Transcription

GRI 101: LANDASAN2016GRI101

Daftar IsiPendahuluan3A. Latar belakang mengenai pelaporan keberlanjutanB. Ikhtisar Standar Pelaporan Keberlanjutan GRIC. Menggunakan Standar ini335GRI 101: Landasan71. Prinsip-Prinsip Pelaporan2. Menggunakan Standar GRI untuk pelaporan keberlanjutan3. Membuat klaim terkait penggunaan Standar GRI71721Istilah-istilah Kunci27Tentang Standar iniTanggungjawabStandar ini dikeluarkan oleh Global Sustainability Standards Board (GSSB).Satu rangkaian lengkap Standar GRI dapat diunduh di www.globalreporting.org/standards.Tanggapan terkait Standar GRI dapat dikirimkan ke [email protected] untukdipertimbangkan GSSB.RuanglingkupGRI 101: Landasan berlaku untuk setiap organisasi yang ingin menggunakan Standar GRIuntuk melaporkan dampak ekonomi, lingkungan, dan/atau sosial. Oleh karena itu, Standarini berlaku untuk: rganisasi yang bertujuan menyiapkan laporan keberlanjutan sesuai dengan StandaroGRI; atau rganisasi yang bermaksud untuk menggunakan Standar GRI yang dipilih, atau bagianodari isinya, untuk melaporkan dampak yang terkait dengan topik ekonomi, sosial, dan/atau lingkungan tertentu (misalnya, untuk melaporkan emisi saja).GRI 101 dapat digunakan oleh organisasi dari berbagai ukuran, jenis, sektor, atau lokasigeografis.RujukannormatifStandar ini untuk digunakan bersama-sama dengan versi terbaru dari dokumen-dokumenberikut.GRI 102: Pengungkapan UmumGRI 103: Pendekatan ManajemenDaftar Istilah Standar GRIDalam naskah Standar ini, istilah-istilah yang didefinisikan dalam Daftar Istilah digarisbawahi.Tanggalberlaku2Standar ini berlaku untuk laporan atau materi lain yang dipublikasikan pada atau setelahtanggal 1 Juli 2018. Pemberlakuan lebih awal dianjurkan.GRI 101: Landasan 2016

PendahuluanA. Latar belakang mengenai pelaporan keberlanjutanPada tahun 1987, Komisi Dunia untuk Lingkungan dan Pembangunan menetapkan tujuan aspirasional pembangunanberkelanjutan – dengan menggambarkannya sebagai ‘pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpamengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri'1Melalui kegiatan dan hubungan mereka, semua organisasi memberi kontribusi positif dan negatif terhadap tujuanpembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu organisasi-organisasi memiliki peran kunci dalam mencapai tujuan ini.Pelaporan keberlanjutan, sebagaimana dipromosikan oleh Standar GRI, adalah praktik pelaporan organisasi secaraterbuka mengenai dampak ekonomi, lingkungan, dan/atau sosialnya, dan karena itu juga termasuk kontribusinya positif atau negatif - terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.Melalui proses ini, sebuah organisasi mengidentifikasi dampak signifikannya pada ekonomi, lingkungan, dan/ataumasyarakat serta mengungkapkannya sesuai dengan standar yang diterima secara global.Standar GRI menciptakan satu bahasa yang sama untuk organisasi dan para pemangku kepentingan, sehinggadampak ekonomi, lingkungan, dan sosial dari organisasi-organisasi itu dapat dikomunikasikan dan dipahami. Standarini dirancang untuk meningkatkan komparabilitas (keterbandingan) global dan kualitas informasi tentang dampak ini,sehingga memungkinkan transparansi dan akuntabilitas organisasi yang lebih besar.Pelaporan keberlanjutan yang berdasarkan pada StandarGRI harus memberikan gambaran yang seimbang danwajar dari kontribusi positif dan negatif organisasiterhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.Gambar 1Ikhtisar rangkaian Standar GRITitik awal dalammenggunakanStandar GRILandasanInformasi yang tersedia melalui pelaporan keberlanjutanmemungkinkan para pemangku kepentingan internal daneksternal untuk membentuk opini dan untuk membuatkeputusan terinformasi tentang kontribusi organisasipada tujuan pembangunan berkelanjutan.GRI101StandarUniversalB. Ikhtisar Standar Pelaporan Keberlanjutan GRIPendekatanManajemenGRIGRI103102Standar Pelaporan Keberlanjutan GRI (Standar GRI)dirancang untuk organisasi-organisasi dalam melaporkantentang dampak mereka terhadap ekonomi, lingkungan,dan/atau masyarakat.Untuk melaporkaninformasi kontekstualtentang sebuahorganisasiMenggunakan Standar GRI sebagai rangkaian untukmenyusun laporan keberlanjutanStandar GRI disusun sebagai serangkaian standar yangsaling terkait. Standar-standar ini telah dikembangkanterutama untuk digunakan bersama-sama dalammembantu organisasi menyiapkan laporan keberlanjutanyang didasarkan pada Prinsip-Prinsip Pelaporan danberfokus pada topik yang material.PengungkapanUmumStandartopik spesifikUntuk melaporkanpendekatan manajemenuntuk setiap 0400Pilih dari standar-standar ini untuk melaporkanpengungkapan spesifik untuk setiap topik material1 Komisi Dunia untuk Lingkungan dan Pembangunan. ‘Masa Depan Kita Bersama’. Oxford: Oxford University Press, 1987, h. 43GRI 101: Landasan 20163

PendahuluanMenyiapkan laporan sesuai dengan Standar GRI menunjukkan bahwa laporan tersebut memberikan gambaran lengkapdan seimbang tentang topik material organisasi dan dampak terkait, serta bagaimana dampak-dampak tersebut dikelola.Sebuah laporan sesuai dengan Standar GRI dapat diproduksi sebagai laporan keberlanjutan yang berdiri sendiri,atau dapat merujuk informasi yang diungkapkan dalam berbagai lokasi dan format (misalnya, berbasis kertas atauelektronik). Setiap laporan yang disusun sesuai dengan Standar GRI diwajibkan mencantumkan indeks isi GRI, yangdisajikan dalam satu lokasi dan mencakup nomor halaman atau URL untuk semua pengungkapan yang dilaporkan.Lihat klausul 2.6 dalam Standar ini dan Pengungkapan 102-55 di GRI 102: Pengungkapan Umum.Menggunakan Standar GRI yang dipilih, atau bagian dari isinya, untuk melaporkan informasi spesifikSuatu organisasi juga dapat menggunakan Standar GRI yang dipilih, atau bagian dari isinya, untuk melaporkan informasispesifik, asalkan Standar yang relevan dirujuk dengan benar.Lihat Bagian 3 untuk perincian lebih lanjut dalam menggunakan dan merujuk Standar GRI.Struktur StandarStandar GRI dibagi menjadi empat seri:SeriDeskripsiStandar Universalseri 100Seri 100 mencakup tiga Standar universal:GRI 101: Landasan adalah titik awal untuk penggunaan rangkaian StandarGRI. GRI 101 menetapkan Prinsip-Prinsip Pelaporan untuk menentukan isi dankualitas laporan. Ini mencakup persyaratan untuk mempersiapkan laporankeberlanjutan sesuai dengan Standar GRI, dan menjelaskan bagaimana StandarGRI dapat digunakan dan dirujuk. GRI 101 juga mencakup klaim tertentu yangdiwajibkan bagi organisasi dalam mempersiapkan laporan keberlanjutan sesuaidengan Standar, dan bagi mereka yang menggunakan Standar GRI terpilih untukmelaporkan informasi spesifik.GRI 102: Pengungkapan Umum digunakan untuk melaporkan informasikontekstual tentang sebuah organisasi dan praktik pelaporan keberlanjutannya.Ini termasuk informasi tentang profil, strategi, etika dan integritas, tata kelola,praktik keterlibatan pemangku kepentingan, dan proses pelaporan organisasi.GRI 103: Pendekatan Manajemen digunakan untuk melaporkan informasitentang bagaimana sebuah organisasi mengelola topik material. Hal inidirancang untuk digunakan untuk setiap topik material dalam laporankeberlanjutan, termasuk yang dicakup oleh Standar GRI untuk topik spesifik(seri 200, 300, dan 400) dan topik material lainnya.Menerapkan GRI 103 dengan setiap topik material yang memungkinkan organisasimemberikan penjelasan naratif mengapa suatu topik adalah material di manaterjadinya dampak (Batasan topik), dan bagaimana organisasi mengelola dampak.Standar topik spesifikSeri 200(Topik ekonomi)Seri 300(Topik lingkungan)Seri 400(Topik sosial)Seri 200, 300, 400 mencakup banyak Standar topik spesifik. Seri-seri inidigunakan untuk melaporkan informasi mengenai dampak organisasi yangterkait dengan topik-topik ekonomi, lingkungan dan sosial (misalnya DampakEkonomi Tidak Langsung, Air, atau Kepegawaian).Untuk menyiapkan laporan keberlanjutan sesuai dengan Standar GRI, sebuahorganisasi yang menerapkan Prinsip Pelaporan untuk mendefinisikan isi laporandari GRI 101: Landasan untuk mengidentifikasi topik ekonomi, lingkungan, dan/atausosial yang material. Topik-topik material ini menentukan Standar topik spesifikmana yang digunakan organisasi untuk menyiapkan laporan keberlanjutan.Standar topik spesifik yang dipilih, atau bagian dari isinya, juga dapat digunakanuntuk melaporkan informasi tertentu, tanpa mempersiapkan laporankeberlanjutan. Lihat Bagian 3 untuk perincian lebih lanjut.4GRI 101: Landasan 2016

PendahuluanC. Menggunakan Standar iniIkhtisar isiGRI 101: Landasan adalah titik awal bagi sebuah organisasi dalam menggunakan Standar GRI untuk melaporkantentang dampak ekonomi, lingkungan, dan/atau sosialnya. agian 1 dari Standar ini menyajikan Prinsip-Prinsip Pelaporan untuk menentukan isi dan mutu laporan. PrinsipBPrinsip Pelaporan ini adalah mendasar untuk membantu organisasi memutuskan informasi apa yang harusdimasukkan dalam laporan keberlanjutan dan bagaimana memastikan kualitas informasi. agian 2 menjelaskan proses dasar dalam menggunakan Standar GRI untuk pelaporan keberlanjutan. BagianBini mencakup persyaratan mendasar untuk menerapkan Prinsip-Prinsip Pelaporan, serta mengidentifikasi danmelaporkan topik material. Bagian 3 menetapkan cara bagaimana Standar GRI dapat digunakan dan klaim tertentu, atau pernyataanpenggunaan, yang diwajibkan bagi organisasi yang menggunakan Standar.Catatan: Dokumen ini mencakup pranala ke Standar lainnya. Di sebagian besar browser, menggunakan ‘ctrl’ klik akan membuka tautan eksternal di jendela browser baru. Setelah mengeklik tautan, gunakan ‘alt’ panahkiri untuk kembali ke tampilan sebelumnya.Persyaratan, rekomendasi, dan panduanStandar GRI mencakup:Persyaratan: Ini adalah instruksi wajib. Dalam teks ini, persyaratan disajikan dalam huruf tebal dan ditandai dengankata 'harus'. Persyaratan harus dibaca dalam konteks rekomendasi dan panduan; namun, sebuah organisasi tidakdiwajibkan untuk mematuhi rekomendasi atau panduan untuk mengklaim bahwa laporan telah disusun sesuaidengan Standar.Rekomendasi: Ini adalah kasus ketika tindakan tertentu dianjurkan, tetapi tidak diwajibkan. Dalam teks ini, kata‘sebaiknya’ menunjukkan rekomendasi.Panduan: Bagian-bagian ini mencakup informasi latar belakang, penjelasan, dan contoh-contoh untuk membantuorganisasi lebih memahami persyaratan.Sebuah organisasi diwajibkan untuk mematuhi semua persyaratan yang berlaku untuk dapat membuat klaim bahwalaporannya telah disusun sesuai dengan Standar GRI. Lihat Tabel 1 di Bagian 3 untuk informasi lebih lanjut.Gambar 2 di halaman berikut memberi contoh bagaimana persyaratan, rekomendasi, dan panduan ditetapkan dalamStandar GRI untuk topik spesifik.GRI 101: Landasan 20165

Gambar 2Halaman contoh dari Standar GRI untuk topik spesifikPengungkapan 302-4Pengurangan konsumsi energiNomor dan judulpengungkapanPersyaratan pelaporanPersyaratan pelaporan Pengungkapan itu sendirimemiliki informasiyang diwajibkan untukdilaporkanOrganisasi pelapor harus menyajikan informasi berikut:a. Jumlah pengurangan konsumsi energi yang dicapai sebagai akibat langsung dari inisiatif efisiensidan konservasi, dalam joule atau kelipatannya.Pengungkapan Sejumlah pengungkapanmemiliki persyaratantambahan tentangcara mengumpulkaninformasi iniRekomendasi pelaporanTindakan yang dianjurkan,tapi tidak diwajibkanPanduanBiasanya mencakupinformasi latar belakang,penjelasan, dan contohb. Jenis-jenis energi yang termasuk dalam pengurangan; baik itu bahan bakar, listrik, pemanasan,pendinginan, uap, atau semuanya.302-4c. Dasar perhitungan pengurangan konsumsi energi, seperti tahun dasar atau kondisi awal, termasukalasan untuk memilihnya.d. Standar, metodologi, asumsi, dan/atau alat penghitungan yang digunakan.2.7Ketika menyusun informasi yang ditentukan dalam Pengungkapan 302-4, organisasi pelapor harus:2.7.1mengecualikan pengurangan yang disebabkan menurunnya kapasitas produksi ataupengalihdayaan;2.7.2menjelaskan apakah pengurangan energi diperkirakan, bermodelkan atau bersumberdari pengukuran langsung. Jika menggunakan perkiraan atau pemodelan, organisasi harusmengungkapkan metode yang digunakan.Rekomendasi pelaporan2.8Ketika menyusun informasi yang ditentukan dalam Pengungkapan 302-4, organisasi pelapor sebaiknya, jikamenggunakan standar dan metodologi yang berbeda, menjelaskan pendekatan dalam memilih mereka.PanduanPanduan untuk Pengungkapan 302-4Organisasi pelapor dapat memprioritaskanmengungkapkan inisiatif pengurangan yang diterapkandalam periode pelaporan, dan yang berpotensimemberikan kontribusi yang signifikan terhadappengurangan. Inisiatif pengurangan dan sasarannyadapat dijelaskan dalam pendekatan manajemen untuktopik ini.Inisiatif pengurangan dapat mencakup: perancangan ulang proses; konversi dan pemasangan tambahan (retrofi t) padaperalatan; perubahan perilaku; perubahan operasional.Organisasi dapat melaporkan pengurangan dalamkonsumsi energi dengan menggabungkan jenis energi,atau secara terpisah untuk bahan bakar, listrik,pemanasan, pendinginan, dan uap.Organisasi juga dapat memberikan perincianpengurangan konsumsi energi berdasarkan inisiatifindividual atau kelompok inisiatif.GRI 302: Energi 20166GRI 101: Landasan 201611

GRI 101:Landasan1. Prinsip-Prinsip PelaporanPrinsip-Prinsip Pelaporan bersifat mendasar untuk mencapai pelaporan keberlanjutan berkualitas tinggi. Sebuahorganisasi diwajibkan menerapkan Prinsip-Prinsip Pelaporan jika ingin mengklaim bahwa laporan keberlanjutantelah disusun sesuai dengan Standar GRI (lihat Tabel 1 di Bagian 3 untuk informasi lebih lanjut). Prinsip-PrinsipPelaporan dibagi menjadi dua kelompok: prinsip untuk mendefinisikan isi laporan dan prinsip-prinsip untukmendefinisikan kualitas laporan.Prinsip-Prinsip Pelaporan untuk mendefinisikan isi laporan membantu organisasi untuk memutuskan isi laporan manayang akan disertakan dalam laporan. Ini melibatkan pertimbangan tentang kegiatan, dampak, dan harapan substantiforganisasi, serta kepentingan para pemangku kepentingannya.Prinsip-Prinsip Pelaporan untuk mendefinisikan kualitas laporan memandu pilihan untuk memastikan kualitasinformasi dalam laporan keberlanjutan, termasuk penyajiannya yang tepat. Kualitas informasi penting untukmemungkinkan para pemangku kepentingan untuk membuat penilaian yang valid dan masuk akal mengenai suatuorganisasi, dan untuk mengambil tindakan yang tepat.Setiap Prinsip-Prinsip Pelaporan terdiri dari persyaratan dan panduan tentang bagaimana menerapkan prinsip,termasuk pengujian. Pengujian adalah alat-alat untuk membantu organisasi menilai apakah mereka telah menerapkanprinsip tersebut; pengujian bukanlah pengungkapan yang diwajibkan untuk dilaporkan.Prinsip-Prinsip Pelaporan untuk menentukanisi laporanPrinsip-Prinsip Pelaporan untuk menentukankualitas laporan Inklusivitas Pemangku KepentinganKonteks anganKejelasanKeterbandinganKeandalanKetepatan waktuGRI 101: Landasan 20167

Bagian 1: Prinsip-Prinsip PelaporanPrinsip-prinsip untuk menentukan isi laporanInklusivitas Pemangku Kepentingan1.1 Organisasi pelapor harus mengidentifikasi para pemangku kepentingannya, dan menjelaskanbagaimana organisasi pelapor itu telah menanggapi harapan dan kepentingan yang masuk akal daripara pemangku kepentingan.PanduanPemangku Kepentingan didefinisikan sebagai entitasatau individu yang diperkirakan akan terpengaruh secarasignifikan oleh kegiatan, produk, atau jasa organisasipelapor; atau yang tindakannya diperkirakan akanmemengaruhi kemampuan organisasi dalam menerapkanstrategi atau mencapai tujuannya. Ini termasuk, namuntidak terbatas pada, entitas atau individu yang haknyamenurut hukum atau konvensi internasional memberimereka klaim yang sah terhadap organisasi.Para pemangku kepentingan dapat mencakup antaralain karyawan dan pekerja lainnya, pemegang saham,pemasok, kelompok rentan, masyarakat lokal, dan LSMatau organisasi masyarakat sipil lainnya.Ketika membuat keputusan tentang isi laporannya,organisasi akan mempertimbangkan harapan wajar dankepentingan para pemangku kepentingan. Ini termasukmereka yang tidak mampu mengartikulasikan pandanganmereka dan yang keprihatinannya dikemukakan wakil/kuasa mereka (misalnya, LSM yang bertindak atas namakolektif mereka); dan orang-orang dengan siapa organisasitidak bisa berdialog dengan jelas atau terus menerus.Organisasi diharapkan untuk mengidentifikasi suatu prosesuntuk mempertimbangkan pandangan tersebut ketikamenentukan apakah suatu topik memang material.Sebuah proses keterlibatan pemangku kepentingandapat berfungsi sebagai alat untuk memahami harapanwajar dan kepentingan para pemangku kepentingan,serta kebutuhan informasi mereka. Sebuah organisasibiasanya memulai berbagai jenis keterlibatan pemangkukepentingan sebagai bagian dari kegiatan rutin, yangdapat memberikan masukan yang berguna untukkeputusan tentang pelaporan. Ini termasuk keterlibatan‘rutin’ untuk menginformasikan proses bisnis atauorganisasi yang sedang berlangsung.Keterlibatan pemangku kepentingan berdasarkanpendekatan yang diterima secara umum atau sistematis,metodologi, atau prinsip-prinsip juga dapat diterapkansecara khusus untuk menginformasikan persiapanlaporan. Cara lain yang dapat digunakan untukmemenuhi prinsip ini mencakup pemantauan media,keterlibatan dengan komunitas ilmiah, atau kegiatankolaboratif dengan rekan-rekan dan para pemangkukepentingan. Pendekatan keseluruhan menjadi cukupefektif sehingga kebutuhan informasi pemangkukepentingan dipahami dengan benar.8GRI 101: Landasan 2016Penting bahwa cara-cara yang digunakan memang mampumengidentifikasi masukan langsung dari para pemangkukepentingan serta harapan masyarakat yang sudahterbentuk secara sah. Selain itu, organisasi bisa menghadapipandangan atau harapan yang bertentangan di antara parapemangku kepentingannya, dan diharapkan untuk dapatmenjelaskan bagaimana mereka menyeimbangkannyaketika membuat keputusan tentang pelaporan.Agar proses dan data laporan terjamin, penting bagiorganisasi untuk mendokumentasikan pendekatannyadalam mengidentifikasi para pemangku kepentingan;memutuskan pemangku kepentingan mana yang akandilibatkan, dan bagaimana dan kapan terlibat denganmereka; dan bagaimana keterlibatan telah memengaruhiisi laporan serta kegiatan, produk, dan jasa organisasi.Keterlibatan pemangku kepentingan secara sistematis,yang dilaksanakan dengan baik, kemungkinan akanmenghasilkan pembelajaran terus-menerus dalamorganisasi, serta akuntabilitas yang meningkat untukberbagai pemangku kepentingan. Akuntabilitasmemperkuat kepercayaan antara organisasi danpemangku kepentingannya. Kepercayaan, padagilirannya, memperkuat kredibilitas laporan.Pengujian rganisasi pelapor dapat mendeskripsikan paraOpemangku kepentingan yang kepadanya organisasibertanggung jawab; I si laporan mengacu pada hasil dari prosesketerlibatan pemangku kepentingan yang digunakanoleh organisasi dalam kegiatannya yang sedangberlangsung, dan sebagaimana yang diwajibkan olehkerangka hukum dan kelembagaan yang dipakainyauntuk beroperasi; I si laporan mengacu pada hasil dari setiap prosesketerlibatan pemangku kepentingan yang dilakukansecara khusus untuk laporan tersebut; asil dari proses keterlibatan pemangkuHkepentingan akan menginformasikan keputusantentang konsistensi laporan dengan topik materialyang disertakan dalam laporan tersebut.

Bagian 1: Prinsip-Prinsip PelaporanKonteks Keberlanjutan1.2 Laporan harus menyajikan kinerja organisasi pelapor dalam konteks keberlanjutan yang lebih luas.PanduanInformasi mengenai kinerja diharapkan untukdiikutsertakan dalam konteks. Pertanyaan yangmendasari pelaporan keberlanjutan adalah bagaimanaorganisasi memberikan kontribusi, atau bertujuanuntuk memberikan kontribusi di masa depan, untukpeningkatan atau penurunan kondisi ekonomi,lingkungan, dan sosial di tingkat lokal, regional, maupunglobal. Sebagai contoh, ini bisa berarti bahwa selainmelaporkan tren dalam eko-efisiensi, organisasi jugadapat menyajikan pemuatan polusi mutlaknya dalamkaitannya dengan kapasitas ekosistem daerah untukmenyerap polutan.Oleh karena itu, tujuannya adalah untuk menyajikan kinerjaorganisasi dalam kaitannya dengan konsep keberlanjutanyang lebih luas. Hal ini melibatkan pemeriksaan kinerjadalam konteks batas dan tuntutan yang ditempatkan padasumber daya ekonomi, lingkungan, atau sosial, di tingkatsektoral, lokal, regional, maupun global.Konsep ini sering disampaikan sehubungan denganlingkungan, dalam hal batas-batas global sumber dayadan tingkat polusi. Tetapi konsep ini juga relevansehubungan dengan sasaran sosial dan ekonomi, sepertitujuan pembangunan sosial ekonomi nasional atauinternasional yang berkelanjutan. Misalnya, organisasidapat melaporkan mengenai tingkat upah dan manfaatsosial dalam kaitannya dengan tingkat pendapatanrata-rata dan minimum nasional. Mereka juga dapatmelaporkan mengenai kapasitas jaring pengaman sosialuntuk menyerap mereka yang hidup dalam kemiskinanatau mereka yang hidupnya mendekati garis kemiskinan.Hubungan antara strategi organisasi dan keberlanjutandiharapkan dijelaskan dalam laporan tersebut, sertakonteks tempat pengungkapan dibuat.Pengujian Organisasi pelapor menyajikan pemahamannyatentang pembangunan berkelanjutan, berdasarkantujuan dan informasi yang tersedia, sertalangkah-langkah berotoritas dalam pembangunanberkelanjutan, untuk topik-topik yang dibahas; Organisasi menyajikan kinerjanya denganmengacu pada kondisi dan sasaran pembangunanberkelanjutan yang lebih luas, sebagaimanatercermin dalam instrumen sektoral, lokal,regional, atau global yang diakui; Organisasi menyajikan kinerjanya dengan cara yangmengomunikasikan dampak dan kontribusi dalamkonteks geografis yang tepat; Organisasi menggambarkan bagaimana topikekonomi, lingkungan, dan/atau sosial yang terkaitdengan strategi, risiko, peluang, dan tujuan jangkapanjangnya, termasuk dalam rantai nilainya.Sebuah organisasi yang beroperasi di beragam lokasi,ukuran, dan sektor diharapkan untuk mempertimbangkancara terbaik untuk membingkai kinerjanya secarakeseluruhan dalam konteks keberlanjutan yang lebih luas.Hal ini memerlukan pembedaan antara faktor-faktor yangmendorong dampak global, seperti perubahan iklim, danhal-hal yang memiliki dampak lokal atau regional, sepertipembangunan masyarakat. Ketika melaporkan tentangtopik yang memiliki dampak lokal positif atau negatif,penting untuk memberikan wawasan tentang bagaimanaorganisasi tersebut memengaruhi masyarakat di lokasilokasi yang berbeda. Sama pentingnya bagi organisasiuntuk membedakan antara pola dampak di seluruhrentang operasinya, dengan memberikan kontekskinerja lokasi per lokasi.GRI 101: Landasan 20169

Bagian 1: Prinsip-Prinsip PelaporanMaterialitas1.3Laporan harus mencakup topik-topik yang:1.3.1 mencerminkan dampak sosial, lingkungan, ekonomi signifikan organisasi pelapor; atau1.3.2 secara substansial memengaruhi penilaian dan keputusan dari para pemangku kepentingan.PanduanSebuah organisasi dihadapkan dengan berbagai topikyang dapat dilaporkan. Topik relevan yang berpotensiuntuk dimasukkan dalam laporan, adalah topik yangdianggap cukup penting untuk mencerminkan dampakekonomi, lingkungan, dan sosial organisasi, ataumemengaruhi keputusan pemangku kepentingan.Dalam konteks ini, 'dampak' mengacu pada efek yangditimbulkan sebuah organisasi terhadap ekonomi,lingkungan, dan/atau masyarakat (positif atau negatif).Sebuah topik dapat relevan – dan berpotensi material –hanya berdasarkan pada salah satu dimensi ini.Dalam pelaporan keuangan, materialitas umumnyadianggap sebagai ambang batas untuk memengaruhikeputusan ekonomi dari mereka yang menggunakanlaporan keuangan organisasi, pada khususnya investor.Konsep serupa juga penting dalam pelaporankeberlanjutan, tetapi ini bersangkutan dengan duadimensi, yaitu dampak yang lebih luas dan pemangkukepentingan. Dalam pelaporan keberlanjutan,materialitas adalah prinsip yang menentukan topikrelevan mana yang cukup penting yang artinya perluuntuk dilaporkan. Tidak semua topik material samapentingnya, dan penekanan dalam laporan diharapkanuntuk mencerminkan prioritas relatif mereka.Kombinasi faktor internal dan eksternal dapatdipertimbangkan ketika menilai apakah suatu topik bersifatmaterial. Ini termasuk misi keseluruhan dan strategibersaing organisasi, dan kekhawatiran-kekhawatiran yangdiungkapkan langsung oleh para pemangku kepentingan.Materialitas juga dapat ditentukan oleh harapanmasyarakat yang lebih luas, dan oleh pengaruh organisasipada entitas hulu, seperti pemasok, atau entitas hilir,seperti pelanggan. Penilaian materialitas juga diharapkanuntuk memperhitungkan harapan yang dinyatakandalam standar-standar dan perjanjian internasional yangdiharapkan untuk dipatuhi organisasi.Faktor-faktor internal dan eksternal ini dipertimbangkanketika mengevaluasi pentingnya informasi untukmencerminkan dampak ekonomi, lingkungan, dan/atausosial yang signifikan, atau untuk pengambilan keputusanpemangku kepentingan. berbagai metodologi dapatdigunakan untuk menilai pentingnya dampak. Secaraumum, 'dampak yang signifikan' adalah dampak yang telahmenjadi pokok perhatian bagi komunitas para ahli, atauyang telah diidentifikasi dengan menggunakan alat yangsudah mapan, seperti metodologi penilaian dampak ataupenilaian siklus hidup. Dampak yang dianggap cukup pentinguntuk memerlukan manajemen yang aktif atau keterlibatanorganisasi adalah cenderung dianggap signifikan.10GRI 101: Landasan 2016Menerapkan prinsip ini memastikan bahwa laporanmemprioritaskan topik material. Topik terkait lainnyadapat disertakan, tapi dengan kurang menonjol. Pentingbahwa organisasi dapat menjelaskan proses yangmenentukan prioritas topik.Gambar 3 menyajikan contoh matriks, untuk tujuanpanduan. Gambar tersebut menunjukkan cara duadimensi untuk menilai apakah suatu topik bersifatmaterial; dan bahwa suatu topik dapat bersifat materialhanya berdasarkan salah satu dimensi ini. Penggunaanmatriks yang persis seperti ini tidak diwajibkan; namun,untuk menerapkan prinsip Materialitas, diwajibkan untukmengidentifikasi topik material berdasarkan pada duadimensi ini.Pengungkapan 102-46 dan klausul 6.1 dalam GRI 102:Pengungkapan Umum memerlukan penjelasan tentangbagaimana prinsip Materialitas telah diterapkan.PengujianDalam menentukan topik material, organisasi pelaportelah memperhitungkan faktor-faktor berikut: ampak ekonomi, lingkungan, dan/atau sosialDyang penting (seperti perubahan iklim, HIV-AIDS,atau kemiskinan) yang sudah diidentifikasi melaluipenyelidikan yang kukuh oleh orang-orang dengankeahlian yang diakui, atau oleh badan-badan ahlidengan pengalaman (kredensial) yang diakui; epentingan dan harapan para pemangkuKkepentingan yang secara khusus diinvestasikan dalamorganisasi, seperti karyawan dan pemegang saham; epentingan ekonomi, sosial, dan/atau lingkunganKyang lebih luas , serta topik-topik yang dikemukakanoleh para pemangku kepentingan seperti pekerjayang bukan karyawan, pemasok, masyarakat lokal,kelompok rentan, dan masyarakat sipil; opik utama dan tantangan masa depan untukTsektor, seperti yang diidentifikasi oleh rekan-rekandan pesaing; ukum, peraturan, perjanjian internasional, atauHperjanjian sukarela tentang signifikansi strategisuntuk organisasi dan pemangku kepentingan; ilai, kebijakan, strategi, sistem manajemenNoperasional, tujuan, dan sasaran organisasi yang utama; ompetensi inti dari organisasi dan cara mereka dapatKberkontribusi untuk pembangunan berkelanjutan;

Bagian 1: Prinsip-Prinsip PelaporanMaterialitasLanjutan Konsekuensi bagi organisasi yang terkait dengandampaknya terhadap ekonomi, lingkungan, dan/ataumasyarakat (misalnya, risiko untuk model bisnisatau reputasinya); Topik material secara tepat diprioritaskandalam laporan.Pengaruh pada penilaian & keputusanpara pemangku kepentinganGambar 3Representasi visual dari penentuan prioritas topikSignifikansi dampak ekonomi,lingkungan & sosialGRI 101: Landasan 201611

Bagian 1: Prinsip-Prinsip PelaporanKelengkapan1.4 Laporan harus menyertakan cakupan topik material dan Batasannya yang cukup untukmencerminkan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang signifikan, dan untuk memungkinkanpara pemangku kepentingan menilai kinerja organisasi pelapor dalam periode pelaporan.PanduanKelengkapan terutama meliputi dimensi berikut: daftartopik material yang dibahas dalam laporan, Batasan topik,serta waktu.Konsep kelengkapan juga dapat merujuk kepada praktikdalam pengumpulan informasi (misalnya, memastikanbahwa data yang dikumpulkan menyertakan hasil darisemua entitas tempat dampak terjadi) dan apakahpenyajian informasi layak dan sesuai. Masalah-masalahini juga terkait dengan pelaporan kualitas, dan dibahassecara lebih terperinci di bawah prinsip-prinsipAkurasi dan Keseimbangan.Daftar topik material yang dibahas dalam laporan:Bersama-sama, topik yang dibahas dalam laporandiharapkan cukup memadai untuk mencerminkandampak signifikan ekonomi, lingkungan dan/atau sosialorganisasi, dan untuk memungkinkan para pemangkukepentingan menilai organisasi. Untuk menentukan apakahinformasi dalam laporan tersebut cukup, organisasimempertimbangkan kedua hasil proses pelibatanpemangku kepentingan dan harapan masyarakat berbasisluas yang tidak diidentifikasi secara langsung melaluiproses pelibatan pemangku kepentingan.Batasan Topik: Batasan topik adalah deskripsi lokasiterjadinya dampak untuk topik material, dan keterlibatanorganisasi dengan dampak-dampak tersebut. Organisasimungkin terlibat dengan dampak yang terjadi baikmelalui kegiatan mereka sendiri atau sebagai akibat darihubungan bisnis mereka dengan entitas lain. Sebuahorganisasi yang menyiapkan laporan yang sesuai denganStandar GRI diharapkan tidak hanya melaporkanmengenai dampak yang disebabkannya, tetapi jugamengenai dampak yang dikontribusikannya, dan dampakyang secara langsung terkait dengan kegiatan, produk,atau jasanya melalui hubungan bisnis.2 Lihat klausul 2.4dari Standar ini dan GRI 103: Pendekatan Manajemenuntuk informasi lebih lanjut tentang Batasan topik.Dalam membuat estimasi dampak masa mendatang(baik positif maupun negatif), informasi yang dilaporkandiharapkan berdasa

Istilah-istilah Kunci 27 . GRI 101: Landasan 2016 3 Gambar 1 Ikhtisar rangkaian Standar GRI GRI 103 GRI 102 Standar topik spesifik Standar Universal Titik awal dalam menggunakan Standar GRI GRI 10