaruhiperkembangan individu adalah sebagai berikut:a. Faktor Internala. 1. Kondisi FisikFaktor fisik merupakan faktor biologis individu yang merujuk pada faktorgenetik yang diturunkan oleh kedua orang tuanya. Faktor ini dimulai dari masapembuahan sel telur oleh sel jantan. Unsur-unsur di dalam struktur genetik inilahyang memprogramkan tumbuhnya sel tubuh pada manusia. Gen inilah yangmenentukan warna rambut, kulit, ukuran tubuh, jenis kelamin, kemampuanintelektual, serta emosi(Atkinson, 1991).Potensi genetik inilah yang akanberinteraksi dengan lingkungan sehingga membentuk individu tersebut tumbuhdan berkembang.

12Pada masa pembentukan sel-sel tubuh, banyak faktor yang dapatmempengaruhi kondisi janin disamping keunikan yang telah ada pada keduaorangtuanya. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah faktor penyimpangan yaitudari segi fisik, seperti keadaan gizi yang buruk pada ibu hamil, dipengaruhiberbagai jenis obat-obatan yang berbahaya, rokok, alkohol, serta zat-zat kimiadapat merugikan janin. Dari segi psikologis, pembentukan sel-sel tubuh jugadipengaruhi oleh keadaan psikologis selama kehamilan. Emosi Ibu yang tidakstabil atau stres yang berat dapat menumbuhkan kelainan pada janin, sepertipenyakit dan cacat fisik maupun psikologis. Untuk lebih rinci dapat dicermatipenjelasan berikut ini;1) Faktor Gizi atau Asupan MakananKesehatan individu sangat tergantung pada pemberian gizi yang baikdan berimbang. Hal ini merupakan faktor yang sangat penting dalammerangsang tumbuh kembang individu dan merangsang perkembangan otak dansistem syarafnya yang merupakan bagian paling penting dalam menentukantumbuh dan kembang individu. Walaupun perkembangan otak tidak sepesatmasa bayi, namun otak terus tumbuh pada masa awal individu-individu. Padausia 3-4 tahun, ukuran otaknya adalah ¾ dari otak orang dewasa. Pada usia 5tahun, ukuran otaknya mencapai 9/10 otak orang dewasa atau sekitar 90 % beratotak orang dewasa. Beberapa pertambahan ukuran otak disebabkan olehpertambahan jumlah dan ukuran urat syaraf di daerah otak. Ujung-ujung uratsyaraf akan terus tumbuh hingga masa remaja. Bertambah matangnya otak,dikombinasikan dengan pemberian kesempatan untuk tumbuh dan berkembangdengan baik, akan menyumbang besar bagi perkembangan kognitif individu(Santrock, 1995). Oleh karena itu, pemberian gizi yang baik tidak hanyaditentukan pada saat setelah kelahiran saja, namun seperti yang sudahdijelaskan di atas, dimulai sejak janin tumbuh di dalam kandungan. Pasca

13kelahiran dimulai dari pemberian Air Susu Ibu (ASI) yang sangat baik bagiindividu karena sesuai dengan keadaan tubuh bayipada saat itu. Adapunkebutuhan gizi yang diperlukan adalah masukan kalori dan protein, ditambahdengan perlunya masukan vitamin, zat besi, yodium dan kalsium.Kalori didapatkan dari karbohidrat sebagai sumber energi untukpembakaran sel-sel tubuh yang menunjang gerakan motorik dan aktivitas berfikir.Sumber karbohidrat ini didapatkan dari nasi, roti, mi, jagung ataupun berbagaimacam makanan yang mengandung tepung.Protein diperlukan tubuh untuk pembentukan sel-sel tubuh sertamenggantikan zat-zat tubuh yang sudah aus dan membuat hormon-hormonpertumbuhan. Protein ini bisa berasal dari hewan seperti: daging sapi, ayam,telur maupun ikan, sementara protein nabati atau yang berasal dari tumbuhanseperti tempe, tahu, kacang hijau. Berbagai macam protein ini haruslah disajikansecara bervariasi pada individu sehingga dapat saling melengkapi.Vitamin dan mineral pun sangat diperlukan untuk meningkatkanmetabolisme tubuh, yaitu proses perubahan bahan makanan menjadi energi,menjaga daya tahan tubuh dari infeksi dan penyakit. Sumber vitamin dan mineralini bisa didapat dari berbagai macam sayuran dan buah-buahanZat yang paling berperan langsung pada daya pikir adalah zat besi danyodium. Kekurangan zat besi berakibat jumlah oksigen yang dibawa oleh sel-selke seluruh tubuh termasuk ke dalam otak berkurang, sehingga terlihat individulesu, tidak bergairah dan menurunnya daya konsentrasi. Zat besi banyakterdapat dalam daging berwarna merah, hati dan sayuran berwarna tua.Yodium berfungsi untuk kerja kelenjar tiroid yang menghasilkan hormontiroksin yang mengontrol laju metabolisme. Kekurangan yodium ini dapatmengakibatkan merosotnya IQ dan keterbelakangan mental. Yodium ini banyakterdapat pada makanan yang berasal dari laut dan garam. Zat lain yang sangat

14berguna bagi tubuh adalah kalsium yang digunakan untuk pertumbuhan tulang,gigi, kelancaran impuls syaraf di otak dan kerja jantung. Kalsium ini bisa didapatdari susu, keju, ikan laut, ayam dan brokoli (Boediarti dalam Izzaty, 2004)2) Cacat dan penyakitKondisi individu yang cacat banyak disebabkan oleh beberapa hal yaitu pangankromosom. Salah satu penyimpangan kromosom disebut dengan downsyndrome. Penyimpangan ini disebabkan adanya kelainan pada kromosomke-21 berjumlah tiga dari yang seharusnya berjumlah dua. Individu yangmenderita down syndrome ini memiliki ekspresi muka yang khas, yangbiasanya diikuti oleh keterbelakangan dalam perkembangan (Monks, 1998)b.Ibu yang kurang gizi pada saat mengandung. Seperti yang diungkapkanoleh Mussen (1994) mengatakan bahwa bayi yang dilahirkan oleh ibu yangkekurangan gizi dapat menyebabkan berat lahir rendah, menderitakecacatan atau keabnormalan pada otak sehingga mengakibatkanretardasi mental, kurangnya kekebalan tubuh sehingga cepat terserangpenyakit radang paru-paru dan bronkitis, serta cacat tubuh.c.Obat-obatan dan alkohol. Kandungan zat kimia pada obat dan alkhoholpada orangtua akan menghasilkan sprerma dan sel telur yang tidak sehat.Begitupun pada kondisi janin yang dikandung oleh ibu yang seringmeminum alkohol, obat-obatan, serta obat terlarang seperti mariyuanaserta obat-obat psikotropika kecendrungan untuk melahirkan bayi yang cactcenderung besar. Selain itu kelainan jantung, retardasi mental, serta fungsitubuh yang tidak optimal dapat menjadi akibat dari obat dan alkohol.

15d.RadiasiMussen (1994) mengatakan bahwa sumber potensial kecacatan pada bayiadalah radiasi sinar X yang dialami ibu selama kehamilan, baik itu untukpengobatan penyakit ibu seperti kanker, tumor, atau diagnosis penyakitlain.Radiasi antara pembuahan dan saat ovum tertanam di uterus dianggapmengahncurkan ovum yang telah dibuahi. Bahaya terbesar adalah cacatbentuk tubuh antara minggu kedua dan keenam setelah pembuahan.d.Penyakit yang diderita Ibu selama kehamilanBeberapa penyakit yang dianggap berbahaya dapat mempengaruhi kondisijanin adalah penyakit citomegalovirus, rubela (campak jerman), hepatitis,cacar air, sipilis, serta toksoplasma. Beberapa penyakit yang dapat timbuladalah cacat tubuh, cacat jantung, ketulian, kebutaan, serta retardasimental.e.Keadaan Emosi pada IbuKeadaan emosi itu sangat memperngaruhi perkembangan janin. Hal inidapat dijelaskan bahwa ktika ibu merasakan marah, tertekan, takut, dancemas yang tinggi akan mengaktifkan sistem autonomik ibu yangselanjutnya melepaskan zat kimia seperti asetilkolin dan epnefin ke dalamaliran darah. Selanjutnya, dalam keadaan seperti itu, kelenjar-kelnejarendokrin seperti kelenjar adrenalin mengeluarkan berbagai jenis hormondan terjadi modifikasi metabolisme sel. Dengan berubahnya komposisidarah, zat baru diteruskan melewati plasenta, sehingga mengahsilkanperubahan dan sistem peredaran janin. Perubahan inilah yang dapatmenganggu janin. Sebuah penelitian mencatat bahwa gerakan tubuh janinmeningkat beberapa ratus persen sewaktu mengalami stres atau tekananemosi (Sontag dalam Mussen, 1994). Lebih lanjut dikatakan bahwa bayiyang lahir dari ibu yang tidak bahagia atau gundah, maka dapat

16mengakibatkanbayi lahir prematur atau memiliki berat lahir rendah,hiperaktif, rewel, kesulitan makan, mengalami gangguan tidur, buang airbesar berlebihan, serta kebutuhan luar biasa untuk diperlukan andiperhatikan.a.2. Kondisi PsikisKondisi fisik dan psikis individu sangat berkaitan. Seperti yang diuraikansebelumnya, bahwa ranah perkembangan individu menyangkut aspek fisik,intelektual yaitu kognitif dan bahasa, emosi dan sosial moral. Kondisi fisik yangtidak sempurna atau cacat juga berkaitan dengan persepsi individu terhadapkemampuan dirinya. Begitupun dengan ketidakmampuan intelektual yang diulassebelumnya dapat disebabkan karena kerusakan sistem syaraf , kerusakan otakatau mengalami retardasi mental.b. Faktor Eksternalb.1. Lingkungan Fisik;Lingkungan ini mencakup kondisi keamanan, cuaca, keadaan geografis,sanitasi atau kebersihan lingkungan, serta keadaan rumahyang meliputiventilasi, cahaya, dan kepadatan hunian (Soetjiningsih, 1998). Semua kondisi diatas sangat mempengaruhi bagaimana individu dapat menjalankan proseskehidupannya. Sebagai contoh, kondisi daerah yang tidak aman karena adanyapertikaian dapat menyebabkan tekanan tersendiri bagi individu dan proses imitasiatau peniruan perilaku kekerasan yang dapat berpengaruh dalam pola perilakuindividu. Sementara itu kondisi yang jelek pada faktor cuaca, kurangnya sanitasiatau kebersihan lingkungan, keadaan rumah yang tidak menunjang hidup sehat,serta keadaan geografis yang sulit, misalnya karena di daerah terpencil yangjauh dari informasi, sulit dijangkau, serta rawan akan bencana alam, selain dapat

17mempengaruhi tekanan psikis juga mempengaruhi faktor kesehatan karenapengobatan yang sulit didapatkan.Menurut teori stres lingkungan (Sarwono, 1992), ada dua elemen dasaryang menyebabkan manusia bertingkah laku terhadap lingkungannya. Elemenpertama adalah stresor dan elemen kedua adalah stres itu sendiri. Stresoradalah elemen lingkungan yang merangsang individu seperti kebisingan, suhuudara, dan kepadatan, ataupun lingkungan rumah yang tidak sehat. Sementarastres diartikan sebagai ketegangan atau tekanan jiwa yang merupakan akibatdari hubungan antara stresor dengan reaksi yang ditimbulkan dalam diri individu.b.2. Lingkungan Non fisikFaktor Non fisik meliputi berbagai macam komponen, yaitu keluarga,pendidikan, dan masyarakat. Adapun beberapa faktor yang berkenaan denganfaktor non fisik ini adalah ;1.) Faktor PsikososialAda beberapa hal yang termasuk faktor psikososial yaitu stimulasi,motivasi dalam mempelajari sesuatu, pola asuh, serta kasih sayang dari orangtua:a) Stimulasi. Hal ini merupakan faktor yang penting dalam stimulasiataurangsangan yang terarah dan teratur akan lebih cepat mempelajarisesuatu karena lebih cepat berkembang dibandingkan individu yang tidakmendapatkan banyak stimulasi. Individu akan berkembang pola-polaberfikir, merasakan sesuatu, dan bertingkah laku, bila banyak diberirangsangan yang berupa dorongan dan kesempatan dari lingkungandisekitarnya. Walaupun mungkin ada individu yang berbakat, namun bilalingkungannya tidak mendukung, potensinya untuk berkembangpun dapat

18terhambat. Sebaliknya, bila ada individu yang belum terlihat potensi padadirinya, namun rangsangan dan kesempatan bereksplorasi diberikansecara maksimal dan sesuai dengan kebutuhan usianya, maka individutersebut dapat berkembang jauh lebih baik. Sebagai contoh, individu yangsejak dini diajarkan bagaimana memecahkan permasalahannya akanlebih mudah menyelesaikan masalah lain karena adanya pengalamanbelajar.b) Motivasi dalam mempelajari sesuatu. Motivasi yang ditimbulkan darisejak usia awal akan memberikan hasil yang berbeda pada individudalam menguasai sesuatu. Dorongan yang bersifat membangun daya fikirdan daya cipta individu, akan membuat individu termotivasi untukmelakukan yang lebih baik lagi. Pemberian kesempatan pada individupundalam mengeksplorasi sesuatu merupakan salah satu cara dalammemotivasi individu belajar. Hal ini dapat dilakukan oleh pihak institusipendidikan maupun dari pihak keluarga. Individu dimotivasi tuutnukmemuaskan rasa ingin tahunya merupakan hal yang dibutuhkan individu.c) Pola asuh dan kasih sayang dari orang tua. Orangtua merupakan areaterdekat pada individu. Individu sangat memerlukan kasih sayang,perlindungan, rasa aman, sikap dan perlakuan yang adil dari orangtua.Bagaimana gaya pengasuhan orangtua yang diberikan pada individu;apakah permisif atau serba boleh, otoriter yang tidak membolehkanindividu berbuat apapun, ataukah bersifat otoritatif yang merupakanperpaduan dari keduanya, semuanya akan memberikan dampak yangberbeda pada individu. Pola asuh ini sangat dipengaruhi oleh kualitasinteraksi antara individu dan orangtua. Bagaimana individu terbentuktentunya didapat dari pembiasaan-pembiasaan yang terjadi pada situasi

ukmengembangkan dirinya. Sebagai contoh, individu yang mendapat gayapengasuhan otoriter yang bercirikan semua diatur oleh orangtua individutersebut akan menjadi individu yang selalu bergantung serta memilikidaya kreativitas yang rendah karena adanya ebaliknyaindividuyangselalumendapatkan kebebasan berperilaku semaunya akan mengembangkansikap dan perilaku yang sulit memahami dan menerima keadaan yangberbeda dengan dirinya.G. Rangkuman1. Perkembangan Peserta Didik merupakan bagian dari pengkajian danpenerapan Psikologi Perkembangan.2. Perkembangan individu merupakan pola gerakan atau perubahan yangsecara dinamis dimulai dari pembuahan atau konsepsi dan terus berlanjutsepanjang siklus kehidupan manusia yang terjadi akibat dari kematangan danpengalaman.3. Dalam perkembangan ada dua proses yangbertentangan yang terjadisecara serempak selama kehidupan, yaitu pertumbuhan yang disebut evolusidan kemunduran yang disebut dengan involusi.4. Perubahan-perubahan dalam perkembangan merupakan hasil dari prosesproses biologis, kognitif dan sosio-emosional yang saling berkaitan.5. Dalam pengkajian Perkembangan Individu ini ada dua istilah yang duaadalahpertumbuhan (growth). Istilah perkembangan dititikberatkan pada aspekaspek yang bersifat psikis (kualitatif), sedangkan pertumbuhan dipakai untukperubahan-perubahan yang bersifat fisik (kuantitatif).

206. Perkembangan Peserta Didik mencoba memahami perkembangan e-spanhumandevelopment berusaha menggambarkan, menjelaskan, meramalkan, danmempengaruhi perubahan-perubahan yang terjadi dari pembuahan hinggamasa dewasa. Tujuan akhir dari pers

buku pegangan kuliah Perkembangan Peserta Didik. Melalui buku ini, kami berharap akan menambah referensi yang berarti bagi Bapak/Ibu yang mengampu mata kuliah ini, khususnya di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan dan secara umum di Universitas Negeri Yogyakarta. Bagi mahasiswa, buku