Transcription

Perancangan dan Implementasi Sistem Keamanan Jaringandengan Metode AAA(Authentication Authorization Accounting)(Studi Kasus : SMA Negeri Karangpandan)Artikel IlmiahPeneliti :Darmanto (672010183)Irwan Sembiring, S.T., M.Kom.Radius Tanone, S.Kom., M.Cs.Program Studi Teknik InformatikaFakultas Teknologi InformasiUniversitas Kristen Satya WacanaSalatigaDesember 2015

Perancangan dan Implementasi Sistem Keamanan Jaringan denganMetode AAA(Authentication Authorization Accounting)(Studi Kasus : SMA Negeri Karangpandan)Artikel IlmiahDiajukan kepadaFakultas Teknologi Informasiuntuk memperoleh Gelar Sarjana KomputerPeneliti :Darmanto (672010183)Irwan Sembiring, S.T., M.Kom.Radius Tanone, S.Kom., M.Cs.Program Studi Teknik InformatikaFakultas Teknologi InformasiUniversitas Kristen Satya WacanaSalatigaDesember 2015

Perancangan dan Implementasi Sistem Keamanan Jaringan denganMetode AAA(Authentication Authorization Accounting)(Studi Kasus : SMA Negeri Karangpandan)1)Darmanto, 2) Irwan Sembiring, 3) Radius TanoneFakultas Teknologi InformasiUniversitas Kristen Satya WacanaJl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711, IndonesiaEmail: 1)[email protected], eduAbstractMost wireless networks are available in a variety of public facilities such asschools and agencies who need the information, there are various constraints includingnetwork security and service that has not been well administered. Therefore, this studyaims to implement the method of AAA (Authentication, Authorization, Accounting) andthen developed according to the results and evaluations that have been conducted as amethod of user authentication in wireless networks to facilitate the administration of thenetwork on the SMA Negeri Karangpandan. Based on the research showed that the AAAmethod gives a fairly good level of security without compromising network performanceand facilitate network administrators in managing the existing network infrastructure.Keywords: Wireless, Authentication, HotSpot, security.AbstrakSebagian besar jaringan wireless yang terdapat diberbagai fasilitas umum sepertisekolah dan instansi yang membutuhkan informasi, terdapat berbagai kendala diantaranyakeamanan jaringan dan juga pelayanan yang belum teradministrasi dengan baik. Olehkarena itu penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode AAA(Authentication, Authorization, Accounting) kemudian dikembangkan menurut hasil danevaluasi yang telah dilakukan sebagai metode otentikasi pengguna jaringan wirelessuntuk memudahkan dalam sisi administrasi jaringan pada SMA Negeri Karangpandan.Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa metode AAA memberikan tingkat keamananyang cukup baik tanpa harus mengurangi kinerja jaringan serta memudahkanadministrator jaringan dalam mengatur infrastruktur jaringan yang ada.Kata Kunci : Wireless,Otentikasi, HotSpot, keamanan.1)2)Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Program Studi Teknik Informatika, UniversitasKristen Satya Wacana Salatiga.Staff Pengajar Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

1.PendahuluanSalah satu perubahan utama dibidang telekomunikasi adalah penggunaan teknologiwireless. Teknologi wireless juga diterapkan pada jaringan komputer, yang lebihdikenal dengan Wireless LAN (WLAN). WLan adalah jaringan komputer dimanamedia transmisinya menggunakan udara, konfigurasi jaringan WLan yang terdiri dariaccess point yang dihubungkan kepengguna melalui media udara.[1] Dikembangkanoleh IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dari sebuah organisasiyang mengurus standarisasi LAN dan MAN pada tahun 1980 bulan dua, bagian inikemudian dinamakan sebagai 802, maka bagian ini dibagi lagi menjadi beberapa unitkerja, seperti 802.11 yaitu unit kerja yang mengurusi WLan. Beberapa tahun terakhirini pengguna wireless LAN mengalami peningkatan yang pesat. Peningkatanpengguna ini juga dibarengi dengan peningkatan jumlah Hotspot di tempat-tempatumum, seperti kafe, mall, bandara, perkantoran bahkan juga di kampus dan di sekolahsekolah, dengan Hotspot kita bisa menikmati akses internet dimanapun kita beradaselama di area Hotspot tanpa harus menggunakan kabel. Adanya layanan Hotspotinilah yang nanti diharapkan akan mempercepat akses informasi bagi pelajar,karyawan dan pengajar, khususnya di dunia pendidikan yang mana diketahui sebagaiparameter kemajuan teknologi informasi. Jaringan Wireless LAN (Hotspot) di SMA NegeriKarangpandan saat ini tidak menggunakan authentication server pada jaringan Wireless LAN(Hotspot) penelitian ini megimplementasikan penggunaan sistem operasi Linux,FreeRADIUS dan ChilliSpot untuk authentication dan identifikasi pengguna Hotspot,sehingga dari sisi user memiliki kemudahan dalam hal melakukan hubungan(konektivitas) ke jaringan Wireles LAN dan dari sisi administrator mempunyai mediadalam memantau dan mengontrol user yang terhubung ke jaringan serta dapatmembatasi penggunaan bandwidth.SMA Negeri Karangpandan saat ini memiliki kapasitas bandwidth internet 8Mbps. Akses internet tersebut dimanfaatkan untuk menunjang sistem pembelajaransiswa dengan dilengkapi sistem akademis, e-learning, dan lain sebagainya. Untukmempercepat akses informasi SMA Negeri Karangpandan saat ini juga sudah menyediakanlayanan Hotspot yang dapat diakses melalui Notebook, Handphone maupun perangkatlainnya yang mendukung teknologi tersebut. Hotspot disediakan bagi pengajar danpelajar untuk mengakses internet. Hotspot di SMA Negeri Karangpandan terdapatbeberapa titik area jangkauan yaitu di ruang guru dan area taman sekolah.Pengembangan selanjutnya diharapkan diseluruh lingkungan SMA Negeri Karangpandanterjangkau layanan Hotspot.Jaringan Wireless LAN (Hotspot) di SMA Negeri Karangpandan saat inimenggunakan WPS (Wifi Protected Setup) sebagai wireless security dimana WPSmempunyai kelemahan pada keamanan, sehingga dapat login tanpa mengetahuiusername dan password terlebih dahulu. Lubang keamanan yang dimiliki WPS cukupbanyak sehingga mudah login tanpa username dan password oleh pihak ketiga yangtidak berhak, maka penggunaannya tidak disarankan, serta tidak adanya sisteminformasi bandwidth dan user management dan monitoring membuat administrator tidakdapat memantau serta mengontrol user maupun bandwidth didalam jaringan Wireless LAN(Hotspot) di SMA Negeri Karangpandan. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapatmenyelesaikan masalah tersebut dengan merancang dan mengimplementasikan sistemkeamanan jaringan dengan metode AAA (Authentication, Authorization, Accounting) pada1

SMA Negeri Karangpandan. Metode AAA menyediakan proses outhentication melaluiID (usename dan password). Proses authentication ditunjukkan dengan pemberian hakakses kepada pengguna dan untuk proses accounting yang berfungsi untuk mancatatberapa lama seorang pengguna sudah terkoneksi dengan jaringan internet.Adapun batasan masalah pada penelitian ini adalah dalam pengujian metodeAAA (Authentication, Authorization,Accounting) pada SMA Negeri Karangpandanyaitu : a) Pengujian keamanan Athentication sebelum metode AAA menggunakantools Wps-pin dan Jumpstart. b) Pengujian keamanan sesudah menggunakan metodeAAA dengan tools Wireshark dan melakukan Session Hijacking c) PengujianAuthorization menggunakan Speedtest. d) Pengujain ini tidak melakukan prosesAccounting. e) Simulasi dilakukan dilingkungan laboratorium SMA NegeriKarangpandan.2.Tinjauan PustakaPenelitian yang berjudul “Autentikasi Pengguna Wireless LAN Berbasis RadiusServer (Studi Kasus WLAN Universitas Bina Darma)”, merupakan penelitian yangmenjelaskan mengenai pembuatan autentifikasi server pada jaringan Wireless LAN(Hotspot) menggunakan sistem operasi Linux, FreeRADIUS, ChilliSpot, Dialupadmin,untuk autentifikasi dan identifikasi pengguna Hotspot di Universitas Bina Darma.Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang sedang dilakukan adalah sebagai acuanuntuk membuat proses autentifikasi pada SMA Negeri Karangpandan.[11]Penelitian yang berjudul “Evaluasi Penerapan Autentikasi Pengguna WirelessLAN Berbasis Radius Server Universitas Bina Darma”, pada penelitian ini membahastentang pengevaluasian autentikasi yang telah diterapkan pada Universitas Bina Darma.Hasil dari penelitian ini adalah keamanan pada wireless dengan menggunakan radiusmemiliki tingkat keamanan yang tinggi. Perbedaan dengan penelitian yang sedangdilakukan adalah penelitian ini mengevaluasi autentifikasi dan proses otorisasi padaSMA.[12]Sistem Konsep kerja server otentikasi dikenal AAA (Authentication, Authorization,Accounting). Yang terdiri dari Authentication, Autorization, dan pendaftaran akun pengguna.Konsep AAA mempunyai fungsi yang berfokus pada tiga aspek dalam mengontrolakses user, yaitu : a) Authentication adalah proses verifikasi untuk menyatakan suatuidentitas. b) Autorization melibatkan penggunaan seperangkat aturan-aturan yangberlaku untuk memutuskan aktifitas apa saja yang diizinkan dalam sistem atau sumberdaya jaringan tertentu untuk pengguna yang terotentikasi. c) Proses Accountingmerupakan proses dimana terdapat proses pencatatan berapa lama seorang penggunasudah terkoneksi (waktu mulai atau waktu stop) yang telah dilakukan selamapemakaian.[6]Berdasarkan pada penelitian yang terkait dengan keamanan Wireless dankelemahan access point, maka dilakukan pengembangan penelitian yang membahasPerancangan dan Implementasi Keamanan Jaringan dengan Metode AAA(Authentication, Authorization, Accounting).2

3.Metode dan Perancangan SistemDalam merancang dan mengimplementasikan keamanan jaringan diperlukansuatu rancangan sistem terlebih dahulu untuk memberikan gambaran secara terperincikepada pengguna jaringan internet. Metode pengembangan sistem yang akan digunakandalam perancangan sistem keamanan jaringan pada SMA Negeri Karangpandan adalahmetode Network Development Life Cycle (NDLC). Bagan model NDLC dapat dilihatpada Gambar 1.Gambar 1 Network Development Life Cycle [4].Analisa lisa dilakukan perencannaa kerja, berdasarkan latar belakangpermasalahan dan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini.Tahapan dilakukandengan pengujian keamanan jaringan dengan metode tindakan (action research) bypassmencoba melewati keamanan wps (wifi protected setup) dan analisis kebutuhandilakukan untuk mengumpulkan data dengan cara mengumpulkan artikel yangberkaitan dengan keamanan jaringan. Untuk dapat mengimplementasikan sistem ini,dibutuhkan dua buah laptop yang terhubung dalam satu jaringan local dan terintegrasidengan internet yang berfungsi sebagai server maupun client. server berfungsi untukotentikasi password dari client, sedangkan client berfungsi untuk melakukan mengirimpassword yang telah tedaftar ke server.Setelah perancangan sistem, dilakukan tahapan desain. Tahapan desain menggunakanTopologi ESS karena topologi ini menggunakan access point sebagai pengatur lalulintas data pada jaringan wireless. Perancangan topologi jaringan dapat dilihat padaGambar 2.3

Gambar 2 Topologi jaringanPada Gambar 3 menjelaskan bahwa SMA Negeri Karangpandan memiliki tigajaringan berbeda yang merupakan jaringan kantor sekolah, Lab. Komputer, jaringanwireless Ruang Guru dan Taman. Setiap jaringan sebelum perancangan tidak memilikiserver. Permasalahan yang terjadi keamanan yang dibuat dengan menggunakan wps(wifi protectes setup) setelah dilakukan pengujian keamanan dihasilkan wps dapat dibypass. Dengan melalukuakan perancangan pada penelitian ini diharapkan tiap jaringanyang terhubung pada wireless dapat terpantau secara langsung. Perangcangan danimplementasi sistem keamanan jaringan dengan metode AAA diharapkan dapat memberisolusi terhadap permasalahan tersebut.Setelah tahapan desain, akan dilakukan tahapan simulasi protyping. Pada tahapini dilakukan pembuatan prototipe sistem yang akan dibangun, sebagai simulasi dariimplementasi sistem produksi, dengan cara persiapan environment jaringan, karenakebutuhan akan jaringan wireless LAN yang akan dibangun mencakup PerangkatKeras Jaringan yaitu Processor Dual Core, Ram 1 GB DDR2 Hardisk 350 GB, AccessPoint dan wifi speedy.Setelah tahapan simulasi protyping, akan dilakukan tahapan penerapan (implementasi),dimana hasil dari tahapan sebelumnya diimplementasikan. Proses implementasi yangdilakukan adalah instalasi dan konfigurasi terhadap rancangan topologi.Setelah tahapan penerapan (implementasi), akan dilakukan tahapan pengawasan(monitoring). dimana pada NDLC proses pengawasan merupakan tahapan yang penting,agar jaringan komputer dan komunikasi dapat berjalan sesuai dengan keinginan dan tujuanawal dari user pada tahap awal analisis, maka perlu dilakukan kegiatan monitoring.Tahapan ini akan dilakukan proses beberapa pengujian yang diantaranya pengujianKeamanan (Autorization) dan pengujian Accounting. Dari semua proses monitoringyang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa server dapat melayani klien tanpaadanya kendala dari infrastruktur hardware dan pengujian data yang ada.4

Setelah tahapan pengawasan (monitoring), akan dilakukan tahapan pengaturan(manegement). Pada tahap management NDLC merupakan suatu aktifitas perawatan,pemeliharaan, serta pengelolaan suatu sistem jaringan yang dijalankan sebagai jaminanefektivitas dari interkoneksi sistem. Pada tahap ini juga menghasilkan pengeluaran yangberupa dan kemudahan pengelolaan mengenai metode yang cocok dan aman untukdigunakan pada Metode AAA.Pada perancangan server Radius dibutuhkan beberapa perangkat keras maupunperangkat lunak yang dapat menunjang proses penelitian. Ada beberapa proses dalamperancangan, diantaranya proses instalasi, proses konfigurasi, kemudian uji cobasistem. Struktur mekanisme othentication, authorization dan accounting yang dipakaidalam sistem RADIUS dapat diilustrasikan kedalam diagram alur. Diagram alur akanmenjelaskan bagaimana sistem RADIUS menerima sebuah permintaan dari user ketikauser melakukan login koneksi, dan mekanisme dari sistem tersebut dapat dijelaskanpada gambar 2.Gambar 3 Mekanisme Proses Koneksi Setelah LoginGambar 3 menjelaskan proses user yang sudah masuk ke dalam jaringan hotspotmelalui jaringan wireless, setelah user berhasil melakukan koneksi, maka pada tahapanselanjutnya user akan di cek username dan password, setelah username dan passwordbesar ChilliSpot akan mengecek username dan password ke data base. FreeRADIUSakan mencocokkan username dan password yang dimasukkan di database. Jikausername dan password ada pada database maka FreeRADIUS akan memberikanlaporkan kepada ChilliSpot dan ChilliSpot akan memberikan izin sehingga user bisamenggunaan internet, dan jika username dan password tidak terdaftar pada database,maka FreeRADIUS akan memberikan laporkan ke ChilliSpot bahwa username danpassword yang dimasukkan tidak ada, ChilliSpot tidak akan memberikan akses untukmengguanaan internet, dan akan meminta login. Setelah melakukan login dan5

menggunakan internet maka proses selanjutnya adalah proses autorisasi. Autorisasiadalah pembatasan hak akses berupa pembatasan bandwidth, jika user login sebagaipengajar maka akan mendapatkan bandwidth 1 Mbps, dan apabila user login sebagaisiswa maka akan mendapatkan bandwidth 512 kbps.4.Hasil Pembahasan dan ImplementasiPerancangan dan implementasi sistem keamanan jaringan dengan metode AAAdi SMA Negeri Karangpandan dibangun dengan menggunakan server Radius, danmysql sebagai media penyimpanan basis data (database). Spesifikasi yang digunakanuntuk menjalankan aplikasi ini adalah menggunakan perangkat lunak yaitu SistemOperasi ubuntu 9.04, sistem keamanan ini menggunakan perangkat keras yaitukomputer dengan processor Dual Core, RAM 1 GB DDR2, Hardisk 350 GB, Accesspoint dan wifi speedy.Server RADIUS merupakan server AAA yang bertugas untuk menangani prosesauthentication, authorization, dan accounting. Dalam penelitian ini menggunakan serverRadius dengan menggunakan aplikasi FreeRADIUS. Berikut perintah untukmengaktifkan dan menonaktifkan aplikasi paket radius:#/etc/init.d/Freeradius start /*untuk mengaktifkan radius*/#/etc/init.d/Freeradius stop /*untuk menonaktifkan radius*/Gambarl 4 Proses berjalannya FreeRadiusChilliSpot merupakan paket captive-portal sebuah “jembatan” agar clientterlebih dahulu melakukan otentikasi sebelum mengakses layanan web denganmenginisialisasi identitas user berupa username dan password dari database MySQL.ChilliSpot ini dapat terintegrasi juga dengan FreeRADIUS dengan melakukankonfigurasi.6

Gambarl 5 Configurasi ChilliSpotKonfigurasi pada Gamabr 5 merupakan konfigurasi untuk melakukan koneksiportal pada client dengan IP address “192.168.182.1”.Gambarl 6 Form LoginGambar 6 merupakan form login yang berfungsi untuk login ke hotspot SMA NKRPD sebelum dapat mengakses internet melalui web browser.Pengujian KeamananProses pengujian keamanan ini menggunakan metode login tampa username danpassword Berikut adalah hasil pengujian dan langkah dengan menggunakan metode bypasslogin.Pengujian Keamanan Sebelum Menggunakan Metode AAA.Pengujian pertama peneliti berhasil login tampa password denganmemanfaatkan Jumpstart, untuk login tampa password dari keamanan wps wifi SMANKRPD. Jumpstart dirjalan disistem windows7 yang diakses oleh klien yang mencobalogin dengan tidak menggunakan password dengan mendapatkan wps pin.7

Gambarl 7 Koneksi BerhasilBerdasarkan pengujian tanpa menggunakan AAA mempunyai sistemkeamanan yang lemah dimana password pada Wifi bisa login tampa username danpassword, dimana para hacker atau pengguna yang tidak dikenal dapatmenggunakan layanan internet tanpa mempunyai username dan password.Pengujian Keamanan Setelah Menggunakan Metode AAASession hijackingPengujian keamanan yang sudah menggunakan Metode AAA dengan carasession hijacking dengan melakukan capture paket dari client yang melakukan login kehotspot SMA Negerikrangpandan dengan mengunakan aplikasi Wireshark yangberjalan pada windows7 yang dimana tools ini digunkan untuk mendapatkan informasiuser online dan memanfatkan session dalam URL dari client untuk login kembali.Gambarl 8 Capture User yang loginBerdasarkan pengujian setelah menggunakan metode AAA dengan caramemanfaatkan session login mempunyai sistem keamanan yang aman dimana satuaccount user hanya bisa digunkana oleh satu user pada saat bersamaan, sehingga AAAmempunyai keamanan yang lebih baik karena satu user hanya dapat digunakan padasatu komputer, selain itu kelebihan yang dimiliki oleh metode AAA adalah tidak8

mudahnya login tampa username dan password (bypass) sehingga aman untukdigunakan sebagai keamanan pada login ke jaringan internet, oleh karenan itu parahacker atau pengguna yang tidak dikenal tidak dapat menggunakan layanan internet.Pengujian AuthorizationPenagmbilan data Athorization atau hak akses pada pengajar dan siswa dengancara pembagian bandwidth, dengan menggunakan speedtest dimana akan bisa dilihathasil Download Rate dan Upload Rate. Ujicoba berupa speedtest setelah dilakukanpembagian bandwidth 1 Mbps untuk pengajar dan 512 Kbps untuk siswa yangdilakukan sebanyak 5 kali pengujian mendapatkan hasil yang berbeda (dapat dilihatpada tabel 2 dan tabel 3). Hal ini karena pada saat melakuakn speedtest traffic pada saatitu berubah-bubah, sehingga dapat disimpulkan bahwa download rate dan upload ratedi bawah 1 Mbps sedangkan download rate siswa dan upload rate dibawah 512 Kbpsmenghasilkan nilai rata-rata dibawah bandwidth yang ditentukan.Tabel 2 Data Pengujian Authorization Pengajar.UserPURWANIRENY FAJARINAHARTONOWAGIMINSUGIYARSODownload Rate(Mbps)0.990.970.790.830.99Upload rPengajarPengajarPengajarPengajarTabel 3 Data Pengujian Athorization Siswa.UserROHMAN A.M.FAJAR DEVIDEVI CANDRA A.JERI TRIANADIAN TRI UTAMIDownloadRate(Mbps)0.490.310.430.340.41Upload swaSiswaSiswaSiswaBerdasarkan Tabel 2 dan tabel 3 metode AAA mempunyai sistem yangbaik dimana user Pengajar maksimal download rate 0.99 Mbps dan maksimalupload rate 0.93 dimana telah sesuai dengan Autorisasi yang ditentukan yaitu 1 Mbps.Sedangkan user Siswa maksimal download rate 0.49 Mbps dan maksimal uploadrate 0.34 Mbps dimana telah sesuai dengan Autorisasi yang ditentukan yaitu 512Kbps, dari percobaan yang telah dilakukan mendapatkan hasil Authorization yangsesuai.Accounting Data User OnlineSelajutnya proses hasil monitoring pada sistem yang telah dibangun dapatdilihat user yang online pada Gambar 9.9

Gambarl 9 Data User OnlineGamabar 9 menunjukkan Proses Pengumpulan data informasi seputarberapa lama user melakukan koneksi yang telah dilalui selama pemakaian darikoneksi internet.5.SimpulanDari analisa yang telah dilakukan didapat hasil bahwa keamanan jaringandengan metode AAA dapat login menggunakan username dan password yangtelah terdaftar didalam database server. sehingga bisa memberikan manfaat bagiSMA Negeri Karangpandan, untuk user yang tidak terdafatar didalam databaseserver tidak dapat melakukan login. Hasil pengujian sistem dilakukan untukmemastikan dan membuktikan bahwa sistem yang dibangun telah memenuhikebutuhan administrator dalam memantau dan mengontrol user yang terhubungjaringan.6.Daftar Pustaka[1]Teuku Yuliar Arif, Syahrial, dan Zulkiram, “Studi Protokol Autentikasi padaLayanan Internet Service Provider (ISP)”, Jurnal Rekayasa ELektrika:Volume 6 No.1 / April 2007, http://ft-elektro.usk.ac.id/content/view/242/, (1Mei 2008).Darmariyadi, A. , “Remote Access Dial-In User Service dan AspekKeamanannya”, Laporan Akhir EC7010 Institut Teknologi Bandung,2003,http://www.cert.or.id/ budi/courses/ec7010/2003/index.html, (6 Mei 2008)[2][3]Kristanto, Andri. 2003. Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya.Yogyakarta : Grava Media.[4] Goldman, James E.Rawles, Philip T. 2001. Applied Data Communication :a business Oriented Approach 3rd edition. New York : Wiley John andSons Inc.[5] Madjid Nakhjiri, Mahsa Nakhjiri (2005). “AAA and Network Security forMobile Access RADIUS, DIAMETER, EAP, PKI AND IP Mobility”.Chichester : John Wiley & Sons Ltd.[6] Hassel, Jonathan. (2002). RADIUS. Cambridge, Massachusetts : O’ReillyMedia.10

Thomas, Tom (2004). Network Security First-Step. Tim Penerjamah ANDI– Ed.I. – Yogyakarta: ANDI.[8] Al Fatta, Hanif. 2007. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untukKeunggulan Bersaing Perusahaan dan Organisasi Modern. Yogyakarta :Andi Offset.[9] Arifin, Zaenal. 2008. Sistem Pengamanan Jaringan Wireless LAN BerbasisProtokol 80.2.1x & Sertifikat. Yogyakarta :Andi.[10] Imam Cartealy (2013). Linux Networking. Jasakom.[11] Kunang yesi, yadi Ilman. Autentikas Pengguna Wireless LAN Berbasis Radius[7]Server.Universitas Bina Darma.[12] Ar. Abdul Aziz. Evaluasi Penerapan Autentikasi Pengguna Wireless LAN BerbasisRadius Server Universitas Bina Darma.11

Hasil dari penelitian ini adalah keamanan pada wireless dengan menggunakan radius memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Perbedaan dengan penelitian yang sedang dilakukan adalah penelitian ini mengevaluasi autentifikasi dan proses otorisasi pada SMA.