Transcription

BAB IIANALISIS NOVEL HAFALAN SHALAT DELISAA. Sinopsis Novel Hafalan Shalat DelisaDelisa adalah seorang gadis kecil berusia 6 tahun. Delisa tinggal di tepipantai Lhok Nga, Aceh. Delisa tinggal dengan ibunya dan ketiga kakakperempuannya yaitu : Fatimah berusia 16 tahun dan bersekolah di madrasahAliyah, Aisyah dan Zahra berusia 12 tahun dan bersekolah di madrasahtsanawiyah, keduanya lahir dengan dengan beda 43 menit. Ummi Delisabernama Salamah, beliau seorang penjahit, beliau sangat sabar, penyayang,bijaksana dan tegas dalam mendidik anak-anaknya.Ayah Delisa bernama Usman, Delisa dan ketiga kakaknya memanggilnya“Abi”. Abi bekerja sebagai teknisi kapal tanker di sebuah perusahaan minyakasing di Arun. Ayah Delisa jarang sekali berada di rumah, beliau akan berlayarselama tiga bulan dan berada di rumah selama dua minggu. Abi sangatmenyayangi keluarganya, seminggu sekali abi akan menelepon dan berbicaradengan ummi dan ketiga anaknya.Minggu pagi, Adzan subuh berkumandang, Aisyah dan Fatimah berusahamembangunkan Delisa, tetapi ia sulit sekali dibangunkan. Meskipun belumhafal bacaan shalat, Delisa harus ikut shalat shubuh berjamaah, Ummi yangmenjadi imam shalat berjamaah di rumah, setelah itu mereka harus mengajidengan Ummi. Saat itu Delisa sedang berusaha menghafalkan bacaan shalatnya34

35di depan rumah tetapi Aisyah yang jahil selalu menggoda Delisa. Ummi keluardari rumah dan mengajak Delisa ke pasar untuk belanja dan membeli sebuahkalung hadiah untuk Delisa.Delisa memilih sendiri kalungnya, di kalung tersebut terdapat ukiranhuruf D yang merupakan inisial nama Delisa, Ummi Salamah membeli kalungitu di toko mas milik Koh Acan. Delisa senang sekali, kalung itu merupakanhadiah hafalan shalatnya. Di rumah, Delisa memamerkan kalung itu padakakak-kakaknya, meskipun kalung tersebut masih disimpan ummi karenaummi akan memberikan kalung tersebut jika Delisa sudah hafal dan dinyatakanlulus oleh Bu Guru Nur ketika praktek shalat hari minggu nanti.Aisyah merasa cemburu dengan Delisa. Bahkan ketika Abi telepon, iatidak mau berbicara dengan Abi, Aisyah yang biasanya jahil menjadi pendiam,dan Ummi merasakan perubahan sifat Aisyah tersebut. Pada suatu sore, ummiberusaha mengajak berbicara Aisyah dan ummi berhasil menghilangkan rasacemburu Aisyah pada Delisa bahkan Aisyah membantu Delisa menghafalkanbacaan shalatnya dengan teknik jembatan keledai buatan Aisyah.Minggu, 26 Desember 2004, hari ini Delisa akan pergi ke sekolah denganummi. Bu Guru Nur sengaja mengadakan praktek shalat pada hari minggu agarorang tua dapat menemani anaknya. Delisa dan Ummi tiba di sekolah, dansecara bergiliran siswa melakukan praktek shalat di depan Bu Guru Nur. Kini,giliran Delisa melakukan praktek shalat, takbiratul ihram, doa iftitah, surat alFatehah berhasil dibaca Delisa, meskipun gempa hebat terjadi Delisamelakukan gerakan shalat tersebut dengan khusyuk hingga sampai pada

36gerakan sujud, namun yang terjadi selanjutnya adalah air menyeret Delisa danmembuatnya tak sadarkan diri. Ummi dan Bu Guru Nur berusahamenyelamatkan Delisa namun gagal, Delisa terseret air hingga ke bukit.Itulah hari ketika gempa dan tsunami melanda Aceh, hari ketika Delisamencoba menghafalkan bacaan dan gerakan shalat dengan khusyuk untukpertama kalinya. Berita duka tersebut segera menyebar dengan cepat ke seluruhpenjuru dunia. Abi sangat terkejut mendengar berita tersebut, Abi segera mintaizin pulang.Sudah tujuh hari tujuh malam Delisa terkapar, hanya minum air hujandan makan apel yang berada di dekatnya, selama itu ia pingsan dan bermimpiberada di depan suatu tempat yang indah. Ia melihat Kak Fatimah, Kak Zahra,Kak Aisyah, dan Ummi meninggalkannya memasuki tempat tersebut. Ketikaitu, tentara Amerika di kerahkan untuk mencari korban Tsunami, Prajurit Smithmenemukan Delisa dan segera membawa Delisa ke kapal induk untukmendapatkan perawatan.Empat hari sejak dirawat, Delisa belum sadarkan diri, luka di tubuhDelisa segera diobati, lengan Delisa di gips dan betis kaki kanannyadiamputasi. Sementara itu Abi sedang melihat lokasi sekeliling rumah yangmenyedihkan, dalam pikiran Abi terbayang kebersamaan Abi dengan Ummi,Fatimah, Aisyah, Zahra dan Delisa. Koh Acan membawa berita bahwa jenazahAisyah dan Zahra telah dimakamkan, beberapa hari kemudian Teuku Dienmengabarkan bahwa jenazah Fatimah juga telah dimakamkan.

37Pada suatu malam Delisa sadar, Dokter Eliza dengan semangatmemeriksa kondisinya. Suster Shopi menemani dan merawat Delisa,mengganti baju Delisa dan memberi Delisa cokelat. Meskipun Delisakehilangan kakinya dan teringat kejadian yang telah dialaminya, ia tetap bisatesenyum. Suster Shopi berusaha mencari tahu identitas Delisa denganmeminta Delisa mengisi daftar isian seperti formulir, dan dari formulir itulahsuster Shopi mengetahui nama Delisa.Berdasarkan data di formulir tersebut, nama Delisa tergabung dengannama orang yang selamat dari bencana tesebut, dan Abi segera mencariinformasi keberadaan Delisa itu. Abi mendarat di kapal induk denganhelikopter dan segera mnemui Delisa di kamar perawatan, Abi memeluk Delisadan Delisa segera menceritakan yang terjadi pada dirinya dengan tegar tanpamerasa sedih sedikitpun.Enam minggu setelah bencana tsunami melanda Aceh, Delisa kembali keLhok Nga. Sejak tiba di Lhok Nga, Abi dan Delisa tinggal di tenda darurat,setiap hari Delisa berkeliling melihat-lihat meunasah dan sekolahnya dulu. Abipernah mengajak Delisa ke pemakaman massal, mendoakan Kak Fatimah, kakZahra dan Kak Aisyah serta membawakan mawar biru untuk ketiga kakaknya.Waktu berlalu dengan cepat, Abi membangun rumah mereka yang duludengan bahan seadanya. Delisa juga mulai belajar mengaji dengan kak Ubai, iaadalah salah satu relawan PMI. Delisa juga sudah sekolah di sekolah daruratdan ibu guru Ani yang mengajar Delisa dan teman-temannya. Meskipun tanpaseragam dan denagn peralatan seadanya, sekolah bagi Delisa tetap

38menyenangkan. Masalah bagi Delisa adalah ketika ia lupa dengan seluruhbacaan shalat yang telah dihafalkannya sebelum bencana itu terjadi.Abi berusaha berperan sebagai ummi, kakak dan teman untuk Delisa.Malam itu, dalam tahajudnya Abi mengadu pada Allah atas kerinduannya.Kerinduan dengan ummi, Fatimah, Aisyah dan Zahra, tanpa sepengetahuan AbiDelisa bangun dan memeluk leher Abi dari belakang.Tiga bulan berlalu, hari itu adalah perpisahan bagi Delisa. Saat itu sudahada tentara Amerika dan suster Shopi, mereka semua berpamitan denganDelisa, Suster Shopi memberi Delisa cokelat dan ia sangat senang sekali. Pagiitu Delisa berkunjung ke pemakaman, disana ia melihat Umam dan iamenghampiri Umam. Delisa berniat membagi cokelat degan Umam, darikejauhan Teuku Dien, Ayah Umam membawa kabar gembira bahwa ummiUmam telah ditemukan selamat dari bencana tsunami dan dirawat di Medan.Inilah awal kecemburuan Delisa, ia cemburu dengan Umam. Delisasedih, ia menangis, ia marah dan membenci semuanya. Kemarahan dankebencian Delisa berdampak pada tubuhnya, tubuh Delisa demam tinggi danmalam itu Abi membawa Delisa ke rumah sakit. Setelah dirawat di UGD,kondisi Delisa membaik. Abi sangat bersyukur dan keesokan sorenya DokterPeter mengizinkan Delisa pulang. Setiba di rumah, Delisa disambut denganpesta kecil oleh Ibu Guru Ani dan teman-temannya serta para sukarelawan.Delisa juga sangat bahagia karena ia mendapat hadiah kaki palsu dari DokterEliza. Setelah pulang dari rumah sakit, kegiatan Delisa semakin padat, tidak

39hanya sekolah dan mengaji tetapi ia juga belajar menggunakan komputer padaKak Ubai dan yang paling penting ia sudah semakin hafal bacaan shalat.Sabtu Sore, Delisa dan teman-temannya diajak Kak Ubai ke salah satubukit. Disana mereka belajar menggambar, ketika waktu ashar tiba merekashalat berjama’ah bersama, dengan khusyuk Delisa melaksanakan shalat ituhingga selesai shalat ia masih terisak. Ia sudah tidak ingin lagi kalung maupunsepeda yang ia ingin Ummi melihatnya, melihat ia mampu menghafal bacaandan melaksanakan shalat itu hingga selesai.Setelah kegiatan menggambar selesai, Delisa menuruni sungai untukmencuci tangan. Delisa menatap sesuatu di seberang sungai, sesuatu yangbercahaya. Ia mendekat hingga celananya basah, Delisa gemetar sesuatu yangbercahaya itu kalung berinisial D untuk Delisa. Kalung itu seperti tersangkut didahan pohon, Delisa mendekat sendinya seperti remuk, kalung itu tersangkut disebuah tangan yang telah menjadi kerangka, dan kerangka itu adalah kerangkaUmmi Delisa selanjutnya ia jatuh ke dalam sejuknya air sungai.B. Unsur Intrinsik Novel Hafalan Shalat DelisaUnsur instrinsik adalah unsur yang membangun novel dari dalam. Unsurinstrinsik novel terdiri atas: tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, sudutpandang dan amanat. Berikut ini pembahasan dari unsur instrinsik yang adadalam novel Hafalan Shalat Delisa:1. TemaNovel ini mengambil tema pendidikan islam. Dilihat dari judulnyayaitu Hafalan Shalat Delisa, juddul novel ini sudah menunjukkan

40pendidikan Islam. Hal itu ditekankan pada kata “Hafalan Shalat”. Kata“Hafalan Shalat” menunjukkan bahwa adanya pendidikan dalam hal shalatsebagai upaya beribadah dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah.2. Tokoh dan penokohanTokoh dan penokohan saling berkaitan, penokohan atau perwatakanyang dimiliki tokoh akan menentukan jalan cerita, dibawah ini tokoh danpenokohan dalam novel Hafalan Shalat Delisa sebagai berikut:a) DelisaDelisa adalah tokoh utama dalam novel ini. Delisa berusia 6 tahun dansedang berusaha menghafalkan bacaan shalat. Delisa memiliki sifat yangperiang, suka bertanya, cerdas dan suka berbagi. Delisa juga senangbermain bola dengan teman laki-lakinya. Seiring berjalannya waktu,Delisa menjadi anak yang mandiri. Meskipun ia kehilangan kakinya, iatidak mengeluh dan tetap gembira. Dalam novel ini, Delisa berperansebagai tokoh utama yang selalu muncul dalam setiap cerita di dalamnovel.b) FatimahFatimah adalah kakak tertua Delisa. Fatimah berusia 16 tahun dan sedangbersekolah di Madrasah Aliyah. Fatimah memiliki sifat tanggung jawabdan rajin membaca buku. Fatimah membantu ibunya menjaga ketigaadiknya, ia suka sekali memperhatikan dan mengomentari caraberpakaian orang-orang disekitarnya. Fatimah menyayangi ketigaadiknya dengan kasih sayang.

41c) ZahraZahra adalah kakak Delisa, ia merupakan saudara kembar dari Aisyah.Zahra berusia 12 tahun, Zahra memiliki sifat pendiam dan kalem.d) AisyahAisyah adalah kakak Delisa, ia merupakan saudara kembar dari Zahra.Aisyah berusia 12 tahun, ia memiliki sifat jahil dan suka menggodaDelisa. Aisyah juga kreatif dan penyayang hal ini diwujudkannya denganmembuat jembatan keledai untuk Delisa agar Delisa mudah menghafal.e) UmmiUmmi mempunyai nama asli Salamah, ia merupakan ibu dari Delisa,Zahra, Fatimah dan Aisyah. Ummi bekerja sebagai penjahit. Ummimemiliki sifat yang penyayang, ia pandai mendidik keempat putrinya, iajuga bijaksana dan tegas.f) AbiAbi memiliki nama asli Usman, ia bekerja sebagai pelaut yaitu teknisikapal tanker di sebuah perusahaan minyak asing. Abi memiliki sifatpekerja keras, ia juga penyayang, ia sangat menyayangi keluarganya. Abiadalah orang yang taat ibadah.g) Koh AcanKoh Acan adalah keturunan Cina, ia sangat memelihara budayapeninggalan leluhurnya, namun ia memiliki rasa toleransi yang tinggi.Meskipun koh Acan Konghucu namun ia senang melihat anak-anakbelajar shalat. Koh Acan memiliki sifat yang baik, ia memberikan harga

42separuh untuk kalung Delisa. Ia juga sabar dalam menghadapi musibah,meskipun ia kehilangan seluruh keluarganya, ia tetap bisa tersenyum.Koh Acan juga orang yang pantang menyerah, meskipun usahanyahancur, ia segera membangun usahanya lagi dalam bidang lain.h) Bu Guru NurBu Gur Nur adalah Guru Delisa di sekolah, bu Guru Nur pandaimembesarkan hati muridnya, ia sangat baik hati. Bu guru Nur membantumelindungi Delisa ketika musibah terjadi.i) Ustadz RahmanUstadz Rahman adalah guru mengaji Delisa, ia pandai bercerita dan sabardalam menjawab pertanyaan Delisa, Ustadz rahman juga seringmemberikan hadiah kepada murid-muridnya.j) TiurTiur adalah teman Delisa di sekolah dan mengaji. Rumah Tiurberdekatan dengan Delisa. Ayah Tiur telah meninggal, Tiur memilikisifat baik hati, ia meminjami Delisa sepeda untuk belajar dan Tiur Jugayang mengajari Delisa naik sepeda.k) UmamUmam adalah teman Delisa. Umam memiliki sifat nakal dan jahil, iasering menarik kerudung teman-teman perempuannya, ia juga seringbersikap jahil di rumah. Umam sering mencuri uang belanja umminya,merobek buku kakaknya, memecahkan tugas keramik kakaknya,menggembosi ban motor kakaknya.

43l) Dokter ElizaDokter Eliza adalah dokter yang merawat Delisa di kapal setelah Delisaditemukan oleh tentara Amerika. Dokter Eliza berusaha menjalankantugasnya dengan baik, ia mengupayakan kaki palsu untuk Delisa.m) Suster ShopiShopi adalah seorang perawat yang merawat Delisa di kapal. Shopiberagama Islam dan berjilbab. Ia penyayang dan baik hati. Shopimemberi cokelat dan boneka kepada Delisa, ia juga merawat Delisadengan kasih sayang, Shopi juga menggantikan baju Delisa danmembacakan buku untuk Delisa dan menemani Delisa selama dirawat.n) Kak ubaiKak Ubai adalah relawan PMI yang memiliki hobi memotret, ia jugamenjadi guru ngaji sementara bagi Delisa dan teman-temannya. KakUbai juga pandai bercerita dan menjawab pertanyaan Delisa dengansabar. Kak Ubai juga pandai bergurau dan kreatif dalam mengajar muridmuridnya.o) Sersan AhmedSersan Ahmed adalah adalah lulusan terbaik pendidikan tamtama marinirdi Amerika Serikat. Ia seorang mualaf, ia sangat tegas dan galak dalammenjalankan tugas dan memimpin anak buahnya.p) Prajurit SmithPrajurit Smith Adalah anak buah dari Sersan Ahmed, ia baru sajakehilangan anak dan istrinya. Prajurti Smith menemukan Delisa di tengah

44semak belukar dan hal ini menjadi salah satu alasannya memeluk agamaIslam dan mengubah namanya menjadi prajurit Salam.q) Dokter PeterDokter adalah dokter yang merawat Delisa di rumah sakit, ia amat tegasdan berusaha menjalankan tugasnya dengan baik.3. Sudut pandangSudut pandang dalam novel Hafalan Shalat Delisa adalah orangketiga. Dalam Novel ini banyak digunakan penyebutan nama dan kata gantiorang ketiga seperti: ia.4. AlurCerita dalam novel ini berurutan dari satu waktu ke waktu berikutnyasehingga alur dalam novel Hafalan Shalat Delisa adalah maju. Meskipunada beberapa bagian pada cerita yang menceritakan kehidupan masa lalunamun lebih banyak cerita yang mengarah ke masa dan waktu yang akandatang.5. LatarLatar terbagi menjadi tiga, yaitu: latar waktu, latar tempat dan latarsuasana. Berikut ini penjelasan dari ketiga latar dalam novel Hafalan ShalatDelisa:a) Latar tempatLatar tempat dalam novel ini secara umum di Lhok Nga, Aceh. Namunada pula bagian cerita ini yang berada di kapal, rumah Delisa, rumah

45sakit, lapangan bola, pemakaman massal, sekolah, meunasah, tendapengungsian.b) Latar waktuLatar waktu dalam novel ini antara lain: pagi, siang, sore maupun malamhari. Namun secara umum waktu dalam novel ini adalah sebelum dansetelah peristiwa Tsunami Aceh tanggal 26 Desember 2004.c) Latar suasanaLatar suasana yang sering muncul dalam novel ini adalah menyedihkandan mengharukan, namun ada beberapa bagian yang menyenangkan dangembira.6. AmanatAmanat adalah pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca.Amanat dari novel ini yaitu: Allah menguji kesabaran hambaNya dengansebuah ujian dan musibah, dan dibalik musibah dan ujian itu tersimpanhikmah yang sangat besar.C. Unsur Ekstrinsik Novel Hafalan Shalat DelisaUnsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun dan membentuk noveldari luar. Unsur ekstrinsik berkaitan dengan pengarang dan situasi serta kondisiketika novel tersebut dibuat seperti: keadaan sosial masyarakat dan kondisipsikologis dan pemikiran pengarang. Berikut ini biografi pengarang novelHafalan Shalat Delisa:

461. Biografi pengarangTere Liye merupakan nama pena dari novelis terkenal dari tanah air.Nama asli Tere Liye adalah Darwis, ia lahir dan tumbuh dewasa dipedalaman Sumatera. Darwis lahir pada tanggal 21 mei 1979. Tere Liyemenikah dengan Riski Amelia dan di karunia seorang putra bernamaAbdullah Pasai. Darwis berasal dari keluarga sederhana yang orang tuanyaberprofesi sebagai petani biasa, ia adalah anak ke enam dari tujuhbersaudara.Tere Liye meyelesaikan masa pendidikan dasar di SDN 2 KikimTimur dan kemudian melanjutkan sekolah di SMPN 2 Kikim Timur,Sumatera Selatan. Darwis kemudian melanjutkan ke SMUN 9 BandarLampung. Setelah menyelesaikan sekolahnya di Bandar lampung, Darwismeneruskan ke Universitas Indonesia dengan mengambil fakultas Ekonomi.2. Karya-karya pengarangPengarang novel Hafalan Shalat Delisa adalah Tere Liye atau Darwis.Berikut ini karya-karya lain dari Tere Liye :a) Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (Gramedia PustakaUmum, 2010)b) Pukat (Penerbit Republika, 2010)c) Burlian (Penerbit Republika, 2009)d) Hafalan Shalat Delisa (Penerbit Republika, 2005)e) Moga Bunda Disayang Alloh (Penerbit Republika, 2005)

47f) The Gogons Series : James & Incridible Incodents (Gramedia PustakaUmum, 2006)g) Bidadari – Bidadari Surga (Penerbit Republika, 2008)h) Sang Penandai (Penerbit Serambi, 2007)i) Rembulan Tenggelam di Wajahmu (Grafindo 2006 & Republika 2009)j) Mimpi-Mimpi Si Patah Hati (Penerbit AddPrint, 2005)k) Cintaku Antara Jakarta dan Kualal Lumpur (Penerbit AddPrint, 2006)l) Senja Bersama Rosie (Penerbit Grafindo, 2008)m) Eliana, Serial Anak-Anak Mamak

Zahra dan Kak Aisyah serta membawakan mawar biru untuk ketiga kakaknya. Waktu berlalu dengan cepat, Abi membangun rumah mereka yang dulu dengan bahan seadanya. Delisa juga mulai belajar mengaji dengan kak Ubai, ia adalah salah satu relawan PMI. Delisa juga sudah sekolah di sekolah darurat dan ibu g