Transcription

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 1 dari 23PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTUINTERNALPOLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYAJalan Jemur Andayani I No. 73 Surabaya 60236Telp. : 62 31 8410871Fax : 62 31 8490005Email : [email protected]

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 2 dari 23PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTUINTERNALProsesNamaDibuatOleh:Dr. Yuyun Suprapto, S.SiT., MM.DikajiUlangOleh :M. Rifai, S.T., M.Pd.DisetujuiOleh :Drs. Hartono, ST., M.Pd., M.M.DitetapkanOleh :Achmad Setiyo P, ST., MT.JabatanKetua SPMWakil Direktur IKetua SenatDirekturPOLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYAJalan Jemur Andayani I No. 73 Surabaya 60236Telp. : 62 31 8410871Fax : 62 31 8490005Email : [email protected] Tangan

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 3 dari 23TIM PENYUSUNTim penyusun Pedoman Satuan Penjamin Mutu Internal PoliteknikPenerbangan Surabaya dengan susunan keanggotaan sebagai berikut:PengarahAchmad Setiyo P, ST., MT.PenanggungjawabDr. M. Rifai, S.T., M.Pd.KetuaDr. Yuyun Suprapto, S.SiT., MM.SekretarisMaulana Anifa Silvia, S.E., M.M.AnggotaDr. Suhanto, S.Kom., MM.Dr. Sudrajat, SE., MM.dr. Samodero GumilarDr. Laila R, SS., M.Pd.Dr. Setyo Hariyadi, ST., MT.

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 4 dari 23KATA PENGANTARPuji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas limpahanrahmat dan karunia- Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunanManual Mutu ini. Manual Mutu ini merupakan bagian dari dokumeninduk/pelaksanaan SPMI dan disusun sebagai acuan bagi penyusunan StandarMutu dan Formulir Mutu baik pada tingkat Politeknik Penerbangan Surabayamaupun unit kerja.Manual Mutu ini memberikan deskripsi mengenai sistem mutu yangdigunakan oleh Satuan Penjamin Mutu Internal (SPMI) Politeknik PenerbanganSurabaya. Manual Mutu ini menjelaskan tentang kemampuan SPMI PoliteknikPenerbangan Surabaya dalam memenuhi persyaratan pelanggan. Selain itu,Manual Mutu ini menjadi panduan penerapan Sistem Manajemen Mutu yangsesuai dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).Semoga Manual Mutu ini dijadikan panduan bagi pengelola PoliteknikPenerbangan Surabaya, program studi, unit kerja, para dosen, staf tenagakependidikan, dan mahasiswa dalam upaya peningkatan kualitas tri dharmaperguruan tinggi. Penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terima kasihdisampaikan kepada Tim Penyusun Manual Mutu dan semua pihak yang telahmembantu atas segala partisipasi yang telah diberikan selama penyusunanManual Mutu ini.

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 5 dari 23DAFTAR ISICover . 1Pengesahan . 2Tim Penyusun . 3Kata Pengantar . 4Daftar Isi . 5BAB I PENDAHULUAN . 61.11.21.31.4Latar Belakang Pelaksanaan SPMI . 6Tujuan Pelaksanaan SPMI . 8Fungsi SPMI . 8Dasar Hukum . 9BAB II SISTEM PENJAMIN MUTU INTERNAL . 102.1 Visi dan Misi POLTEKBANG . 102.2 Mekanisme SPM Dikti . 102.3 Istilah dan Definisi . 13BAB III PERENCANAAN AUDIT MUTU INTERNAL . 163.13.23.33.4Standar Dikti . 16Standar SN Dikti yang disinkronisasi dengan BAN PT . 18Pelaksanaan Standar dalam SPMI . 18Evaluasi Pelaksanaan Standar dalam SPMI . 21BAB IV PENUTUP . 23

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 6 dari 23BAB 1PENDAHULUAN1.1Latar Belakang Pelaksanaan SPMIDalam rangka membangun kesadaran dan komitmen seluruh civitasAkademika poltekbang Surabaya maka perlu disusun Sistem Penjaminan erlibatdalampenyelenggaraan sistem di poltekbang. Sistem Penjaminan Mutu Internal adalahsuatu kesatuan unsur yang terdiri atas kebijakan dan proses yang terkait untukmelakukan penjaminan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh setiap satuanpendidikan untuk menjamin terwujudnya pendidikan bermutu yang memenuhiatau melampaui Standar Nasional Pendidikan. Adapun mutu pendidikan tinggiadalah tingkat kesesuaian antara penyelenggaraan pendidikan tinggi denganStandar Dikti yang terdiri atas SN Dikti dan Standar Dikti yang ditetapkan olehsetiap perguruan tinggi. Kebijakan mutu SPMI mencakup semua aspekpenyelenggaraan pendidikan tinggi pada lingkup Poltekbang Surabaya baikDirektorat, Jurusan maupun Program Studi, dengan fokus utama pada aspekakademik dan non akademik. Fokus aspek akademik meliputi desain danpengembangan kurikulum, proses pembelajaran (perencanaan, pelaksanaan,pengawasan dan penilaian pembelajaran), taruna dan lulusan, penelitian danpengabdian kepada masyarakat. Sedangkan aspek non akademik meliputisumberdaya manusia, pengelolaan akademik, tata pamong, sarana ogiinformasidansistempenjaminan mutu. Fokus kebijakan mutu ini mengacu pada komponen standarpenyelenggaraan pendidikan yang harus dijamin mutunya menurut UndangUndang Sistem Pendidikan Nasional. Penjaminan mutu Pendidikan Tinggimerupakan kegiatan sistemik untuk meningkatkan mutu Pendidikan Tinggisecara berencana dan berkelanjutan. Penjaminan mutu pada pendidikan tinggi

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00dilakukanmelaluipenetapan,Tgl. Terbit : 6 Januari 2020pelaksanaan,evaluasi,Halaman 7 dari 23pengendalian,danpeningkatan Standar Pendidikan Tinggi (Standar Dikti).Struktur sistem penjaminan mutu Pendidikan Tinggi terdiri atas:1. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang dikembangkan oleh PerguruanTinggi; dan2. Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yang dilakukan melalui akreditasi.3. PD Dikti yaitu kumpulan data dan informasi penyelenggaraan pendidikantinggi seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang terintegrasi secara nasionalImplementasi SPM Dikti dengan struktur seperti di atas harus mampumenjamin pemenuhan Standar Dikti di perguruan tinggi secara sistemik danberkelanjutan. Adapun Standar Dikti terdiri atas:a. SN Dikti yang ditetapkan dalam Peraturan Menristekdikti No. 44 Tahun2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi adalah satuan standaryang memuat kriteria minimal sistem pendidikan di Indonesia, terdiri atas:1) Standar Nasional Pendidikan;2) Standar Nasional Penelitian; dan3) Standar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat.b. Standar Dikti yang ditetapkan oleh setiap perguruan tinggi yang harusmelampaui SN Dikti meliputi:1) Standar Pendidikan Tinggi bidang akademik; dan2) Standar Pendidikan Tinggi bidang nonakademik

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 8 dari 231.2 Tujuan Pelaksanaan SPMIPelaksanaan SPMI merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan olehseluruh Perguruan Tinggi di Indonesia. Berikut ini merupakan tujuan pelaksanaanSPMI :1.Sarana untuk mengkomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingantentang penerapan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang berlaku didalam lingkup Poltekbang Surabaya.2.Landasan dan arah dalam menetapkan standar mutu akademik maupun nonakademik dan menetapkan prosedur mutu (standar operasional prosedur).3.Bukti otentik bahwa Poltekbang Surabaya telah memenuhi amanahperaturan perundang-undangan dengan melaksanakan SPMI.4.Acuan bagi Jurusan dan Program Studi di lingkup Poltekbang Surabayauntuk melaksanakan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) di lingkupmasing- masing.1.3 Fungsi SPMISPM Dikti berfungsi mengendalikan penyelenggaraan pendidikan tinggi olehperguruan tinggi untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu. Dari uraiandi atas, dapat dikemukakan bahwa fungsi SPMI, sebagai salah satu sub sistemdari SPM Dikti, adalah:a. menumbuhkan dan mengembangan budaya mutu perguruan tinggi;b. mewujudkan visi dan melaksanakan misi perguruan tinggi;c. sarana untuk memperoleh status akreditasi dan peringkat terakreditasiprogram studi dan perguruan tinggi; dand. memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan perguruan tinggi.

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 9 dari 231.4 Dasar Hukum1. Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional PendidikanTinggi.2. Permenristekdikti No. 32 Tahun 2016 tentang Akreditasi program Studi danPerguruan Tinggi3. Permenristekdikti No. 61 Tahun 2016 tentang Pangkalan Data PendidikanTinggi ( PD Dikti )4. Permenristekdikti No. 62 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan MutuPendidikan Tinggi.5. Perban No. 2 Tahun 2017 tentang Sistem Akreditasi nasional PendidikanTinggi ( SAN Dikti )6. Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi, Kemenristekdiktitahun 2018.7. PM 21 Tahun 2018 tentang Statuta Politeknik Penerbangan Surabaya8. Persyaratan ISO 9001:2008 tentang sistem manajemen mutu

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 10 dari 23BAB 2SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL2.1 Visi, Misi POLTEKBANGVisi Politeknik Penerbangan Surabaya :Menjadi perguruan tinggi vokasi yang unggul, menghasilkan lulusan yangkompeten di bidang penerbangan, serta mampu bersaing secara nasional danglobal.Misi Politeknik Penerbangan Surabaya :1. Menyelenggarakan pendidikan vokasi di bidang penerbangan sesuai denganstandar kompetensi baik nasional maupun internasional;2. denganperkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan;3. Menciptakan sumber daya manusia yang prima, profesional dan beretika;4. Menciptakan iklim akademik yang mampu mewujudkan visi PoltekbangSurabaya;5. Menyelenggarakan dan mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi; dan6. ngelolaankeuangan yang transparan dan akuntabel2.2 Mekanisme SPM DiktiA. Mekanisme ganmengimplementasikan SPMI melalui siklus kegiatan yang disingkat sebagaiPPEPP, yaitu terdiri atas:

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 11 dari 231. Penetapan (P) Standar Dikti, yaitu kegiatan penetapan standar yang terdiriatas SN Dikti dan Standar Dikti yang telah ditetapkan oleh perguruan tinggi;2. Pelaksanaan (P) Standar Dikti, yaitu kegiatan pemenuhan standar yangterdiri atas SN Dikti dan Standar Dikti yang telah ditetapkan oleh perguruantinggi;3. Evaluasi (E) pelaksanaan Standar Dikti, yaitu kegiatan pembandingan antaraluaran kegiatan pemenuhan standar dengan standar yang terdiri atas SNDikti dan Standar Dikti yang telah ditetapkan oleh perguruan tinggi;4. Pengendalian (P) pelaksanaan Standar Dikti, yaitu kegiatan analisis penyebabstandar yang terdiri atas SN Dikti dan Standar Dikti yang telah ditetapkanoleh perguruan tinggi yang tidak tercapai untuk dilakukan tindakan koreksi;dan5. Peningkatkan (P) Standar Dikti, yaitu kegiatan perbaikan standar yang terdiriatas SN Dikti dan Standar Dikti agar lebih tinggi daripada standar yang terdiriatas SN Dikti dan Standar Dikti yang telah ditetapkan.Luaran implementasi SPMI dalam suatu siklus disampaikan oleh perguruantinggi kepada:a. Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) untuk meminta Akreditasi Program Studi(APS) dan memperoleh status akreditasi dan peringkat terakreditasi programstudi; ataub. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk memintaAkreditasi Perguruan Tinggi (APT) dan memperoleh status akreditasi danperingkat terakreditasi perguruan tinggi.Permintaan perguruan tinggi untuk memperoleh APS dan/atau APT sertastatus akreditasi dan peringkat terakreditasi program studi dan/atau perguruantinggi, dapat dilakukan oleh perguruan tinggi sesuai dengan ketentuan peraturanperundang- undangan. Dalam hal LAM yang melakukan APS suatu program studibelum terbentuk, maka akreditasi program studi tersebut dilakukan oleh BAN-PT.

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 12 dari 23B. Mekanisme SPME atau AkreditasiPerguruan tinggi mengajukan permintaan APS ulang kepada LAM atau APTkepada BAN-PT atas luaran implementasi SPMI untuk mempertahankan ataumeningkatkan status akreditasi dan peringkat terakreditasi. Berdasarkan Pasal 45ayat (2) Permenristekdikti No. 32 Tahun 2016 Tentang APS dan APT, akreditasiulang oleh LAM atau BAN-PT dijalankan melalui tahap EPP yang terdiri atas:1.Evaluasi (E) data dan informasi, yaitu LAM dan/atau BAN-PT melakukanevaluasi kecukupan atas data dan informasi program studi dan/atauperguruan tinggi dengan menggunakan data dan informasi pada PDDiktidan yang disampaikan oleh perguruan tinggi melalui instrumen akreditasi;2.Penetapan (P) status akreditasi dan peringkat terakreditasi, yaitu denganmengolah dan menganalisis data dan informasi dari perguruan tinggipemohon akreditasi, LAM dan/atau BAN-PT menetapkan status akreditasidan peringkat terakreditasi Program Studi dan/atau Perguruan Tinggi;3.Pemantauan dan Evaluasi (P) status akreditasi dan peringkat terakreditasi,yaitu LAM dan/atau BAN-PT melakukan pemantauan dan evaluasi ataspemenuhan syarat status akreditasi dan peringkat terakreditasi programstudi dan/atau perguruan tinggi yang telah ditetapkan, berdasarkan datadan informasi dari:a). PD Dikti;b). Fakta hasil asesmen lapang;c). Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, danPendidikan Tinggi; dan/ataud). Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.Status akreditasi dan peringkat terakreditasi program studi dan/atauperguruan tinggi dapat dicabut sebelum masa berlakunya berakhir, apabilaprogram studi dan/atau perguruan tinggi terbukti tidak lagi memenuhi syaratstatus akreditasi dan peringkat terakreditasi.

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 13 dari 23C. Pengelolaan PD DiktiTujuan PD Dikti sebagaimana ditetapkan dalam Permenristekdikti No. 61 Tahun2016 Tentang Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti) antara lain:1) menyediakan data, informasi penerapan, dan luaran Sistem Penjaminan MutuInternal yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi;2) menyediakan data, informasi penerapan, dan luaran Sistem Penjaminan MutuEksternal atau akreditasi program studi dan perguruan tinggi yang dilakukanoleh BAN-PT dan/atau LAM.Perguruan tinggi wajib melaporkan data dan informasi pemenuhan StandarDikti secara berkala kepada Kemenristekdikti melalui PD Dikti data dan informasipemenuhan Standar Dikti tersebut akan dievaluasi melalui SPME atau akreditasi.2.3 Istilah dan Definisi1. Mutu pendidikan tinggi adalah tingkat kesesuaian antara penyelenggaraanpendidikan tinggi dengan Standar Pendidikan Tinggi yang terdiri atas StandarNasional Pcndidikan Tinggi dan Standar Pendidikan Tinggi yang Ditetapkanoleh Perguruan Tinggi.2. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi adalah kegiatan sistemik untukmeningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan.3. Sistem Penjaminan Mutu Internal yang selanjutnya disingkat SPMI, adalahkegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap ningkatkanpenyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan.4. Sistem Penjaminan Mutu Eksternal, yang selanjutnya disingkat SPME, adalahkegiatan penilaian melalui akreditasi untuk menentukan kelayakan dantingkat pencapaian mutu program studi dan perguruan tinggi.

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 14 dari 235. Pangkalan Data Pendidikan Tinggi adalah kumpulan data penyelenggaraanpendidikan tinggi seluruh perguruan tinggi yang terintegrasi secara nasional.6. Standar Nasional Pendidikan Tinggi adalah satuan standar yang meliputiStandar Nasional Pendidikan ditarnbah dengan Standar Nasional Penelitiandan Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat.7. Standar Pendidikan Tinggi yang Ditetapkan oleh Perguruan Tinggi adalahsejumlah standar pada perguruan tinggi yang melampaui Standar NasionalPendidikan Tinggi.8. Perguruan Tinggi yang selanjutnya disingkat PT, adalah satuan pendidikanyang menyelenggarakan pendidikan tinggi9. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, yang selanjutnya disingkat BANPT, adalah badan yang dibentuk oleh Pemerintah untuk melakukan danmengembangkan akreditasi perguruan tinggi secara mandiri.10. an,sikap,pandangan dari institusi tentang sesuatu hal;11. Kebijakan SPMI : pemikiran, sikap, pandangan politeknik mengenai SPMI yangberlaku di politeknik;12. Manual SPMI : dokumen tertulis berisi petunjuk praktis tentang bagaimanamenjalankan atau melaksanakan SPMI;13. Standar SPMI : dokumen tertulis berisi kriteria, patokan, ukuran, spesifikasi,mengenai sesuatu yang harus dicapai / dipenuhi;14. Standar Operasional Prosedur (SOP): Uraian tentang urutan atau langkahlangkah untuk mencapai standar yang telah ditetapkan yang ditulis secarasistematis, kronologis, logis dan koheren.15. Formulir (Borang): Dokumen tertulis yang berfungsi untuk mencatat/merekamkegiatan yang harus dilaksanakan untuk memenuhi isi standar dan StandarOperasional Prosedur (SOP).

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 15 dari 2316. Monitoring: Tindakan mengamati suatu proses atau kegiatan penyelenggaraanpendidikan untuk mengetahui apakah proses atau kegiatan penyelenggaraanpendidikan berjalan sesuai dengan apa yang seharusnya dilaksanakan sesuaiisi standar SPMI yang telah ditetapkan.17. Evaluasi Diri: kegiatan setiap unit dalam politeknik secara periodik untukmemeriksa, menganalisis, dan menilai kinerjanya sendiri selama kurun waktutertentu untuk mengetahui kelemahan dan kekurangannya;18. Audit SPMI: kegiatan rutin setiap akhir tahun akademik yang dilakukan olehauditorinternal uasi apakah seluruh standar SPMI telah dicapai/dipenuhi oleh setiapunit dalam lingkungan politeknik

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 16 dari 23BAB 3STANDAR SPMI PROGRAM DIPLOMA POLTEKBANG3.1 Standar Diktia. SN Dikti untuk Pendidikan VokasiSN Dikti telah ditetapkan di dalam Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015Tentang SN Dikti, sehingga ketika menetapkan SN Dikti untuk Pendidikan VokasidalamPermenristekdikti tersebut merupakan standar minimum dan wajib ditetapkansebagai SN Dikti untuk Pendidikan Vokasi di perguruan tinggi yang bersangkutan.SN Dikti untuk Pendidikan Vokasi memiliki struktur yang sama dengan strukturSN Dikti pada umumnya, sebagai berikut:1) Kelompok Standar Nasional Pendidikan yang terdiri atas:a) Standar kompetensi lulusan;b) Standar isi pembelajaran;c) Standar proses pembelajaran;d) Standar penilaian pembelajaran;e) Standar dosen dan tenaga kependidikan;f)Standar sarana dan prasarana pembelajaran;g) Standar pengelolaan pembelajaran; danh) Standar pembiayaan pembelajaran;2) Kelompok Standar Nasional Penelitian yang terdiri atas:a) Standar hasil penelitian;b) Standar isi penelitian;c) Standar proses penelitian;d) Standar penilaian penelitian;e) Standar peneliti;

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00f)Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 17 dari 23Standar sarana dan prasarana penelitian;g) Standar pengelolaan penelitian; danh) Standar pendanaan dan pembiayaan penelitian;3) Kelompok Standar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat yang terdiri atas:a) Standar hasil PKM;b) Standar isi PKM;c) Standar proses PKM;d) Standar penilaian PKM;e) Standar pelaksana PKM;f)Standar sarana dan prasarana PKM;g) Standar pengelolaan PKM; danh) Standar pendanaan dan pembiayaan PKM.3.2 Standar SN Dikti yang disinkronisasi dengan BAN PTStandar ini berisi Standar Nasional Pendidikan, Penelitian dan Pengabdiankepada Masyarakat yaitu kriteria minimal tentang pendidikan tinggi di perguruantinggi di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.SN Dikti bertujuan:1. menjamin tercapainya tujuan pendidikan tinggi yang berperan strategis dalammencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan ilmu pengetahuan danteknologi dengan menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan danpemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan;2. menjamin agar pembelajaran pada program studi, penelitian, dan pengabdiankepada masyarakat yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi di seluruhwilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia mencapai mutu sesuaidengan kriteria yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi;dan

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 18 dari 233. mendorong perguruan tinggi di seluruh wilayah hukum Negara KesatuanRepublik Indonesia mencapai mutu pembelajaran, penelitian, dan pengabdiankepada masyarakat melampaui kriteria yang ditetapkan dalam StandarNasional Pendidikan Tinggi secara berkelanjutan.Berikut ini ditunjukan tabal Standar SN Dikti yang disinkronisasi dengankriteria BAN PT sesuai dengan Peraturan BAN PT No 4/2017, dengan susunanyang dituliskan pada Tabel bawah ini.Tabel 3.1 Standar SN Dikti yang disinkronisasi dengan BAN- PTKode Indikator3.3 Pelaksanaan Standar dalam SPMI (Standar Dikti)Pelaksanaan Standar dalam SPMI (Standar Dikti) dapat dilakukan secarabertahap atau sekaligus meliputi seluruh Standar Pendidikan Vokasi. TahapPelaksanaan Standar dalam SPMI (Standar Dikti) ditetapkan sesuai budayaataupun lokalitas serta kekhasan Pendidikan di suatu perguruan tinggi. Apabilapelaksanaan Standar dalam SPMI (Standar Dikti) dilakukan secara bertahap,maka Standar dalam SPMI (Standar Dikti) mengenai Pembelajaran harus

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 19 dari 23didahulukan karena langsung berkaitan dengan mutu lulusan serta kepuasanmahasiswa (internal stakeholders).Pemenuhan Standar dalam SPMI (Standar Dikti) merupakan implementasiagar SPMI dapat terpenuhi. Pemenuhan Standar dalam SPMI (Standar Dikti)berarti Standar dalam SPMI (Standar Dikti) yang telah ditetapkan dijadikan dasardalam pelaksanaan standar tersebut. Dengan demikian, akan diperoleh kepuasanstakeholders karena semua yang dijanjikan perguruan tinggi telah dipenuhi.Implementasi Standar dalam SPMI (Standar Dikti) dilakukan sesuai dengankebijakan SPMI yang telah ditetapkan.Tabel 3.2 Pelaksanaan Standar SPMINo1KegiatanPersiapanKeterangan MemahamiManual Pelaksanaan Standardalam SPMI (Standar Dikti) yang telahditetapkan sebelumnya. PenetapanPenanggungjawab Pelaksanaansetiap Standar dalam SPMI (Standar Dikti)melalui rapat pleno di setiap unit (misalnyarapat pleno penentuan Dosen pengampuataupun koordinator tiap Mata Kuliah danataupun praktikum lapangan. Identifikasi semua sarana-prasarana yangdiperlukanuntukpelaksanaanStandar dalam SPMI (Standar Dikti).setiap Koordinasi dengan seluruh pihak/unit yang2PelaksanaanStandarPendidikanVokasiterkait dengan pelaksanaan setiap Standardalam SPMI (Standar Dikti). PenanggungjawabpelaksanaanStandardalam SPMI (Standar Dikti) melaksanakanseluruh kegiatan sesuai dengan jadwal danisi kegiatan yang telah ditetapkan. Di akhir setiap kegiatan penanggungjawabpelaksanaan Standar dalam SPMI (StandarDikti) mencatat semua data dan informasi

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 003Rapat pleno UnitPelaksanaStandarPendidikanVokasi 45Evaluasi danpeningkatanPelaksanaanStandarPendidikanVokasi Survai audience Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 20 dari 23yang terjadi pada saat pelaksanaan kegiatan(misal waktu, isi kegiatan, daftar peserta,luaran kegiatan dan catatan lain yang an rapat pleno sebagaisarana bagi seluruh penanggungjawabpelaksanaan Standar dalam SPMI (StandarDikti)untukmelaporkanseluruhpelaksanaan, serta kendala pelaksanaankegiatan yang menjadi tanggung jawabnya.Pimpinanrapatplenomemutuskankesepakatan rapat untuk ditindak lanjutioleh penanggungjawab pelaksanaan Standardalam SPMI (Standar Dikti) untuk staf unitterkait.Seluruh keputusan tentang tindakan korektifyang berkelanjutan yang diambil pada rapatpleno di atas harus dicatat agar menjadi ‘bestpractices’ di masa mendatang.Kegiatan rapat pleno ini merupakan salahsatu kegiatan evaluasi atas pelaksanaanStandar dalam SPMI (Standar Dikti yangsedang diterapkan, dan tindak lanjut yangdiputuskandapatdikualifikasisebagaipeningkatan mutu Standar dalam SPMI(Standar Dikti).Di akhir pelaksanaan Standar dalam SPMI(Standar Dikti) sangat perlu dilakukan survaimelalui kuesioner terhadap audience atauobyek pelaksanaan Standar Pendidikan (misaltaruna peserta kuliah, rekanan giatanpelayanan/konsultasi)untukmengetahui respon mereka atas semua aspekkegiatan yang telah dilaksanakan, termasukmasukan dan saran untuk perbaikan.Hasil survai perlu dianalisis agar dapatdiberikanusulperbaikanpelaksanaanStandar dalam SPMI (Standar Dikti) di siklusberikut.

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 006Laporan danportofolioTgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 21 dari 23 Di akhir siklus pelaksanaan Standar dalamSPMI (Standar Dikti) misal di akhir semesteratau di akhir tahun kuliah, seluruhpenanggungjawabpelaksanaanStandardalam SPMI (Standar Dikti) harus membuatlaporan akhir kegiatan pelaksanaan Standardalam SPMI (Standar Dikti) sesuai dengan isidan format laporan yang telah ditetapkan. PenanggungjawabpelaksanaanStandardalam SPMI (Standar Dikti) harus membuatcatatan dengan format template yang telahditetapkan. Catatan ini bermanfaat jika dimasa mendatang dilakukan pergantianpenanggungjawabpelaksanaanStandardalam SPMI (Standar Dikti), sehingga ‘bestpractices’ pelaksanaan Standar dalam SPMI(Standar Dikti) dapat ditingkatkan secaraberkelanjutan.3.4 Evaluasi Pelaksanaan Standar dalam SPMI (Standar Dikti)Secara umum dapat dikemukakan bahwa Evaluasi Pelaksanaan Standardalam SPMI (Standar Dikti) merupakan tahap E dalam siklus PPEPP. EvaluasiPelaksanaan Standar dalam SPMI (Standar Dikti) bertujuan untuk pengendaliandan peningkatan mutu. Proses evaluasi di sini tidak dimaksudkan untuk mencarikesalahan, apalagi kesalahan seseorang, melainkan untuk menemukan ruangpeningkatan guna perbaikan mutu pendidikan ke depan secara terus menerus.Dengan kata lain, Evaluasi Pelaksanaan Standar dalam SPMI (Standar Dikti)dimaksudkan untuk mencegah atau untuk memperbaiki penyimpangan yangtidak sesuai dengan isi Standar dalam SPMI (Standar Dikti) yang telah ditetapkan.Evaluasi Pelaksanaan Standar dalam SPMI (Standar Dikti) dilakukan terhadapsemua standar, baik SN Dikti maupun Standar Dikti yang ditetapkan olehperguruan tinggi sendiri. Prosedur evaluasi diawali dengan menetapkan siapa yangbertugas untuk melakukan evaluasi apa. Evaluasi yang akan dilakukan harusjelas, apakah merupakan Evaluasi Diagnostik, Evaluasi Formatif, dan EvaluasiSumatif. Berikut ini penjelasan mengenai evaluasi :

PEDOMAN SATUAN PENJAMIN MUTU INTERNALNo. Dok.: PDM.10/SPM.01-POLTEKBANG.SBY/10/2020No. Revisi : 00Tgl. Terbit : 6 Januari 2020Halaman 22 dari 23Evaluasi Diagnostik dilakukan pada saat setiap Standar dalam SPMI (StandarDikti), dengan tujuan untuk mengetahui hambatan dalam penerapan standartersebut. Berdasarkan identifikasi hambatan tersebut, perbaikan dan pemenuhanpelaksanaan setiap Standar dalam SPMI (Standar Dikti) dapat dilakukan, sehinggapenerapan setiap Standar dalam SPMI (Standar Dikti) dapat berlangsung denganbaik.Evaluasi Formatif dilakukan pada saat setiap Standar dalam SPMI (StandarDikti), terutama untuk mengoptimalkan penerapan standar tersebut, sehinggapelaksanaan setiap Standar dalam SPMI (Standar Dikti) sesuai dengan Standardalam SPMI (Standar Dikti) yang telah ditetapkan.Evaluasi Sumatif dilakukan pada saat penerapan setiap Standar dalam SPMI(Standar Dikti) sudah selesai, sehingga capaian dapat diukur dan perbaikan dapatdilakukan untuk siklus berikutnya. Dalam evaluasi sumatif, semua pihak yangterlibat dengan pelaksanaan setiap Standar dalam SPMI (Standar Dikti) tersebutberpartisip

2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi adalah satuan standar yang memuat kriteria minimal sistem pendidikan di Indonesia, terdiri atas: 1) Standar Nasional Pendidikan; 2) Standar Nasional Penelitian; dan 3) Standar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat. b. Standar Dikt