Transcription

PENYIDIKAN TERHADAP PELAKU TINDAKPIDANA NARKOBA YANG DILAKUKAN OLEHANAK (Studi Di Polres Semarang)SKRIPSIDiajukan untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum Pada Universitass NegeriSemarangOlehBAYU LUTHFI ARDIANSYAH8111412283FAKULTAS HUKUMUNIVERSITAS NEGERI SEMARANG2017i

ii

iii

iv

v

MOTTO DAN PERSEMBAHANMOTTOSUCCES IS MY RIGHT“Kau tak akan pernah mampu menyeberangi lautan sampai kau berani berpisahdengan daratan” - (Christopher Columbus)“Bermimpilah seakan kau akan hidup lebih lama. Hiduplah seakan kau akan matihari ini” - (James Dean)PERSEMBAHANKarya ini saya persembahkan untuk :1. Bapak Suparwi dan Ibu Sri Lestari yang telah menjaga, mendidik danmembesarkanku dengan segala ketulusan dan kasih sayang nya. Sertamemberikan doa dan dukungan baik moral maupun material, tanpaadanya semangat dan dukungan dari mereka mungkin tidak akan adaskripsi ini.2. Serta kakak dan adik-adik saya tercinta (Dony, Reza, Intan)3. Teman-teman Fakultas Hukum Unnes Angkatan 2012, terima kasihatas persahabatan, pelajaran, serta kekeluargaan selama ini.vi

KATA PENGANTARPuji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat sertahidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul“Penyidikan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Narkoba yang Dilakukan olehAnak (Studi di Polres Semarang)”. Peneliti menyadari bahwa penelitian inidapat terselesaikan atas bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penelitimengucapkan terima kasih kepada :1.Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum, Rektor Universitas Negeri Semarang.2.Dr. Rodiyah, S.Pd., S.H., M.Si., Dekan Fakultas Hukum Universitas NegeriSemarang.3.Indah Sri Utari,S.H., M.Hum, Pembimbing I yang telah memberikanbimbingan, motivasi, bantuan, kritik dan saran yang dengan sabar dansepenuh hati sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini.4.Indung Wijayanto, S.H., M.H, Pembimbing II yang telah memberikanbimbingan, motivasi, bantuan, kritik dan saran yang dengan sabar dansepenuh hati sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini.5.Saru Arifin, S.H., LL.M., Dosen Wali yang dengan penuh kesabaran selalumembimbing dan mengarahkan kuliah hingga selesai.6.Penguji utama yang selalu memberikan semangat agar supaya skripsi inimenghasilkan sebuah karya agung yang baik.7.Seluruh Dosen dan Staf Akademik Fakultas Hukum Universitas NegeriSemarang.vii

8.AKBP V. Thirdy Hadmiarso, S.I.K., Kepala Kepolisian Resor Semarangyang arahan serta izin untuk melakukan penelitian di Polres Semarang.9.AIPTU Samsudin, KANIT IDIK Satuan Narkoba Polres Semarang yang telahmembantu proses penelitian dan penyusunan skripsi.10. AIPDA Aris Widardo, Penyidik Satuan Narkoba Polres Semarang yang telahmembantu proses penelitian dan penyusunan skripsi.11. IPDA Suwati, Kepala Unit PPA Satuan Reskrim Polres Semarang yang telahmembatu proses penelitian dan penyusunan skripsi.12. BRIPTU Pitaloka Hapsari, SE, Penyidik Unit PPA Satuan Reskrim PolresSemarang yang telah membantu dalam proses penelitian dan penyusunanskripsi13. Orang tua penulis, Bapak Suparwi, Ibu Sri Lestari yang tiada henti-hentinyamemotivasi dan membimbing penulis dengan segala ketulusan dan kasihsayangnya. Serta memberikan doa dan dukungan baik moral maupunmaterial, tanpa adanya semangat dan dukungan dari keduanya mungkin tidakakan ada skripsi ini.14. Saudara kandung penulis, kakak Dony Suseno, adik Reza Andika Rakhim,adik Dhea Intan Puspitasari yang telah memberikan doa dan dukungandengan segala ketulusan dan kasih sayangnya selama ini15. Sahabat-sahabat saya yaitu Yoga Wahyu Danujwa, Sigit Dwi Atmojo, DenyAdillia, Yohanes Furi, Romadhon Wahyu Prakoso, Agnes Maria, Sugiyantoyang telah memberikan dukungan kepada saya selama iniviii

ix

ABSTRAKLuthfi Ardiansyah, Bayu. 2017. Penyidikan Terhadap Pelaku Tindak PidanaNarkoba yang Dilakukan oleh Anak (Studi di Polres Semarang). Skripsi. ProdiIlmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang. Indah Sri Utari,S.H., M.Hum., Indung Wijayanto, S.H. M.H.Kata Kunci : Narkoba; Penyidikan; Tindak Pidana; Anak.Narkoba adalah zat atau obat yang diperlukan dalam bidang pengobatandan perkembangan ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang kesehatan. Tetapisekarang keberadaan narkoba berubah / bergeser dan banyak yangmenyalahgunakannya. Penyalahgunaan narkoba mendorong adanya peredarangelap yang menyasar tidak hanya pada kalangan orang dewasa tetapi jugamenyasar pada kalangan anak. Keterlibatan anak dalam penyalahgunaan narkobadari ke hari selalu meningkat, tidak hanya sebagai pengguna tetapi juga terlibatdalam peredarannya. Oleh karenanya ketika anak menjadi pelaku tindak pidana,polisi sebagai penyidik atau ujung tombak sistem peradilan pidana harus berhatihati dalam mengambil keputusan dengan tetap mempertimbangkan sifat dan cirikhas anak tersebut. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalahsebagai berikut : (1) Bagaimana pelaksanaan penyidikan tindak pidana narkobayang dilakukan oleh anak di Polres Semarang. (2) Apa saja unsur-unsur yangdigunakan oleh penyidik dalam pelaksanaan penyidikan sebagai dasar penerapansanksi terhadap anak pelaku tindak pidana narkoba di Polres Semarang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penlitianyuridis sosiologis. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknikpengumpulan data melalui wawancara dan analisis data dalam penelitian hukumtersebut digunakan sifat analasis deskriptif dalam penelitian.Hasil penelitian yang didapat bahwa pada tahap penyidikan, prosespenanganan anak dilakukan secara khusus dan berbeda dengan proses penangananorang dewasa, mengingat anak adalah generasi penerus bangsa. Seperti misal padaperkara anak, penyidik wajib meminta pertimbangan dari BAPAS (BalaiPemasyarakatan) untuk kepentingan kelangsungan hidup anak. Untuk jangkawaktu penahanan saat proses penyidikan anak paling lama 7 hari denganperpanjangan 8 hari. Penahanan dilakukan di tempat terpisah dengan ruangpenahanan orang dewasa. Aparat penyidik dalam melakukan memeriksa tidakmemakai pakaian dinas, dengan tujuan agar anak tidak takut saat diperiksa. Selainitu proses penyidikan terhadap tersangka anak adalah penyidiknya harus khususpenyidik anak.Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat perlakuan khusus yangdiberikan kepada tersangka anak berdasarkan undang-undang, hal ini dikarenakananak memiliki sifat dan ciri khusus sehingga diperlukan penanganan secarakhusus juga. Mengenai unsur-unsur yang digunakan penyidik dalaam pelaksanaanpenyidikan sebagai dasar penerapan sanksi yaitu meliputi: (1) unsur “barangsiapa” dan “setiap orang”. (2) unsur “dengan tanpa hak melawan hukum”. (3)unsur “memiliki, menyimpan, dan atau membawa psikotropika”. (4) unsur“memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yangtidak memenuhi standard dan/atau persyaratan keamanan, khasiat ataux

kemanfaatan dan mutu”. (5) unsur “memproduksi atau mengedarkan sediaanfarmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar’.xi

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL . iPERSETUJUAN PEMBIMBING . iiPENGESAHAN KELULUSAN . iiiPERNYATAAN . ivPERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH . vMOTTO DAN PERSEMBAHAN . viKATA PENGANTAR . viiABSTRAK . xDAFTAR ISI. xiiDAFTAR BAGAN . xvDAFTAR GAMBAR . xviDAFTAR LAMPIRAN . xviiBAB IBAB IIPENDAHULUAN . 11.1.Latar Belakang. 11.2.Identifikasi Masalah . 61.3.Pembatasan Masalah . 61.4.Rumusan Masalah . 71.5.Tujuan Penelitian . 71.6.Manfaat Penelitian . 81.7.Sistematika Penulisan Skripsi. 9TINJAUAN PUSTAKA . 122.1.Penelitian Terdahulu . 12xii

2.2.Narkoba . 142.2.1. Definisi Narkoba . 142.2.2. Jenis-jenis Narkoba . 152.3.Anak dalam Perspektif Undang-Undang . 222.4.Tugas dan Wewenang Kepolisian . 292.5.Penyidikan . 372.5.1. Dimensi Penegakkan Hukum Pidana . 392.5.2. Polri Sebagai Penyidik Utama dalam Penegakan Hukum . 46BAB IIIMETODE PENELITIAN . 563.1.Metode Penelitian . 563.3.1. Jenis Penelitian . 563.3.2. Pendekatan Penelitian . 573.3.3. Sumber dan Jenis Data . 583.3.4. Teknik Pengumpulan Data . 603.3.5. Analisis Data . 603.3.6. Keabsahan Data . 61BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 634.1.Pelaksanaan Penyidikan Terhadap Pelaku Tindak PidanaNarkoba yang Dilakukan oleh Anak . 634.1.1. Langkah-Langkah Penyidik Dalam PenyelesaianTindak Pidana Narkoba di Polres Semarang . 634.1.2. Pelaksanaan Penyidikan Terhadap Pelaku TindakPidana Narkoba yang Dilakukan oleh Anak di PolresSemarang. 72xiii

4.2.Unsur-Unsur yang Digunakan oleh Penyidik dalamPelaksanaan Penyidikan Sebagai Dasar Penerapan SanksiTerhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Narkoba di PolresSemarang . 92BAB VPENUTUP. 1005.1.Simpulan . 1005.2.Saran . 101DAFTAR PUSTAKA . 102LAMPIRAN . 105xiv

DAFTAR BAGANBagan 4.1 Alur Penyidikan Tindak Pidana Narkoba . 68xv

DAFTAR GAMBARDokumentasi Penelitian . 119xvi

LAMPIRANLampiran 1: Surat Izin Penelitian Di Polres SemarangLampiran 2: Surat Persetujuan Penelitian dari KapolresLampiran 3: Instrumen Wawancara di Polres SemarangLampiran 4: Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP)Lampiran 5: Surat Perintah PenyidikanLampiran 6: Surat Perintah PenangkapanLampiran 7: Berita Acara PenangkapanLampiran 8: Surat Perintah Penggeledahan Badan/Pakaian dan Alat AngkutLampiran 9: Berita Acara Penggeledahan Badan/Pakaian dan Alat AngkutLampiran 10: Surat Perintah PenyitaanLampiran 11: Berita Acara PenyitaanLampiran 12: Dokumentasixvii

BAB IPENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANGAnak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang dalamdirinya melekat harhat dan martabat sebagai manusia seutuh nya yang jugasebagai tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa,memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjaminkelangsungan eksistensi bangsa dan Negara pada masa depan.Pembicaraan tentang anak dan pelindungannya tidak akan pernahberhenti sepanjang sejarah kehidupan karena anak adalah generasi peneruspembangunan, yaitu generasi yang dipersiapkan sebagai subyek pelaksanapembangunan yang berkelanjutan dan pemegang kendali masa depan suatuNegara, tidak terkecuali Indonesia. Perlindungan anak Indonesia berartimelindungi sumber daya insani dan membangun manusia Indonesiaseutuhnya, menuju masyarakat yang adil dan makmur, materil spiritualberdasarkan Pancasila dan UUD 1945 (Nasriana, 2011:1). Perlindunganterhadap anak pada suatu masyarakat bangsa, merupakan tolak ukur peradabanbangsa tersebut karena wajib diusahakan sesuai dengan kemampuan nusa danbangsa. Upaya-upaya perlindungan anak harus dimulai sedini mungkin agarkelak berpartisipasi secara optimal bagi pembangunan bangsa dan Negara.Maka diperlukan pembinaan secara terus menerus terhadap anak demikelangsungan hidup, pertumbuhan, dan perkembangan fisik, mental serta1

2perlindungan dari segla kemungkinan yang akan membahayakan mereka danbangsa di masa depan.Pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan oleh anak dapat mengancammental anak dan masyarakat, menjadi semakin merajalela tanpa control yangcukup antara lain dapat berupa keterlibatan anak dalam penyalahgunaannarkotika. Pada masa sekarang ini begitu banyak ditemukan korban yangsebagian besar korban adalah generasi muda, dari hari kehari jumlah pecandujustru semakin meningkat, tidak hanya kalangan orang dewasa tetapi dikalangan anak sudah banyak yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotikadan bahkan di kalangan anak juga sudah ada yang terlibat dala pengedarannarkotika. Meningkatnya penyalahgunaan narkotika di kalangan anak ini telahmengisi dan menambah pola kriminalitas baru. Oleh karenanya ketika anakmenjadi pelaku tindak pidana Negara harus memberikan perlindungankepadanya.Secara hukum Negara Indonesia telah memberikan perlindungan kepadaanak melalui berbagai peraturan perundang-undangan diantaranya UndangUndang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak danUndang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Akantetapi dalam pelaksanaannya system peradilan pidana anak di Indonesia masihsering dijumpai penanganan terhadap anak pelaku tindak pidana tidak disertaidengan perlindungan hukum, pembinaan yang baik dan jaminan pelaksanaanakan hak-hak anak. Persoalan yang ada diantaranya dilakukan penahananterhadap anak, proses peradilan yang panjang mulai dari penyidikan,penuntutan, pengadilan yang akhirnya menempatkan terpidana anak berada

3dalam lembaga permasyarakatan yang meninggalkan trauma dan implikasinegatif terhadap anak (Marlina, angPemasyarakatan, dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2011 tentang SistemPeradilan Pidana Anak telah memberikan landasan hukum yang kuat untukmembedakan perlakuan terhadap anak yang terlibat suatu tindak pidana.Landasan hukum yang kuat tersebut dilatar belakangi oleh penjelasan atasUndang-Undang Nomor 11 Tahun 2011 yang menyatakan sebagai berikut :”Anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsunganhidup manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan negara.Dalam konstitusi Indonesia, anak memiliki peran strategis yangsecara tegas dinyatakan bahwa negara menjamin hak setiap anakatas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta ataspelindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Oleh karena itu,kepentingan terbaik bagi anak patut dihayati sebagai kepentinganterbaik bagi kelangsungan hidup umat manusia. Konsekuensi dariketentuan Pasal 28B Undang-Undang Dasar Negara RepublikIndonesia Tahun 1945 perlu ditindaklanjuti dengan membuatkebijakan pemerintah yang bertujuan melindungi Anak. Anakperlu mendapat pelindungan dari dampak negatif perkembanganpembangunan yang cepat, arus globalisasi di bidang komunikasidan informasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sertaperubahan gaya dan cara hidup sebagian orang tua yang telahmembawa perubahan sosial yang mendasar dalam kehidupanmasyarakat yang sangat berpengaruh terhadap nilai dan perilakuAnak. Penyimpangan tingkah laku atau perbuatan melanggarhukum yang dilakukan oleh Anak, antara lain, disebabkan olehfaktor di luar diri Anak tersebut. Data Anak yang berhadapandengan hukum dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatanmenunjukan bahwa tingkat kriminalitas serta pengaruh negatifpenyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif semakinmeningkat.”Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012, telah memberikan perlakuankhusus terhadap anak-anak yang melakukan suatu tindak pidana, baik dalam

4hukum acaranya maupun peradilannya. Hal ini mengingat sifat anak dankeadaan psikologisnya dalam beberapa hal tertentu memerlukan perlakuankhusus serta perlindungan yang khusu pula terutama terhadap tindakantindakan yang pada hakekatnya dapat merugikan perkembangan mental danjasmani anak. Hal ini direalisasikan dengan dimulai pada perlakuan khususpada saat penahanan, yaitu menahan anak terpisah dengan orang dewasa.Pemeriksaan dilakukan di bagian tersendiri yang terpisah dari orang dewasa(Soetodjo, 2006:33-34).Akan tetapi hak-hak anak tersebut di atas seringkali tidak dilindungipada setiap tingkat pemeriksaan, mulai dari proses penyidikan hingga proseske pengadilan. Polisi sebagai gerbang terdepan proses penyaringan perkarapidana yang melaksanakan proses penyelidikan danpenyidikan terhadappelaku tindak pidana narkoba dalam hal ini merupakan instansi pertama dalamsistem peradilan pidana. Aparat penyidik polisi seringkali dianggap sebagaitonggak utama penegak hukum pidana pada umumnya dan hukum alamrangkamengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk dapat dilanjutkan ke tahapperadilan polisiandalamkedudukannya sebagai aparat yang berwenang melakukan penyelidikan danpenyidikan dituntut untuk menjalankan tugas dan kewajibannya seperti yangtelah ditentukan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentangKepolisian Negara Republik Indonesia.

5Dalam rangka melaksanakan tugasnya sebagai gerbang utama prosesperadilan pidana, penyidik polisi menanggung beban yang tidak ringan.Penyidik polisi harus benar-benar menjadi penyidik yang baik, dan jugapenilaian yang baik. Penyidik polisi harus melakukan penyaringanpenyaringan terhadap arus perkara yang masuk. Pada dasarnya, tidak semuaperkara pidana yang masuk dan diterima oleh penyidik polisi diteruskan ketahapan peradilan sekanjutnya. Penyidik polisi diberikan kewenangankebijakan diskresi untuk melanjutkan atau tidak perkara pidana ke tahapselanjutnya. Peran penyidik polisi dalam penegakan hukum pidana terhadapanak telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentangSistem Peradilan Pidana Anak.Penyidik sangat berperan dalam proses penyidikan perkara pidana anakyaitu dengan melakukan tindakan penyelidikan dan penyidikan, hal ini sangatpenting dilakukan oleh kepolisian karena bertujuan melindungi hak seorangyang diduga sebagai pelaku tindak pidana. Maka harus ada bukti permulaanyang cukup untuk melakukan penangkapan. Penyidikan sebagai rangkaiandari proses penyelidikan, bermaksud untuk menemukan titik terang siapapelaku atau tersangkanya. Pasal 1 butir 2 menegaskan “penyidikan adalahserangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalamKitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) untuk mencari sertamengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidanayang terjadi guna menentukan tersangkanya”.Berkaitan dengan uraian di atas, maka penulis tertarik untukmenguraikan lebih jauh mengenai penyidikan terhadap anak yang berkonflik

6dengan hukum yaitu sebagai pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika,sehingga dalam penelitian ini penulis mengambil judul “ AKUKAN (Studi Di Polres Semarang)”1.2IDENTIFIKASI MASALAHBerdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas mengenaiPenyidikan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Narkoba yang Dilakukanoleh Anak (Studi Di Polres Semarang) terdapat beberapa masalah yangdapat diidentifikasi yaitu :a) Perlindungan terhadap anak pelaku tindak pidana narkobab) Peran dan fungsi kepolisian dalam kedudukannya sebagai aparat yangberwenang melakukan penyidikanc) Batasan-batasan yang digunakan oleh penyidik dalam pelaksanaanpenyidikan terhadap anak pelaku tindak pidana narkobad) Pelaksanaan penyidikan terhadap anak pelaku tindak pidana narkotibae) Unsur-unsur yang digunakan oleh penyidik dalam pelaksanaan penyidikansebagai dasar penerapan sanksi terhadap anak pelaku tindak pidananarkoba1.3PEMBATASAN MASALAHSesuai dengan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas,maka perlu kiranya masalah yang akan diteliti harus dibatasi, pembatasanmasalah dalam penelitian ditujukan agar permasalahan tidak terlalu luas

7sehingga dapat lebih berfokus dalam pelaksanaan dan pembatasannya. Dalampenelitian ini, permasalahan dibatasi pada :a) Pelaksanaan penyidikan terhadap pelaku tindak pidana narkoba yangdilkukan oleh anak.b) Unsur-unsur yang digunakan oleh penyidik dalam pelaksanaan penyidikansebagai dasar penerapan sanksi terhadap anak pelaku tindak pidananarkoba1.4RUMUSAN MASALAHBerdasarkan latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah sebagaiberikut:a) Bagaimana pelaksanaan penyidikan terhadap anak yang melakukan tindakpidana narkoba ?b) Apa saja unsur-unsur yang digunakan oleh penyidik dalam pelaksanaanpenyidikan sebagai dasar penerapan sanksi terhadap anak pelaku tindakpidana narkoba ?1.5TUJUAN PENELITIANBerdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalahsebagai berikut:a) Untuk mengetahui secara rinci pelaksanaan penyidikan terhadap anakyang melakukan tindak pidana narkobab) Untuk mendeskripsikan apa saja unsur-unsur yang digunakan olehpenyidik dalam pelaksanaan penyidikan sebagai dasar penerapan sanksiterhadap anak pelaku tindak pidana narkoba

81.6MANFAAT PENELITIANKegunaan atau manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:1.6.1Manfaat TeoritisPenulisan ini diharapkan mampu memberikan gambaran teoritismaupun sumbangan pemikiran dalam perkembangan ilmu hukumkhususnya dalam bidang hukum pidana yang berkaitan denganpelaksanaan penyidikan terhadap anak pelaku tindak pidana. Pengetahuanterkait dengan tindak pidana narkoba yang dilakukan oleh anak diIndonesia dan kewenangannya yang didapatkan oleh akademisi melaluitulisan dan penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuanterkait hukum di Indonesia. Ilmu pengetahuan juga dapat ditularkan dandiabdikan kepada masyarakat secara umum. Akademisi yang menjaditarget utama tentunya adalah dalam ruang lingkup Perguruan Tinggi (PT).Langkah tersebut sebagai bentuk nyata penerapan Tri Dharma PerguruanTinggi yang salah satunya adalah pengabdian masyarakat.1.6.2Manfaat Praktis1.6.2.1 Bagi PemerintahPenelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan kepadapemerintah supaya gencar melakukan sosialisasi mengenai bahayanarkoba di lingkungan sekolah baik SD, SMP, SMA agarpenyalahgunaan narkoba dapat dicegah sedini mungkin.1.6.2.2 Bagi Aparat Penegak HukumSebagai pihak yang bertugas untuk menegakkan hukum danmengawasi penerapan hukum oleh pemerintah serta memperhatikan

9pelaksanaan dan eksistensi hukum di masyarakat, tulisan inidiharapkan mampu memberikan masukan kepada aparat penegakhukum untuk lebih independen dan selektif dalam melaksanakantugas dan kewajibannya sebagai aparat yang berwenang melakukanpenyidikan terhadap anak yang melakukan tindak pidana danpelaksanaannya harus disesuaikan dengan kondisi kejiwaan si anak.1.6.2.3 Bagi MasyarakatMemberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakatmengenai keadaan hukum yang ada di Indonesia saat ini. Ketikamasyarakat memahami dan mengerti keadaan, penegakan, danpenerapan hukum di Indonesia diharapkan masyarakat mampuberperan aktif demi tercapainya tujuan hukum positif. Selainmemberikan informasi dan pengetahuan mengenai hukum diIndonesia, tulisan ini juga diharapkan mampu memberikan masukankepada masyarakat khususnya orangtua supaya terus memberikanpembinaan mengenai bahaya narkotika kepada anak mereka dimulaisejak dini.1.7 SISTEMATIKA PENULISANSistematika adalah gambaran singkat secara menyeluruh dari suatukaryailmiah. Sistematika penulisan dalam hal ini adalah sistematika penulisanskripsi. Adapun sistematika ini bertujuan untuk membantu para pembaca agardengan mudah dapat memahami skripsi ini, serta tersusunnya skripsi yangteratur dan sistematis. Sistematika penulisan skripsi merupakan bagian besar

10untuk memberikan gambaran tentang isi skripsi dan memudahkan jalanpemikiran dalam memahami secara keseluruhan skripsi. Sistematika skripsiini adalah sebagai berikut :1.7.1Bagian awal skripsi yang memuat:Sampul, lembar kosong berlogo Universitas Negeri Semarangbergaris tengah 3cm, halaman judul, lembar pengesahan, sari, mottodan persembahan, abstrak, prakata, daftar isi dan daftar lampiran.1.7.2Bagian pokok skripsi yang memuat:BAB 1PENDAHULUAN, Bab ini menguraikan tentang: lah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, ManfaatPenelitian, dan Sistematika Penelitian;BAB 2TINJAUAN PUSTAKA, Bab ini berisi tentang :Penelitian Terdahulu, Tinjauan Umum tentang Narkoba ,Tinjauan Umum tentang Anak, Tugas dan WewenangPolri, Penyidikan;BAB 3METODE PENELITIAN, Bab ini menguraikan tentang:Jenis Penelitian, Jenis Pendekatan, Sumber dan JenisData, Tehnik Pengumpulan Data, Keabsahan Data danAnalisis Data.BAB 4HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN, Bab inimenguraikan tentang hasil penelitian dan pembahasanmengenai :

11a. Pelaksanaanpenyidikanterhadapanakyangmelakukan tindak pidana narkoba;b. Unsur-unsur yang digunakan oleh penyidik dalampelaksanaan penyidikan sebagai dasar penerapansanksi terhadap anak pelaku tindak pidana narkoba;BAB 5PENUTUP, bab ini menguraikan tentang simpulan dansaran.1.7.3Bagian Akhir Skripsi ini terdiri atas Daftar Pustaka dan Lampiran.Daftar pustaka merupakan keterangan sumber literatur yang digunakandalam penyusunan skripsi. Lampiran dipakai untuk mendapatkan datadan keterangan yang melengkapi uraian skripsi.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 Penelitian TerdahuluTerdapat beberapa penelitian dengan tema serupa yang telah penelitirujuk sebagai bahan perbandingan untuk mengetahui perbedaan anatarapenelitian yang peneliti lakukan dengan penelitian yang sudah adasebelumnya. Adapun penelitian terdahulu yang pernah dilakukan antara lainsebagai berikut:Ahmad Fakthurrosad, dalam skripsinyayang berjudul “UpayaPenyidikan Dalam Menangani Kasus Tindak Pidana Narkotika (Studi DiPolda Daerah Istimewa Yogyakarta). Adapun hasil dari penelitian yangdiperoleh menunjukkan bagaimana upaya yang dilakukan Ditres Polda DIYdalam menanggulangipenyalahgunaan narkotika adalah: (1)Upayapencegahan melalui upaya prefentif. Melalui kegiatan anatara lain denganmengadakan penyuluhan dan pembinaan yang dilakukan oleh Satuan Narkobabekerjasama dengan Instansi-instansi, kegiatan pemberian brosur yangdilakukan pada saat kegiatan penyuluhan dan pembinaan Narkotikadilaksanakan, mengadakan pengawasan di tempat-tempat yang dianggaprawan terjadinya penyalahgunaan narkotika, dan melakukan operasi-operasikepolisian dengan cara berpatroli, razia di tempat-tempat yang dianggaprawan penyalahgunaan narkotika. (2) Melalui upaya penanggulanganNarkotika yaitu upaya represif yang ada hubungannya dengan tindakan tegaspolisi dalam menghadapi suatu pelanggaran maupun kejahatan dengan12

13bekerjasama dengan Instansi-instansi yang bisa membantu dalam penyidikanoleh Ditres Narkoba Polda DIY.Dilihat dari segi kajiannya, penelitian Ahmad Fakthurrosad memilikiperbedaan dengan penelitian penulis yang lebih menekankan padapelaksanaan penyidikan terhadap pelaku tindak pidana penyalahgunaannarkoba yang dilakukan oleh anak di bawah umur.Selanjutnya skripsi yang ditulis oleh Pinasalo Marsessa, yang berjudul“Pelaksanaan Penyidikan Terhadap Pelaku Tindak Pidana PencabulanTerhadap Anak (Studi Kasus di Polres Pasaman Barat). Adapun hasilpenelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan proses penyidikan terhadaptindak pidana dengan tersangka di bawah umur yang diperiksa di kantorKepolisian Resor Pasaman Barat telah dilakukan berdasarkan hukum acara diIndonesia yaitu KUHAP, perlindungan hak anak sebagai pelaku tindak pidanaberhadapan denga

gelap yang menyasar tidak hanya pada kalangan orang dewasa tetapi juga menyasar pada kalangan anak. Keterlibatan anak dalam penyalahgunaan narkoba dari ke hari selalu meningkat, tidak hanya sebagai pengguna tetapi