Transcription

PENILAIAN BERBASISKURIKULUM 2013*)Disampaikan Oleh:Badrun Kartowagiran**)UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA2014 *) Makalah disampaikan pada Pelatihan Penilaian Otentik Bagi Guru SMP diWonosari yang mengimplementasikan kurikulum 2013, pada 29 Ahustus 2014**) Dosen Universitas Negeri Yogyakarta

A. PENDAHULUANSampai saat ini banyak usaha yang telah dilakukan oleh Pemerintah untukmeningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, salah satu di antaranya adalah penerapankurikulum 2013. Pada dasarnya, kurikulum 2013 ini merupakan penyempurnaan dari kurikulumKTSP, utamanya dalam tataran implementasi. Sebagai contoh, baru sedikit sekolah yangmampu melakukan penilaian seperti yang dituntut pada kurikulum KTSP. Oleh karena itu, agartujuan kurikulum 2013 tercapai maka selain baik konsepnya, maka implementasinya juga harusbaik.Seperti yang tertera dalam dokumen, kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkanmanusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yangberiman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupanbermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Tujuan ini gamasyarakat,terutamagurumengiplementasikan kurikulum tahun 2013 dengan sebaik-baiknya. Keberhasilan implementasikurikulum tidak hanya tergantung pada guru tetapi juga fasilitasi Pemerintah dan dukungansemua warga masyarakat.Selain proses pembelajaran, komponen penting dalam implementasi kurikulum tahun2013 adalah penilaian. Penilaian yang diterapkan oleh pendidik (guru), satuan pendidikan(sekolah), dan Pemerintah harus berbasis atau benar-benar mengacu kurikulum 2013. Hal inidapat difahami karena penilaian dan pembelajaran tidak dapat dipisahkan karena bisa sajapenilaian merupakan sarana untuk perbaikan mengajar guru atau assessment for learning (AfL)dan penilaian sebagai sarana untuk perbaikan belajar peserta didik atau assessment as learning(AaL). Sementara itu, penilaian yang dilakukan oleh Pemerintah berupa penilaian sumatif atauassessment of learning (AoL) yang biasanya: (1) dilakukan pada akhir jenjang, dan (2) bertujuanuntuk mengelompokkan peserta didik berdasarkan pada penguasaan kompetensi yangdipelajarinya. Pada prinsipnya, penilaian yang dilakukan pendidik harus mampu mendorongpendidik untuk mengajar lebih baik dan mendorong peserta didik belajar lebih baik.

B. PENDEKATAN DAN INSTRUMEN PENILAIANPenilaian adalah kegiatan yang sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis danmenyajikan informasi secara akurat dan bermanfaat untuk menafsirkan keberhasilan belajarsiswa. Sttigins (2012) menjelaskan bahwa penilaian adalah proses pengumpulan informasitentang belajar siswa untuk perbaikan pembelajaran. Wright dan Stones (1992) menuliskan“assessment provides an accounting of how much student learn in school and what resourcesare expended on achieving those learning outcome”. Penilaian dapat menjelaskan seberapajauh siswa belajar di sekolah dan sumber apa saja yang diperlukan untuk mencapai hasilpembelajaran tersebut. Djemari Mardapi (2008) menjelaskan bahwa penilaian meliputipengumpulan bukti-bukti tentang pencapaian belajar siswa. Bukti ini tidak selalu diperolehmelalui tes, tetapi juga bisa dikumpukan melalui pengamatan atau laporan diri. Dengandemikian, penilaian adalah penafsiran terhadap informasi atau dapat juga skor hasilpengukuran dan hasilnya dikenakan pada orang perorang.Sementara itu Brown dan Keegan (2014) menjelaskan bahwa penilaian autentik adalah suatukegiatan penilaian yang mengungkap apa yang terjadi dalam kehidupan nyata. Dengan kata lain, bilakegiatan itu tidak layak dilakukan oleh orang dalam kehidupan nyata maka kegiatan itu bukan penilaianautentik. Penilaian autentik harus sama atau sangat mirip dengan situasi nyata, permasalahan yangditanyakan kepada siswa sangat realistik, benar-benar dihadapi atau ditemui oleh siswa di dunia nyata.Atau boleh juga, yang ditanyakan adalah hal-hal nyata yang terkait dengan pembelajaran yang baru sajaberlangsung.Penilaian Pencapaian Kompetensi peserta didik mencakup kompetensi sikap,pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakanuntuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan.Cakupan penilaian merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi mata pelajaran/kompetensimuatan/kompetensi program, dan proses. Teknik dan instrumen yang digunakan untukpenilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut.1. Penilaian kompetensi sikapPendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian“teman sejawat”(peer evaluation) oleh peserta didik dan jurnal. Instrumen yang digunakan

untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek atau skalapenilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.a. Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan denganmenggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakanpedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati.b. Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untukmengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaiankompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.c. Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta pesertadidik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yangdigunakan berupa lembar penilaian antarpeserta didik.d. Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasilpengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikapdan perilaku.2. Penilaian Kompetensi PengetahuanPendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan.a. Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah,menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran.b. Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan.c. Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang dikerjakan secaraindividu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.3. Penilaian Kompetensi KeterampilanPendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yangmenuntut peserta didik mendemonstrasikansuatukompetensi tertentu denganmenggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakanberupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.a. Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukansuatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi.

b. Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan,pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.c. Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulanseluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratifuntukmengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalamkurun waktu tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yangmencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.Jenis penilaian yang dapat digunakan oleh pendidik untuk menilai kompetensipengetahuan, kompetensi keterampilan, dan kompetensi sikap adalah penilaian otentik.Penilaian otentik adalah penilaian perilaku peserta didik secara multi-dimensional pada situasinyata. Penilaian seperti ini tidak hanya menggunakan tes kertas pensil atau tes tertulis sajatetapi juga menggunakan berbagai metode, misalnya tes perbuatan, pemberian tugas, danportofolio. Hargreaves dan Lorna Earl (2002) menjelaskan bahwa penilaian otentik mampumemotivasi peserta didik untuk lebih bertanggungjawab atas belajar mereka sendiri, membuatpenilaian merupakan bagian integral dari proses pembelajaran, mendorong peserta didik untuklebih berkreasi dan menerapkan pengetahuannya daripada hanya sekedar melatih ingatan.Di bagian lain, Hargreaves dan Lorna Earl (2002) memaparkan hasil penelitiannyabahwa: (1) guru lebih senang menggunakan penilaian otentik karena soal yang digunakan tidakharus diuji-coba terlebih dahulu, (2) dengan penilaian otentik dapat dibangun pemahamankolaboratif antara guru, peserta didik, dan orang tua karena penilaian otentik menilai setiapkegiatan peserta didik dan kadang-kadang melibatkan orang tua, dan (3) penilaian otentik jugaInstrumen yang digunakan dalam penilaian harus memenuhi persyaratan:1) substansi yang merepresentasikan kompetensi yang dinilai;2) konstruksi yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yangdigunakan; dan3) penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan tingkatperkembangan peserta didik.Persyaratan ini dapat terpenuhi manakala instrumen ditulis didasarkan langkah-langkahbaku, yakni: (a) menulis kisi-kisi, (b) menulis butir soal, dan (c) menelaah butir-butir instrumen.Langkah-langkah ini adalah langkah minimum yang harus dilakukan agar butir-butir instrumen

dikatakan baik. Untuk ujian skala besar, setelah ditelaah dan direvisi, maka instrumen itu harusdiuji- cobakan untuk melihat bukti empirik validitas dan reliabilitas instrumen tersebut.C. PENENTUAN KELULUSANSetiap kompetensi hasil belajar mencakup kompetensi pengetahuan, keterampilan, dankompetensi sikap, meskipun demikian penilaiannya dilakukan secara terpisah. Kriteria kelulusanuntuk kompetensi pengetahuan adalah tercapainya kompetensi minimum, yakni bila siswasudah mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperolehnya; atau bisa dinyatakandengan skor, yakni bila skor yang diperolehnya adalah 75 atau lebih besar. Kriteria kelulusanuntuk kompetensi keterampilan adalah bila seorang siswa sudah mampu mendemosntrasikansubstansi yang dipelajarinya dengan benar; atau bila dinyatakan dengan skor sebesar 75 ataulebih besar. Sementara itu, kriteria kelulusan untuk kompetensi sikap adalah bila peserta didikitu berperilaku baik, atau bila dinyatakan dalam bentuk nilai sebesar 3,67 atau lebih.D. PENUTUPKualitas pendidikan dapat ditingkatkan melalui perbaikan kegiatan di ruang kelas,perbaiki proses pembelajaran dan penilaiannya. Hal ini dapat difahami karena penilaian yangbaik dapat digunakan untuk perbaikan guru mengajar dan perbaikan siswa belajar. Semakinberkualitas kegiatan mengajar guru dan semakin berkualitas kegiatan belajar siswa makasemakin tinggi pula kualitas pendidikan di Indonesia.DAFTAR PUSTAKABrown TL, Gavin, Irving, S. Earl, dan Keegan, J. Peter. 2014. An Introduction to educational assessment,measurement and evaluation: Improving the quality of teacher-based assessment, 3rd Edition.Auckland: Dunmore Publishing Ltd.Djemari Mardapi. 2008. Teknik penyusunan instrumen: tes dan non tes. Yogyakarta: MITRA CENDIKIAEarl, L; Hargreaves, A; dan Schmidt, M. 2002. Perspective on Reform. American Educational ResearchJournal, Spring 2002, Vol. 39. No. 1.Stigin, R. and Chapuis, J. 2012. Introduction to student involved assessment for learning, 2 nd edition.Boston: Addison Wesley.Wright, B. D., & Stone, M. H. 1992. Best test design. Chicago: Mesa Press.

Sebagai contoh, baru sedikit sekolah yang mampu melakukan penilaian seperti yang dituntut pada kurikulum KTSP. Oleh karena itu, agar tujuan kurikulum 2013 tercapai maka selain baik konsepnya, maka implementasinya juga harus baik . penilaian kompetensi sikap,