Transcription

DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR IPA DAN UPAYAMENGATASINYA DI MADRASAH IBTIDAIYAH ( MI ) AL –FATHANAHMAKASSARSkripsiDiajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Meraih GelarSarjana Pendidikan Jurusan BiologiPada Fakultas Tarbiyah dan KeguruanUIN Alauddin MakassarOleh:MardiNIM: 20500111139FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUANUIN ALAUDDIN MAKASSAR2015

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSIMahasiswa yang bertanda tangan di bawah ini:Nama: MARDINIM: 20500111139Tempat / Tgl.Lahir :Maros,27 april 1983Alamat:Pasar Niaga DayaJudulMENGATASINYA:DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR IPA DAN UPAYADI MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) AL-FATHANAH MAKASSARMenyatakan dengan sesungguhnya dan penuh kesadaran bahwa skripsi iniBenar adalah hasil karya sendiri.Jika dikemudian hari terbukti bahwa ia merupakanduplikat,tiruan,plagiat,atau dibuat oleh orang lain, sebagian atau seluruhnya, makaskripsi dan gelar yang diperoleh karenanya batal demi hokum.Makassar,1 Agustus 2015Penyusun,MARDINIM : 20500111139ii

PERSETUJUAN PEMBIMBINGPembimbing penulisan skripsi saudara Mardi, Nim : 20500111139, mahasiswaJurusan Pendidikan Biologi pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN AlauddinMakassar, setelah dengan seksama meneliti dan mengoreksi skripsi yang bersangkutandengan judul “DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR IPA-BIOLOGI DAN AHMAKASSAR”, memandang bahwa skripsi tersebut telah memenuhi syarat – syarat ilmiahdan dapat disetujui diajukan ke sidang munaqasyah.Demikian persetujuan ini diberikan untuk proses selanjutnya.Makassar, 1 Maret 2015Pembimbing IPembimbing IIDrs.Muhammad Yahdi,M.AgDra. Andi Halimah ,M.Pd

KATA PENGANTARDengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam.Salawat dan salam tercurah kepadajunjungan kita Nabi Agung Muhammad saw,atas segenap keluarga dan semua orangyang meniti jalannya, sampai saat hari kemudian.Selama penulisan skripsi ini tentunya kesulitan dan hambatan mungkindapatmelakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Atas bantuan yang telahdiberikan selama penelitian maupun dalam penulisan skripsi ini, penulismengucapkan terima kasih kepada :1.Prof. Dr. H. Musafir.M.SI, Selaku Rektor,UIN Alauddin Makassar.2.Dr. H. Muh.Amri.Lc.M.Ag, Selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UINAlauddin Makassar, yang banyak memberikan bantuan dan motivasi selamamengikuti pendidikan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.3.Dr.H.Muh.Sain Hanafy,M.Pd.Selaku Ketua Pengelola Program beserta para stafnyayang telah memberikan petunjuk dan pengarahan dalam penulsan skripsi ini.iv

4.Dr.M.Safei dan Jamilah,S.Si,M.Si,sebagai Ketua Jurusan Pendidikan Biologi,yangtelah membantu penulis dengan ilmu dan solusi dalam penyelesaian penulisanskripsi ini.5.Dr.Muhammad Yahdi,M.Ag selakuDosenpembimbing Idan Dra.AndiHalimah,M.Pd.S,Selaku Dosen pembimbing II yang telah membantu penulis denganilmu dan solusi dalam penyelesaian penulisan skripsi ini.6.Dosen dan Asisten Dosen serta segenap karyawan dan karyawati Fakultas Tarbiyahdan Keguruan UIN Alauddin Makassar.7.Semua pihak yang turut berpartisipasi baik langsung maupun tidak langsungterhadap penyelesaian studi penulis, semoga Allah swt membalasnya dengan pahalayang setimpal.Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan.Olehkarena itu, kritik dan saran dari berbagai pihak yang sifatnya konstruktif, penulissangat harapkan demi penyempurnaan dan pembuatan skripsi ini.Akhirnya, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagikitasemua, bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan bangsa dengan tidak terlepaspada kebenaran agama.v

Makassar, Mei 2015Asifayantivi

DAFTAR ISIJUDUL .iPERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI .iiPENGESAHAN .iiiKATA PENGANTAR .ivDAFTAR ISI .viABSTRAK .viiiBAB IPENDAHULUAN .1 -5A. Latar Belakang Masalah .1B. Rumusan Masalah .4C. Tujuan Penelitian .4D. Manfaat Penelitian .5TINJAUAN PUSTAKA .6 - 23A. Identifikasi Kesulitan Belajar IPA .9B. Karakteristik Pembelajaran IPA .19C. Kesulitan-Kesulitan dalam Pembelajaran IPA .20BAB IID. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Ketuntasan HasilBelajar IPA 22BAB IIIMETODOLOGI PENELITIAN . 25 - 41A. Jenis dan Lokasi Penelitian .24B. Pendekatan Penelitian .29vi

BAB IVBAB VC. Sumber Data .30D. Metode Pengumpulan Data .30E. Instrumen Penelitian .32F. Teknik Pengolahan dan Analisis Data .33G. Pengecekan Keabsahan Data .39HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 42 - 63A. Gambaran Umum Hasil Penelitian .42B. Pelaksanaan Kegiatan Penelitian .43C. Deskripsi Penelitian .58D. Kesulitan Belajar IPA dan Upaya Mengatasinya . .63PENUTUP . 63 - 65A. Kesimpulan .64B. Saran .65DAFTAR PUSTAKA .66LAMPIRAN .72DAFTAR RIWAYAT HIDUP .73vii

ABSTRAKNama Penulis: MARDINIM:20500111139Judul Skripsi:DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR IPA DAN UPAYAMENGATASINYA DI MADRASAH IBTIDAIAH ALFATHANAH MAKASSARSkripsi ini mengkaji secara mendalam terhadap dua variable utama yaitu diagnosiskesulitan belajar,dan upaya mengatasi kesulitan belajar Peserta didik sebagaimana disusundalam rumusan masala, yaitu bagaimana diagnosis kesulitan belajar peserta didik diMadrasa Ibtidaiyah (MI) Al-Fathanah Makassar, dan bagaimana mengatasi kesulitan belajarpeserta didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Fathanah Makassar.Beberapa jenis kesulitanbelajar yang dihadapi peserta didik,yaitu:Kurang memanfaatkan lingkungan sekitar danlaboratorium,kurang memahami konsep-konsep IPA,sulit memahami istilah-istilahilmiah,serta metode pembelajaran yang masih kurang bervariasi.Adapun upayamengatasinya,antara lain,memberikan motivasi untuk banyak bertanya,memberikanpelatihan kepada guru dalam pembuatan metode pembelajaran,banyak memberikanpelatihan penggunaan alat-alat peraga.,serta mengadakan media yang dibutuhkan.Untuk mengungkap data dalam menjawab masalah penelitian diatas dilakukan penelitianterhadap 20 anak di Madrasah Ibtidaiyah AL-Fathanah Makassar sebagai anggota populasiyang disampel dengan menggunakan instrument dokumentasi dan PTK, sehingga data yangterkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif berupa persentase.Berdasarkan analisis data hasil data, diperoleh kesimpulan bahwa diaknosis kesulitanbelajar peserta didik, dilakukan melalui tiga langkah penting, yaitu penelahaan status pesertadidik perkiraan sebab, serta pemecahan kesulitan dan penilaian nya. Karena itu dilakukanpenelitian yang menghasilkan akumulasi presentasi,presentse rata-rata tertinggi sebesar37,5% atau kategori jawaban sering, sehingga dapat disimpulkan bahwa diagnosiskesulitan belajar sering dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah ( MI ) AL- Fathanah MakassarKesulitan- kesulitan yang dialami peserta didik dalam belajar adalah:Sulit dalam memahamikonsep-konsep IPA,sulit dalam membaca kalimat dan istilah-istilah ilmiah,sulit dalam

penggunaan alat-alat peraga,serta metode pembelajaran yang masih kurang.Adapun upayauntuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut dengan cara memberikan motivasi kepadapeserta didik,memberikan pelatihan membaca,penggunaan alat-alat peraga,bimbinganterhadap guru,serta pengadaan media yang dibutuhkan di Madrasah Ibtidaiyah AL-FathanahMakassar.

1BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Masalahْ ُ يَرْ فَ ِع هللاُ ال ِد ْينَ َءا َمنُوْ ِم ْن ُك ْم َوال ِد ْينَ أُوْ ت واال ِع ْلم َد َر َجت Artinya:”Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu danorang-orang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” . ت منَ نشَاء ِ نَرْ فَ ُع َد َر َج Artinya:”Kami tinggikan siapa yang kami kehendaki beberapa derajat”.Ilmu pengetahuan alam(IPA) memberikan berbagai pengalamanbelajar untuk memahami konsep dan keterampilan proses sains. Keterampilanproses sains meliputi keterampilan mengamati,menggunakan alat dan bahansecara baik dan benar dengan selalu mempertimbangkan keamanan dankeselamatan kerja,mengajukan pernyataan,menggolongkan dan menafsirkandata,serta mengkomunikasikan hasil temuan secara lisan atau tertulis,menggali dan memilah informasi faktual yang relevan untuk mengujigagasan-gagasan atau memecahkan masalah sehari-hari 1.1Anonim Kurikulum Pendidikan Dasar dan Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP)Mata Pelajaran IPA. Jakarta: Depdikbud. 2006.

2Dalam mempelajari IPA, peserta didik lebih sering dihadapkan dengankonsep-konsep yang bersifat abstrak, banyaknya istilah asing dan nama-namailmiah.Selain itu pada materi tertentu,misalnya pada pewarisan sifat.Hal iniyang membuat pelajaran ini lebih sulit dipelajari oleh peserta didik,bahkan takjarang guru mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi pelajaranini.Dengan mengetahui jenis-jenis kesulitan belajar dan faktor-faktor yangmempengaruhinya,guru dapat memberikan penanggulangan sesuai denganjenis kesulitan belajar peserta didik serta diharapkan guru mampumeningkatkan profesionalisme dalam mengajar sehingga dapat mengurangitingkat kesulitan belajar IPA pada peserta didik.Dalam mengembangkan IPA guru harus menyadari bahwa pelajaranini lebih dari kumpulan fakta atau konsep, tetapi juga merupakan kumpulanproses dan nilai yang dapat dikembangkan dalam kehidupan nyata.Banyakpeserta didik yang tidak dapat mengembangkan pemahamannya terhadapkonsep-konsep pelajaran ini karena antara perolehan pengetahuan danprosesnya tidak terintegrasi dengan baik sehingga para peserta didikmengalami kesulitan dalam belajar IPA, khususnya.Kesulitan-kesulitan yangsering dihadapi peserta didik Madrasah Ibtidaiyah dalam mempelajari IPAantara lain kesulitan dalam memahami konsep-konsep IPA, kesulitan dalammembaca kalimat dan istilah asing serta kesulitan dalam menggunakan alat.# QS 58.11## Al An’am:83

3Hal ini juga disebabkan oleh beberapa faktor,baik faktor internalmaupun eksternal dari peserta didik.Madrasah Ibtidaiyah Al-FathanahMakassar salah satu sekolah suwasta yang terletak di Kecamatan Sudiang.Secara fisik, MI Al-Fathanah cukup memadai untuk melaksanakan prosesbelajar mengajar.Di MI ini ternyata masih banyak kendala yang dihadapi olehpara peserta didiknya,yaitu masalah kesulitan belajar IPA.Salah satu matapelajaran yang menyebabkan para peserta didik di MI Al-Fathanah inimengalami kesulitan belajar yaitu mata pelajaran IPA,khususnya. Berdasarkandata hasil belajar peserta didik kelas VI, dapat diketahui bahwa kelas VImemiliki tingkat pemahaman yang lebih rendah dalam mata pelajaran ini.Sebanyak 20 peserta didik mempunyai nilai rata-rata IPA di bawah KKMyaitu 65.Hal ini menunjukkan peserta didik tersebut mengalami kesulitanbelajar pada sebagian mata pelajaran,yaitu IPA.Selain itu,berdasarkanobservasi yang dilakukan peneliti pada saat melakukan PPL,selama inipembelajaran IPA di Madrasah Ibtidaiyah Al-Fathanah kurang memanfaatkanlingkungan sekitar dan laboratorium untuk menunjang pembelajaran, terutamapada konsep-konsep abstrak yang membutuhkan percobaan.Media danmetode pembelajaran yang digunakan oleh guru juga masih kurang bervariasi,sehingga beberapa peserta didik mengalami kesulitan dalam memahamimateri pelajaran ini.Berdasarkan hasil observasi awal,didapatkan data darikeseluruhan siswa kelas VI MI Al-Fathanah yang berjumlah 40 peserta didik,

4terdapat 20 yang nilai rata-rata IPA nya di bawah KKM yaitu 65. Mengingatkondisi ini, maka perlu diadakan penelitian tentang jenis-jenis kesulitanbelajar dan upaya mengatasinya. Hasil diagnosa kesulitan belajar pada pesertadidik berguna dalam perencanaan tindakan penanggulangan yang tepat dalamsuatu pembelajaran.Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi masukanbagi guru untuk meningkatkan profesionalisme dalam mengajar sehinggadapat mengurangi tingkat kesulitan belajar IPA.Hal ini sesuai dengan,bahwasyarat guru agar dapat dikatakan profesional antara lain mampu menggunakanketerampilan diagnostik untuk membantu peserta didik yang mengalamimasalah akademik dan mampu memahami perubahan yang terjadi padapeserta didik.Faktor yang paling dominan mempengaruhi kesulitan belajar IPApeserta didk MI Al-Fathanah adalah faktor eksternal yaitu sebesar 45,51%.Namun, dalam penelitian ini belum diungkapkan secara jelas tentang jenisjenis kesulitan belajar yang dihadapi oleh peserta didik terhadap matapelajaran IPA,hanya mengungkap tentang faktor-faktor yang mempengaruhiketuntasan hasil belajar peserts didik, yaitu meliputi faktor internal daneksternal. Berdasarkan hal itu, maka dalam penelitian yang berjudul DiagnosisKesulitan Belajar IPA peserta didik Kelas VI MI AL -Fathanah ini,penelitiingin mengidentifikasi jenis-jenis kesulitan belajar peserta didik MI ALFathanah terhadap materi IPA,sehingga dapat diketahui faktor-faktor yangmempengaruhi ketuntasan hasil belajarnya.

5A. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas,maka rumusanmasalah dari penelitian ini adalah:1.Apa Jenis-jenis kesulitan belajar IPA yang dihadapi peserts didik kelas VIMI AL-Fathanah?2.Apa upaya untuk mengatasi kesulitsn belajar IPA pada peserta didikkelas VI MI AL-Fathanah Makassar?B. Tujuan PenelitianSesuai dengan rumusan permasalahan yang telah dikemukakan di atas,maka tujuan penelitian ini adalah:1. Mengetahui jenis-jenis kesulitan belajar IPA pada peserta didik kelas VI MIAL-fathanah Makassar.2. Mengetahui cara mengatasi kesulitan belajar IPA pada peserta didik kelas VIMI AL-Fathanah Makassar.C. Manfaat PenelitianPenelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi:1. Guru

6a. Sebagai bahan masukan bagi guru untuk mengetahui jenis-jenis kesulitanbelajar IPA,sehingga dapat memberikan penanggulangan sesuai denganjenis kesulitan belajarnya.b. Bahan masukan bagi guru untuk meningkatkan profesionalisme dalammengajar sehingga dapat mengurangi tingkat kesulitan belajar IPA.2. SekolahMemberikan masukan bagi sekolah mengenai jenis-jenis kesulitanbelajar IPA sehingga dapat diketahui faktor-faktor yang mempengaruhiketuntasan hasil belajar IPA dan mampu memberikan penanggulanganatausolusi bagi peserta didik yang memiliki kesulitan dalam pelajaran tersebut.3. PenelitiMemperoleh pengalaman dan pengetahuan tentang jenis-jeniskesulitan belajar dan cara smengatasi kesulitan belajar IPA.

7BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. Identifikasi Kesulitan BelajarIdentifikasi kesulitan belajar adalah penentuan atau pengenalan dalamrangka meneliti dan menemukan gejala-gejala kesulitan belajar yang dialamipeserta didik dalam proses belajar yang menimbulkan adanya hambatanhambatan tertentu dalam mencapai tujuan belajar.Ada beberapa pendapatmengenai pengertian kesulitan belajar,bahwa kesulitan belajar adalah terdapatnyasuatu jarak antara prestasi akademik yang diharapkan dengan prestasi akademikyang diperoleh1.Mereka selanjutnya menyatakan bahwa individu yang mengalamikesulitan belajar adalah individu yang normal intelegensinya,tetapi menunjukkansatu atau beberapa kekurangan penting dalam proses belajar,baik persepsi,ingatan,perhatian,ataupun fungsi motoriknya.Peserta didik dikatakan mengalami kesulitan belajar jika usahanya tidaksesuai atau lebih rendah dari kemampuan belajar yang dimilikinya 2.Sedangkanmenurut pendapat yang lain,kesulitan belajar dapat diartikan suatu kondisi proses1Wariyono, S. dkk IPA TERPADU: SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Pusat PerbukuanDepartemen Pendidikan Nasional. 20082Habiburrahman Diagnosis Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remidi Dalam PendidikanIPA. Jakarta: Depdikbud. 1990.

8belajar yang ditandai oleh adanya hambatan-hambatan tertentu dalam mencapaitujuan belajar3.definisi mengenai kesulitan belajar di antaranya sebagai berikut:1. Learning disorder (ketergangguan belajar), proses belajar seseorangterganggu karena timbulnya respon yang bertentangan.Pada dasarnya orangyang mengalami gangguan belajar,prestasi belajarnya tidak terganggu,akantetapi proses belajarnya yang terganggu atauterhambat oleh adanya responrespon yang bertentangan.Dengan demikian,hasil belajar yang dicapai akanlebih rendah dari potensi yang dimiliki.2. mampuanseorangsiswa yang mengacu kepada gejala di mana siswa tidak mampu dibawahpotensiintelektualnya.3. Learning disfunction(ketidakfungsian belajar),Menunjukkan gejala di manaproses belajar tidak berfungsi dengan baik meskipun pada dasarnya tidak adatanda-tanda subnormalitas mental,gangguan alat indra atau gangguangangguan psikologis lainnya.4. Under achifier(pencapaian rendah), mengacu kepada peserta didik yangmemiliki tingkat potensi intelektual di atas normal,tetapi prestasi belajarnyatergolong rendah.3Suhito Diagnosis Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remidial. Semarang:IKIP SemarangPress. 1997.

95. Slow learner(lambat belajar), peserta didik yang lambat dalam proses belajarsehingga membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pesertadidik lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama. Berdasarkanuraian di atas, dapat diambil pengertian bahwa kesulitan belajar adalah suatukondisi yang ditandai dengan dadanya hambatan-hambatan tertentu dalampencapaian hasil belajar pada peserta didik,sehingga prestasinya tergolongrendah (nilai tidak mencapai KKM) pada suatu mata pelajaran tertentu,dalamhalinimata pelajaranIPA.Macam-macamkesulitan belajar dapatdikelompokkan menjadi empat macam:1. Berdasarkan jenis kesulitan belajara. Kesulitan belajar beratb. Kesulitan belajar sedang2. Berdasarkan bidang studi yang dipelajaria. Kesulitan belajar pada sebagian bidang studib. Kesulitan belajar pada keseluruhan bidang studi3. Berdasarkan sifat kesulitannyaa. Kesulitan belajar sifatnya permanen/menetapb. Kesulitan belajar sifatnya hanya sementara4. Berdasarkan faktor penyebabnya.a. Kesulitan belajar karena faktor intelegensi

10b. Kesulitan belajar karena faktor non intelegensi. 4Dari beberapa pembagian mengenai macam-macam kesulitan belajar diatas, peserta didik kelas VI MI AL -Fathanah mengalami kesulitan belajar padasebagian bidang studi yaitu IPA berdasarkan hasil belajar yang ditunjukkan.Peserta didik yang mengalami kesulitan belajar pada umumnya menunjukkansikap yang kurang wajar,seperti sikap acuh tak acuh terhadap pelajaran atau guru,pendiam,jarang mengerjakan tugas, pemarah, suka membolos,dan sebagainya.Beberapa gejala yang bisa diamati sebagai pertanda adanya kesulitanbelajar adalah:1. Menunjukkan hasil belajar yang rendah (di bawah rata-rata nilai yang dicapaioleh kelompok kelas )2. Hasil belajar yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telahdilakukan, mungkin ada peserta didik yang belajar dengan giat tapi nilaiyang dicapai selalu rendah (under achievement).3. Lambat dalam melaksanakan tugas-tugas kegiatan belajar. Ia selalu tertinggaldengan teman-temannya dalam menyelesaikan tugas-tugas sesuai waktu yangtersedia.Berdasarkan pendapat di atas, salah satu gejala kesulitan belajar IPAyang bisa diamati dari peserta didik kelas VI MI AL-Fathanah Makassar4Dalyono M Psikologi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta. 1996.

11adalah nilai hasil belajar yang rendah,yaitu nilai IPA yang belum mencapaiKKM. Kegagalan bersumber dari peserta didik sebagai berikut:a. Apabila dalam batas waktu tertentu yang bersangkutan tidak mencapaiukuran tingkat keberhasilan atau tingkat penguasaan (mastery level)minimal dalam pelajaran tertentu seperti syang telah ditetapkan oleh guru(criterion referenced),dalam konteks sistem pendidikan di Indonesia,angka nilai batas lulus (passing-grade, grade standar-basis) itu ialahangka 6 atau 60 (60% dari ukuran yang diharapkan),ini dapat digolongkanke dalam lower group.b. Apabila yang bersangkutan tidak dapat mengerjakan atau mencapaiprestasi yang semestinya (berdasarkan ukuran tingkat kemampuannya,intelegensi, bakat),ia diramalkan (predicted) akan bisa mengerjakan ataumencapai prestasi tersebut,maka peserta didik dapat digolongkan ke dalamunder achiever.c. Apabila yang bersangkutan tidak dapat mewujudkan Sesuaidenganpolaorganismiknya pada fase perkembangan tertentu, maka peserta didiktersebut dapat dikategorikan ke dalam slow learner.d. Apabila tidak berhasil mencapai tingkat penguasaan yang diperlukansebagai prasyarat bagi kelanjutan pada tingkat pelajaran berikutnya. Muridini dapat dikategorikan ke dalam slow learner atau belum matang(immature) sehingga harus melakuakan pengulangan (repeaters).

12Berdasarkan beberapa penjelasan tentang kesulitan belajar, penelitimengambil kesimpulan bahwa seorang peserta didik dikatakan mengalamikesulitan belajar IPA apabila peserta didik tidak mencapai taraf kualifikasi hasilbelajar IPA.B. Karakteristik Pembelajaran IPASalah satu karakteristik yang penting dari proses belajar mengajar yangefektif ialah kemampuan guru bekerja dengan subyek didik serta kemampuanmengorganisasikan pengalaman belajar sistematik.Hal ini berarti bahwa guruhendaknya mampu dan mau mengerti keadaan subyek didiknya agar mampumengorganisasikan pengalaman belajarnya.Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu yang berhubungan dengancara mencari tahu tentang alam secara sistematis,sehingga IPA bukan hanyapenguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep atauprinsip-prinsip saja tetapi juga suatu proses penemuan.Pendidikan IPAdiharapkan menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiridan lam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannyadalam kehidupan sehari-hari.Struktur keilmuan IPA salah satunya adalah yangtelah didefinisikan oleh Biological Science Curriculum Study (BSCS).Secaraumum mata pelajaran IPA dapat ditinjau dari 3 sudut pandang yaitu:tema,level,obyek IPA.

13Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu yang lahir danberkembang berdasarkan eksplorasi,observasi dan eksperimen.Belajar IPA tidakcukup hanya dengan menghafalkan fakta dan konsep yang sudah jadi,tetapidituntut pula menemukan fakta-fakta dan konsep-konsep tersebut melaluikegiatan eksplorasi, observasi dan eksperimen .Pengajaran IPA di MI dimaksudkan agar peserta didik menguasai sertamampu menggunakan metode ilmiah yang dilandasi sikap ilmiah nggalebihmenyadarikebesaran dan kekuasaan-Nya. Untuk dapat memecahkan masalahmasalah IPA diperlukan kemampuan menggunakan metode ilmiah. Tujuanpembelajaran IPA adalah peserta didik mampu:1. melakukan pengamatan dan diskusi untuk memahami konsep hidup danorganisasi kehidupan;2. melakukan pengamatan dan diskusi untuk memahami keragaman makhlukhidup,penyebab keanekaragaman dan mengklasifikasikan organisme;3. ingketergantungan,serta pola interaksi organisme;4. melakukan percobaan dan mengkomunikasikannya untuk memahami fungsialat tubuh pada tumbuhan;5. melakukan percobaan dan mengkomunikasikan hasil percobaan tentangsistem organ manusia yang mencakup sistem pernapasan,sistem transportasi,

14system alat gerak,sistem pengeluaran,sistem syaraf,sistem indera dan sistemhormon;6. mengaplikasikan konsep kelangsungan hidup dan memahami adaptasi sertaperkembangbiakan hewan dan tumbuhan berdasarkan hasil pengamatan;7. melakukan percobaan untuk memahami cara-cara meningkatkan produksipangan dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.Banyakteori yang dikemukakan tentang belajar dan pembelajaran. Jenis belajar menurutmateri dapat dibedakan atas:a. Belajar KonsepKonsep disebut juga pengertian, yaitu merupakan serangkaianperangsang dengan sifat-sifat yang sama,contoh belajar pada materijantung dan darah.b. Belajar ujuan,danmemerlukan manipulasi serta koordinasi informasi yang ng,dan lain sebagainya.Sedangkancontoh dari keterampilan intelektual adalah merumuskan masalah,mengadakan penelitian, dan menyimpulkan.

15c. Belajar prinsipPrinsip adalah pola hubungan fungsional antarkonsep.Contohbelajar prinsip yaitu belajar pada mataeri sirkulasi darah yang sebelumnyaharus memahami konsep darah dan konsep jantung terlebih dahulu.d. Belajar fakta (informasi)Informasi sering disebut fakta,pengetahuan,atau isi.Sifat daribahaninformasi ini adalah hafalan,sebab biasanya dipelajari secarahafalan.Contoh dari jenis belajar informasi adalah belajar lambang, kata,istilah,definisi dan lain sebagainya.Karakteristik materi IPA merupakansekumpulan materi yang berisi fakta dan konsep yang idupansehinggapembelajarannya meliputi belajar konsep, belajar fakta, belajar prinsip danbelajar keterampilan.Berdasarkan KTSP,untuk satuan Madrasah Ibtidaiyahpada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) terpadu,materipembelajarannya meliputi materi fisika, biologi, dan kimia. Namun, dalampenelitian ini, peneliti hanya menggunakan standar kompetensi untukmateri IPA.Adapun standar kompetensi IPA untuk kelas VI MI yaitumemahami kelangsungan hidup makhluk hidup.Dari standar kompetensiyang harus dicapai, peserta didik masih mengalami kesulitan ahaman

16materi/konsep yang bersifat abstrak,penggunaan istilah asing serta materiyang berkaitan dengan perhitungan (misalnya materi tentang pewarisansifat).Proses pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalamanlangsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi Alamberorientasi pada kegiatan laboratorium,percobaan atau pengamatan danmenggunakanketerampilan fisik, imaginasi dan kreativitas.PembelajaranIPA yang dilaksanakan dengan memanfaatkan media akan memudahkanpeserta didik dalam memahami materi pelajaran. pembelajaran IPAdengan media audio visual lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajarpeserta didik dibandingkan pembelajaran dengan media model.Dapatdilihat dari hasil belajar post-test pada kelompok pembelajaran audiovisual yang mengalami peningkatan sebesar 1,440.Sedangkan hasil belajarIPA pada kelompok pembelajaran model hanya mengalami peningkatansebesar 0,58Karakteristik pembelajaran IPA berorientasi pada kegiatanlaboratorium, percobaan atau pengamatan dan menggunakan keterampilanfisik,imaginasi dan kreativitas. Pengoptimalan laboratorium,penggunaanmetode dan media yang bervariasi dapat meningkatkan pemahaman siswaterhadap materi,seperti penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar(JAS),metode penggunaan CD interaktif, dan sebagainya.

17C. Kesulitan-Kesulitan dalam Pembelajaran IPA.Ketidak berhasilan dalam proses belajar mengajar untuk mencapaiketuntasan bahan ajar tidak dapat dikembalikan pada satu faktor,tetapi padabeberapa faktor yang terlibat dalam proses belajar mengajar.Faktor tersebutadalah peserta didik yang belajar,jenis kesulitan yang dialami murid dan kegiatanyang dialami dalam proses.Dalam proses diagnosis kesulitan belajar,hal yangpaling penting adalah menemukan letak kesulitan dan jenis kesulitan belajar,sehingga pengajaran perbaikan (learning corrective) yang dilakukan dapatdilaksanakan secara efektif.Kesulitan belajar IPA mencakup dua aspek,yaitu kesulitan peserta didik dalammempelajari proses-proses IPA dan kesulitan peserta didik dalam mempelajariproduk IPA berupa konsep, prinsip, dan generalisasi. Kesulitan dalammempelajari proses-proses IPA, meliputi kesulitan-kesulitan dalam: 1) melakukanobservasi, 2) melakukan klasifikasi, 3) menggunakan dan memanipulasi angkaangka, 4) berkomunikasi, 5) melakukan prediksi, 6) menarik kesimpulan, 7)mengontrol variabel, 8)menginterpretasikan data, 9) merumuskan hipotesis,dalamIPA termasuk yang berkaitan dengan struktur sel, sistem tubuh, genetika danevolusi. Kesulitan-kesulitan yang sering dihadapi peserta didik MI dalammempelajari IPA,antara lain kesulitan dalam memahami konsep-konsep Biologi,kesulitan dalam membaca kalimat dan istilah asing serta kesulitan dalammenggunakan alat praktikum . Hal ini juga dapat disebabkan oleh beberapa

18faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Dalam beberapa penelitian tentangpembelajaran IPA Biologi ditemukan banyak fakta mengenai kesulitan belajarIPA Biologi. Pada penelitian dinyatakan bahwa konsep sistem peredaran darahmanusia termasuk salah satu konsep yang diajarkan pada peserta didik kelas VIMI, dan mate

pelajaran IPA,hanya mengungkap tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ketuntasan hasil belajar peserts didik, yaitu meliputi faktor internal dan eksternal. Berdasarkan hal itu, maka dalam penelitian yang berjudul Diagnosis Kesulitan Belajar IPA peserta didik Kelas VI MI AL -Fathanah ini,peneliti