Transcription

KONSEPRUMAH SUSUN DENGAN STRUKTUR HYPAR DI BANTARAN KALI PEPESEBAGAI SOLUSI HUNIAN YANG EKONOMIS BAGI MASYARAKAT LOKALDISUSUN OLEH:DESTA AGENG PERWIRAI0203040JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS SEBELAS MARETSURAKARTA2009

(BAGIAN 1) PENDAHULUANMottoTEMBAKAN YANG 100% MELESET ADALAH TEMBAKAN YANG TAK PERNAH DILEPASKANWayne GretzkyTAHUKAH ENGKAU MENGAPA KITA JATUH? AGAR KITA BELAJAR UNTUK BERDIRIThomas WayneMASA DEPAN ADALAH MILIK MEREKA YANG BISA MELIHAT KEMUNGKINAN KEMUNGKINANSEBELUM SEMUANYA MENJADI JELASTed LevittPELUANG BESAR SELALU DATANG DENGAN RESIKO YANG BESARIwan WahyudiKESUKSESAN ADALAH GURU YANG BURUK. IA MENGAJARKAN KITA UNTUK MERASA PALING HEBATDAN TAK TERKALAHKANBill Gates

DAFTAR ISIDaftar isiiDaftar gambar dan tabeliiiKata PengantarvBAGIAN IBAGIAN IIPENDAHULUANA.PendahuluanI 1B.Latar belakangI 2C.TujuanI 4D.PermasalahanI 4E.Persoalan DesainI 4F.BatasanI 5G.Strategi desainI 6H.Sistematika konsepI 6KAJIAN PUSTAKAA.Rumah SusunII 1B.RuangII 9C.Struktur Bangunan Sebagai Komponen Ekonomis UtamaII 19D.Material Inovatif Sebagai Komponen ArsitekturII 24

E.Wilayah DesainII 26BAB IIIANALISAA.MakroIII 11. Tujuan pemilihan siteIII 12. Analisa Main Entrance dan side entranceIII 23. Analisa Sirkulasi dalam siteIII 34. Analisa Orientasi bangunan dalam siteIII 35. Analisa ZonifikasiIII 5B.MikroIII 61. Besaran ruangIII 62. ModulHypar(berdasarkanpadabesaranruangminimal)III 73. Besaran Ruang Maksimal (Berdasarkan Pada Modul Hypar)III 84. Penataan Modul HyparIII 95. Perbandingan biayaIII 11

BAB IVKONSEPMakroIV 1A. Main entrance dan side entranceIV 1B. Sirkulasi kawasanIV 2C. Penataan massaIV 3D. Lanskap dan vegetasiIV 5MikroA. Konsep StrukturIV 6B. Konsep Ruang rumah susunIV 10C. Sirkulasi dalam bangunanIV 12D. Zoning dalam bangunanIV 14E. Konsep materialIV 15F. Konsep UtilitasIV 17LampiranDaftar Pustaka

A. PENDAHULUANHunian yang layak merupakan sesuatu yang wajib didapatkan setiap individu. Disanalahtempat mereka pulang, untuk kembali menjadi manusia produktif setelahnya. Seiring berkembangnyapemikiran manusia, hunian bukan hanya menjadi sebuah tempat berlindung,namun lebih jauhmenjadi sebuah gaya hidup bagi beberapa kalangan. Akan tetapi, ada pula fenomena bahwa hunian,bahkan yang layak pun merupakan sesuatu yang tak terjangkau bagi beberapa golongan.Dewasa ini pembangunan wadah kegiatan masyarakat pada umumnya mengalami kemajuanyang pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya sarana dan prasarana baru yang lahir sepertipusat perbelanjaan dan lifestyle center. Namun disini bisa kita lihat, penikmat sarana prasarana tadiadalah golongan tertentu yang gaya hidup dan kegiatan mereka berhubungan dengan itu.Bagaimana dengan masyarakat golongan bawah? Mereka yang hidup di tanah bantaran sungai ataurel kereta api tidak akan bisa secara langsung menikmati gemerlapnya grand mall atau citywalk.Pembangunan yang mereka butuhkan adalah pembangunan dasar, yaitu hunian. Tempattinggal yang layak bagi mereka adalah sebuah kepentingan yang sebenarnya mendesak untukdipenuhi. Pembangunan perumahan sediri tidak bisa dikatakan berhenti. Dalam kenyataannya,pembangunan hunian atau sarana masyarakat bawah telah berjalan. Hanya saja pembangunan inimenjadi tidak tepat sasaran karena beberapa hal, antara lain pemakainya bukanlah golongan yangdituju, atau sistem pelaksanaan yang buruk sehingga hasil yang muncul tidak seperti yangdiharapkan, atau bisa juga karena perencanaan yang kurang matang yang membuat proses maupunhasil pembangunan tak maksimal. Secara keseluruhan, pembangunan untuk golongan bawahterutama hunian masih perlu dikaji kembali.Solusi yang dapat ditawarkan dalam konsep ini adalah rumah susun. Hal ini dapatdirumuskan dari fakta – fakta sebagai berikut: [1] Program pemerintah untuk masyarakat golonganbawah dalam hal penyediaan hunian adalah rumah susun, dengan program terbarunya, 1000 tower.[2] Rumah susun adalah objek hunian yang sesuai dengan ekonomi masyarakat golongan bawah,melihat dari sistem kepemilikan dan nilai bangunannya.B. LATAR BELAKANGKali Pepe merupakan sebuah sungai di kota Solo, yang merupakan anak sungai BengawanSolo. Kali Pepe merupakan elemen drainase kota Solo. Namun dalam perkembangannya, bantaranKali Pepe menjadi tempat tinggal masyarakat di sekitarnya. Perkampungan liar menjamur di sana.Rumah tidak layak huni(RTLH) menjadi komponen utama wilayah ini.

Gb. 1. Kali Pepe(sumber: dokumen pribadi)Relokasi bisa menjadi salah satu solusi bagi masyarakat di sana. Namun perlu jugadipertimbangkan faktor sosial masyarakatnya. Ada harga yang harus dibayar oleh masyarakat jikaharus meninggalkan atau pindah ke tempat yang baru. Bisa saja dengan pindah ke tempat yangbaru, akses ke tempat kerja menjadi lebih sulit. Atau akses ke fasilitas umum seperti rumah sakit,sekolah, kantor pemerintahan, menjadi berbeda. Selain faktor teknis itu, ada pula faktor non teknisyaitu kecintaan individu terhadap tempat. Bertahun tahun mereka menempati wilayah tersebut danberjuta pula kenangan yang mereka buat. Kemudian ada pula faktor pola pikir sebagian masyarakatyang masih enggan beradaptasi dengan daerah serta lingkungan baru.Yang lebih penting, faktor ekonomi masyarakat bantaran Kali Pepe pada umumnya, dimanamereka termasuk golongan bawah. Melihat kondisi tempat mereka sekarang, dan keadaan ekonomimereka saat ini, diperlukan solusi yang tepat yang mencakup dua hal yaituGb. 2. Kali Pepe(sumber: dokumen pribadi)[1]; sosial masyarakat yang ada harus diwadahi, dalam artian lingkungan binaan yang adabukan dihilangkan, atau dipisah pisah, atau dipindah, untuk memenuhi kebersamaan sosial,histori sosial serta kesamaan pola pikir dan budaya mikro yang ada disana. Jikalau adaperubahan, itupun masih dalam jangkauan kemampuan adaptasi masyarakat lokal. Keadaanekonomi masyarakat juga harus menjadi faktor yang diutamakan. Solusi nanti harusmenyesuaikan dengan ekonomi masyarakat lokal di sana.[2]; selain solutif bagi masyarakat, solusi juga harus dapat memecahkan permasalahanwilayah. Bukan hanya memperbaiki kualitas masyarakat, namun juga meningkatkan kualitaswilayah. Bantaran Kali Pepe yang rawan longsor, rawan banjir, kumuh, semestinya bisateratasi dengan solusi ini.Harga bangunan merupakan faktor utama penyediaan hunian bagi golongan bawah. Denganharga tinggi, mustahil bangunan dijangkau oleh mereka. Jangankan dijangkau, kemungkinandibangun pun kecil. Salah satu aspek yang menentukan nilai ekonomi bangunan adalah strukturnya.

Jika biaya pembangunan(struktur) dapat ditekan hingga lebih murah daripada struktur konvensionalyang banyak dipakai, maka solusi ini dapat dipilih.Salah satu struktur inovatif yang dapat dipakai, dan dipilih dalam perancangan adalahstruktur hypar. Mengapa struktur ini? Sebagai gambaran, struktur ini lebih sedikit menggunakanmaterial jika dibandingkan dengan struktur plat biasa, karena hanya menggunakan satu lapisrangkaian besi baja, dan hanya membutuhkan beton setebal 8 cm untuk menumpu beban yangsetara dipikul oleh plat bertulangan baja ganda setebal 18 cm.Gb. 3. Struktur hypar(sumber: pacific engineeringearthquake research)Hal lain yang juga berperan dalam menentukan biaya pembangunan adalah materialarsitektur/ bangunan seperti dinding, kusen-kusen, partisi, kaca, dan material bangunan lain. Materialarsitektur bangunan nanti adalah material recycle dan dengan maksimalisasi potensi lokal. Materialbekas bangunan lama yang masih dapat dipakai akan dipakai kembali dengan penyesuain tertentu.Sedangkan material inovatif yang murah akan dipakai sebagai pendukungnya. Untuk material dasaryang sering dipakai secara umum dan mungkin tak dapat diganti material yang lain, akan diambil darisekitar lokasi pembangunan, dengan pertimbangan pemanfaatan potensi lokal.Gb. 5. Eco fae brick, bata dengancampuran kotoran hewan(sumber:ecofaebrick.com)Gb. 4. BambuplesterYangtak kalah penting(sumber: [email protected])dalam kaitannya terhadap biaya pengadaan bangunan, adalahbiaya tenaga/ sumber daya manusia. Dewasa ini biaya tukang meningkat secara signifikan. Biayatukang ini hampir mencapai separuh dari biaya total pembangunan. Hal ini dapat diatasi dengansistem pembangunan partisipatif, dimana penduduk lokal dilibatkan dalam pembangunan. Denganbegini, biaya tenaga dapat direduksi.C. TUJUANTujuan utama perancangan adalah menyediakan hunian yang layak bagi golongan ekonomilemah di bantaran Kali Pepe. Kali Pepe sendiri merupakan daerah rawan longsor akibat adanyapemukiman liar. Karenanya, dibutuhkan solusi yang efisien dan ekonomis untuk mengatasinya.Dalam peranannya nanti, hunian juga dapat memperbaiki struktur dan peran induknya, yaitu wilayahbantaran Kali Pepe. Selain itu juga dapat meningkatkan kualitas wajah kota.D. PERMASALAHAN

Permasalahan yang harus dipecahkan adalah, menyediakan hunian yang lebih ekonomis,agar dapat dijangkau oleh masyarakat lokal serta mampu menjadi solusi bagi keberlanjutanmasyarakat Kali Pepe. Nilai ekonomi dapat diperbandingkan dengan bangunan dengan strukturkonvensional (dalam kasus ini struktur frame).E. PERSOALAN DESAIN1. Permasalahan struktur hypar:a) Penataan modul hypar sehingga dapat mencapai efisiensi biaya yang maksimal.b) Sifat sifat hypar yang khusus dan berbeda dengan struktur frame yang banyakdipakai, sehingga menyebabkan perbedaan pula dalam hal yang berhubungandengan elemen elemen bangunan.2. Pemasangan elemen arsitektur antara lain dinding, jendela, tangga dan elemen lainsehubungan dengan bentuk struktur hypar yang tidak datar dan sistem pembebananyang tidak merata.3. Elemen arsitektur yang menggunakan material recycle dan inovatif perlu mendapatpenekanan khusus bahwa mereka harus memiliki peran memperbaiki tampilan arsitekturserta lebih murah daripada elemen arsitektur konvensional.F. BATASANPerancangan dikaitkan dengan mikro kawasan yaitu daerah bantaran Kali Pepe, khususnyakampung Kalirahman dan sekitarnya. Fokus bahasan adalah pada sistem struktur hypar sebagaikomponen utama, serta komponen lain sebagai komponen tambahan.1. Batasan makro:Fokus utama pembangunan adalah penyediaan hunian yang lebih layak dari hunian eksisting,namun tetap lebih ekonomis daripada penyediaan bangunan dengan sistem strukturkonvensional.2. Batasan struktur hypar:oKonfigurasi hypar sebagai plat lantai menggunakan hasil penelitian Bp. Amin S, ST,MT, dimana dalam penelitian digunakan perata beban yang berupa pasir. Hal diluarkoridor tersebut tidak dibahas.oDikarenakan perata beban telah mengubah konfigurasi pembebanan shell hyparmenjadi pembebanan merata, plat lantai sudah merupakan plat yang menahanbeban merata, bukan lagi beban terpusat.

oElemen utilitas merupakan satu batasan mutlak, yaitu ekspos, dikarenakan sistemhypar yang tak boleh ada rongga didalamnya.oElemen tangga yang menumpu pada plat hypar merupakan elemen struktur yangterpisah dengan bagian unit huni.3. Batasan elemen arsitektur:Dinding, kusen dan material lain sehubungan dengan arsitektural bangunan menggunakanmaterial recycle dan reuse yang berupa sisa bangunan lama sebagai elemen utama. Jadimaterial bangunan yang harus membeli hanya merupakan elemen tambahan.4. Batasan ekonomis:Karena pembangunan nanti bersifat partisipatif, maka biaya tukang akan teredam. Walausecara teori biaya ilmu pengetahuan khusus/biaya ahli hypar lebih tinggi, namun biayakeseluruhan diasumsikan sama atau lebih rendah.G. STRATEGI DESAIN[1] Site eksisting adalah pemukiman kumuh dengan komposisi RTLH dan beberapa lahan kosong.Proses pembangunan akan dimulai dari lahan yang kosong dahulu agar tidak terjadi penggusuran.Jika sudah terbangun sebagian, penduduk lama dipindahkan dan rumah yang ditinggalkandibongkar, untuk lahan bangunan selanjutnya.[2] Aplikasi struktur hypar pada bangunan, antara lain adalah pondasi, plat lantai serta atap. Dalambangunan rusun ini, yang akan digunakan sebagai sistem struktur adalah hypar payung terbalik(inverted umbrella). Struktur hypar ini dianggap lebih sedikit menggunakan material jika dibandingkandengan struktur konvensional yang saat ini banyak dipakai di indonesia (struktur frame).[3] Material recycle dan reuse. Dalam jalannya proses pembangunan nanti, rumah susun ini akanmeninggalkan bekas/ sampah pembangunan baik dari proses pembangunan maupun sisa sisabangunan lama. Material ini akan digunakan dalam bangunan baik secara langsung maupunmelewati proses. Hal ini akan memberi keuntungan antara lain meminimalisasi sampahpembangunan serta efisiensi pengadaan material, yang berujung pada efisiensi biaya. Penggunaanmaterial baru (Material inovatif) yang lebih murah namun memiliki spesifikasi dan kekuatan sertadapat memenuhi fungsi yang sama akan meningkatkan efisiensi biaya. Karenanya, hal ini akanditerapkan dalam desain.

[4] pembangunan dilakukan secara partisipatif,melibatkan masyarakat lokal untuk menekan biayatenaga/ biaya tukangH. [SISTEMATIKA KONSEP]i.Pendahuluanii.Kajian Pustakaiii.iv. rumah susun hypar material recycle dan reuse serta inovatif data kawasan desainAnalisa: analisa kawasan Kali Pepe analisa kebutuhan ruang rumah susun analisa data untuk proses penerapan hypar pada bangunan rusun analisa hypar berhubungan dengan pola ruangKonsep konsep kawasanME/SESirkulasiPenataan massaVegetasi dan lanskap konsep penerapan hypar pada bangunan rusun konsep hypar berhubungan dengan pola ruang konsep ruang rumah susun konsep penerapan material recycle dan reuse serta inovatif pada bangunan konsep utilitas ekspos sebagai reaksi atas perilaku hypar

(BAGIAN 2) KAJIAN PUSTAKATernyata dalam kemurahan juga terdapat potensi eksplorasi yang sebetulnya tidak terbatas untuk menciptakan keindahan dankemewahan yang bermakna.( yu sing, http://www.coroflot.com/yusing)A. RUMAH SUSUNRumah Susun adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkunganyang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional dalam arah horisontalmaupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakansecara terpisah terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama, bendabersama dan tanah bersama. (UU No. 16/1985 Tentang Rumah Susun, bab 1 pasal 1)Sedangkan yang dimaksud dengan satuan rumah susun, bagian bersama, benda bersamadan tanah bersama adalah sebagai berikut :a. Satuan rumah susun adalah rumah susun yang tujuan peruntukan utamanya digunakansecara terpisah sebagai tempat hunian, yang memiliki sarana penghubungke jalanumum.b. Benda bersama adalah bagian rumah susun yang dimiliki secara tidak terpisah untukpemakaian bersama dalam kesatuan fungsi dengan satuan-satuan rumah susun.c.Benda bersama adalah benda yang bukan merupakan bagian rumah susun tetapi yangdimilki bersama secara tidak terpisah untuk pemakaian bersama.d. Tanah bersama adalah sebidang tanah yang digunakan atas dasar hak bersama secaratidak terpisah yang diatasnya berdiri rumah susun dan ditetapkan batasnya dalampersyaratan ijin bersama.Jadi, rumah susun merupakan suatu pengertian yuridis arti bangunan gedung bertingkatyang senantiasa mengandung sistem kepemilikan perseorangan dan hak bersama, yangpenggunanya bersifat hunian atau bukan hunian,sacara mandiri maupun terpadu sebagai satukesatuan system pembangunan. Dengan demikian berarti tidak semua bangunan gedung bertingkatitu dapat dsebut sebagai rumah susun, tetapi rumah susun itu sendiri adalah selalu bangunan yangbertingkat. (Fenomena Rumah Susun Sederhana, Majalah Konstruksi. Juli 1998)Kategori Rumah SusunBangunan rumah susun dapat dikategorikan dalam beberapa kelompok :1. Berdasarkan Ketinggian Bangunana. Rumah susun low rise, dengan ketinggian maksimal 4 lantaib. Rumah susun medium rise, dengan ketinggiam 5-8 lantaic.Rumah susun high rise, dengan ketinggian 9 lantai2. Berdasarkan Sistem Pelayanan Sirkulasi

a. Inner Corridor Type (Koridor Tengah)b. Single Corridor Type (Koridor Satu Sisi)c.Double Corridor Typed. Cout Corrior Type (Koridor Terpusat)e. Twin Corridor Type (Koridor Kembar)f.Stair CaseType (Koridor Tangga)3. Berdasarkan Status Kepemilikana. Rumah susun untuk dimiliki :1. Ada kecenderungan daya tarik bagi pembeli karena keuntungan denganmembeli unit hunian pada kompleks rumah susun menjadikannya dekat denganpusat kota.2. Ada rasa memiliki terhadap rumah susun sehingga penghuni akan merasabertanggungjawab terhadap keberadaan rumah susun.3. Salah satu kelemahan kategori ini hádala kesulitan bagi penghuni untuk biayaperbaikan dan perawatan, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah.4. Bagi Developer, rumah susun dengan hak milik lebih membantu dalampengembalian modal dan tidak perlu memikirkan sistem pengelolaan rumahsusun.b. Rumah susun sewa :1. Bagi keluarga baru/ masyarakat tidak mampu untuk membeli rumah susun,rusunawa ini memberi kemudahan dapat tinggal dan menempati unit huniansecara sewa.2. Cocok bagi orang-orang yang sering berpindah tempat kerja, dan tinggal padastatu daerah tidak terlalu lama.3. Bagi Developer, pengembalian modal butuh waktu lama serta membutuhkanbiaya maintenance yang besar.1) Struktur, Komponen dan Bahan BangunanRumah susun harus menggunakan struktur, komponen dan bahan bangunan denganmemperhatikan prinsip-prinsip koordinasi modular danmemenuhi persyaratan konstruksi danmemperhitungkan kekuatan dan ketahanannya.Tabel II.1Persyaratan Ruang Pada Rumah SusunKRITERIAStrukturPERSYARATANMerupakan satu kesatuan sistem konstruksibangunan atas maupun bawah dan tidak boleh

diubah, keawetan struktur min 50 tahun.KomponenKomponen dan bahan bangunan bukan struktur tetapiBahan bangunanharus memiliki keawetan min 20 tahun.Sumber : Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 60/PRT/1992 tentang Persyaratan TeknisPembangunan Rumah Susun.2) Kelengkapan Rumah SusunRumah susun harus dilengkapi dengan alat transportasi bangunan, pintu dan tanggadarurat kebakaran, alat dan sistem kebakaran, alat pemadam kebakaran, penangkal petir, jaringanair bersih, saluran pembuangan air kotor dan limbah, tempat pembuangan sampah, tempat jemuran,kelengkapan pemeliharaan bangunan, jaringan dan instalasi listrik, jaringan komunikasi dansebagainya.Tabel II.2Persyaratan Ruang Pada Rumah SusunKRITERIA KELENGKAPANAlat transportasi bangunanPERSYARATANTangga disediakan untuk bangunan maks. 5 lantai, lebartangga min. 120 cm, lebar bordes min. 120 cm, lebarinjakan min. 22,5 cm, railing tangga 110 cm.AlatdansistembahayakebakaranBerupa detector kebakaran yang dapat memberikanisyarat sehingga dapat menjangkau semua bagianruangan rumah susun dan diletakkan mulai dari lantaisatu.Alat pemadam kebakaranBerupa hidran gedung, pemadam api ringan dan hidranhalaman yang dipasang mulai dari lantai satu.Penangkal petirUntuk rumah susun kurang dari 5 lantai penangkal petirberupa penangkal konvensional (non-radioaktif), yangterdiri dari kabel penghantar dan logam pembumian.Jaringan air bersihAir bersih diperoleh dari jaringan kota yang terlebihdahulu ditampung dalam tangki bawah/tangki n dan didistribusikan ke tiap lantai.SaluranpembuanganairhujanBerupa talang datar dan talang tegak yang dihubungkandengan saluran terbuka atau tertutup menuju kepenangkapairatauperesapansetempat. Salurantersebut dilengkapi pipa udara dan bak kontrol.SaluranpembuanganairAir linbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, dan

limbahtempat cuci dialirkan melalui saluran tertutup ke saluranlingkungan atau tempat pengolahan limbah. Sedangkanair limbah yang berasal dari kakus diteruskan keseptictank dengan dilengkapi pipa udara, bak kontrol danbidang resapan.Pembuangan sampahPembuangan sampah harus terkoordinasi dengan an diameter terkecil 0,5 m yang dilengkapi denganlubang masuk dan ruang pengumpul sampah.Tempat jemuranMemenuhi persyaratan keamanan, kebersihan, tidakmengganggu pandangan serta dapat memberi ruang bagialiran udara dan sinar matahari yang cukup.Jaringan listrikSetiap satuan rumah susun mendapat pelayanan listrikdengan kelengkapan 1 unit meter listrik, dan sambungankabel seperlunya.Jaringan teleponApabila ada yang menggunakan sambungan teleponpemasangannya ditempatkan sedemikian rupa sehinggatidak mengganggu keamanan dan keselamatan penghunilainnya.Sumber : Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 60/PRT/1992 tentang Persyaratan TeknisPembangunan Rumah Susun.3) Kepadatan dan Tata Letak BangunanKepadatan bangunan harus memperhitungkan Koefisien Dasar Bangunan (KDB),Koefisien Lantai bangunan (KLB), ketinggian dan kedalaman bangunan serta penggunaan tanahuntuk mencapai optimalisasi daya guna dan daya guna lahan. Penggunaan tanah harusmemperhatikan ketentuan sebagai berikut :a. Luas tanah bangunan rusun maksimal 50% dari luas tanah bersama.b. Luas tanah prasarana lingkungan minimal 20% dari luas tanah bersama.c. Luas tanah fasilitas lingkungan minimal 30% dari luas tanah bersama.Tata letak bangunan rumah susun harus memperhatikan jarak antara bangunan,bataskepemilikan tanah serta kemudahan pencapaian dan pengelolaan, guna mencapai keamanan,keselamatan dan kenyamanan penghuni dan lingkungannya, yaitu :a. Jarak bangunan harus memenuhi persyaratan terhadap bahaya kebakaran,pencahayaan dan pertukaran udara.b. Kemudahan pencapaian dan pengelompokan hunian dan orientasi pencapaian.Tabel II.3Koefisien Dasar Bangunan dan Koefisien Lantai Bangunan

KDBKLB(%)Jumlah LantaiJumlah 429-10197214%1,43610-11199513%1,4511-122014Sumber : Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 60/PRT/1992 tentang PersyaratanTeknis Pembangunan Rumah Susun.4) Satuan Rumah Susun2a. Memiliki ukuran standart minimal 18 m , lebar bagian muka minimal 3 m.b. Dapat terdiri dari ruang utama dan ruang lain di dalam dan/atau di luar ruang utama.Ruang utam berfungsi sebagai ruang tidur pada rumah untuk unit hunian danruangutama sebagai ruang kerja pada susun untuk unit buka hunian, sementararuang lain berfungsi sebagai ruang penunjang untuk kamar mandi, kakus, dan dapur.c.Harus dilengkapi dengan pencahayaan dan penghawaan alami dan buatan yangcukup, sistem evakuasi penghuni yang menjamin kelancaran dan kemudahan,sistem penyediaan daya listrik yang memadai dan sistem penyediaan air secaraotomatis.d. Batas pemilikan satuan rumah susun berupa ruang tertutup dan/atau sebagianterbuka dan/atau ruang terbuka.Tabel II.4Satuan Hunian Dalam Rumah SusunSATUAN HUNIANPERSYRATANRuang utamaDiperuntukan sebagai ruang tamu dan ruangtidur.Kamar mandiBerada di luar satuan rumah susun, untuk 1 unitkamar mandi harus dapat melayani minimal 2satuan rumah susun.dapurDapat berada di luar satuan rumah susun, berupatempat untuk memasak dan dapat melayani 1 unitrumah susun.Sumber : Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 60/PRT/1992 tentang PersyaratanTeknis Pembangunan Rumah Susun.

5) Prasarana LingkunganPrasarana lingkungan berupa jalan setapak, jalan kendaraan sebagai penghubunganantar bangunan rumah susun atau keluar lingkungan rumah susun, tempat parkir dan/atau tempatpenyimpanan barang.Tabel II.5Kriteria Prasarana Lingkungan Rumah SusunKRITERIAPERSYARATANJalan setapakBadan jalan 2 m dengan lebar perkerasan jalan 1,5 mdan lebar bahu jalan 0,25 m, saluran tei jalan dibuatpada 1 atau 2 sisi jalan.Jalankendaraandengankecepatan 10-20 km/jamBadan jalan 3,5 m dengan lebar perkerasan jalan 3 mdan lebar bahu jalan 0,25 m, saluran tepi jalan dibuatpada 1 atau 2 sisi jalan, trotoar 0,9 n dikedua sisi jalan.Tempat parkirJarak tempatparkir dari pintu bangunan rumah susun 300m, fasilitas parkir menjamin keamanan bagi pejalankaki terhadap pengendara.Sumber : Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 60/PRT/1992 tentang PersyaratanTeknis Pembangunan Rumah Susun.6) Utilitas Umum LingkunganLingkungan rumah susun harus dilengkapi dengan utilitas umumynag terdiri dari jaringanair bersih, saluran pembuangan air hujan, saluran pembuangan air limbah, jaringan tempatpembuangan sampah, jaringan pemadam kebakaran, jaringa listrik, jaringan telepon dan alatkomunikasi lainnya.Tabel II.6Persyaratan Utilitas Umum Pada Rumah SusunUTILITAS UMUMJaringan air bersihPERSYARATANa.Penyediaan tangki air, pompa hisapdan tekanb.Melayani sambungan halaman dengankapasitas 90 lt/org/haric.Dilengkapi dengan kran-kran air atauhidran kebakaran dengan jarakpenempatan yang dapat menjangkauseluruh lingkungan rumah susun baikvertikal maupun horizontal.Saluran air hujana.Saluran air hujan dilengkapi dengan

bak kontrolb.Dihubungkan daengan riol kotac.Dilengkapi dengan pompa hisap yanglebih rendah dari riol kota.Saluran air limbaha.Salurandenganlimbahcairdihubungkansaluran kota menuju tempatpengolahan limbah.b.Pembuangan sampahSeptictank untuk limbah cair padat.Bahan bak sampah dibuat dari bahan yang kedapair, kedap bau dan tidak mudah berkarat.Jaringan listrikDilengkapi dengan gardu listrik, tiang listrik dansebagainya.Jarngan teleponDipasang padatempat-tempat tertentu yangmemudahkan penyambungan ke unit-unit hunianmudah dalan perbaikan dan serta perawatan.Sumber : Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 60/PRT/1992 tentang PersyaratanTeknis Pembangunan Rumah Susun.7) Fasilitas LingkunganFasilitas lingkungan pada rumah susun dapat berupa ruangan dan/atau bangunan,antara lain fasilitas perniagaan atau perbelanjaan,lapangan terbuka, fasilitas pendidikan, kesehatan,peribadatan, pemerintahan dan pelayanan umum serta pemakaman dan pertamanan. Tetapi itusemua tidak harus dipenuhi karena tergantung dari tingkat kebutuhan penduduknya.Tabel II.7Persyaratan Fasilitas umlah penduduk 250 minimal disediakanwarung dan pelataran kaki lima yang menjualperbelanjaankebutuhan sehari-hari dan sembako.b.Jumlah penduduk 250-1000 minimal disediakanpertokoan yang menjual kebutuhan sehari-harilebih lengkap.c.Jumlah penduduk 1000 minimal disediakanpusat perbelanjaan (pasar swalayan), bengkelbengkel reparasi dan usaha jasa yang lainnya.Lapangan terbukaDapat berupa taman sebagai penghijauan, tempat bermainanak, lapangan olahraga dengan luas tanah min 20% dari

luas tanah lingkungan rumah susun.Fasilitas pendidikana.Jumlah penduduk 1000 minimal disediakanfasilitas pra sekolah atau l6000-9000minimaldisediakan SDc.Jumlahpendudukdisediakan SLTP.d.Jumlahpendudukdisediakan SLTA.e.Atau disesuaikan dengan jumlah jiwa yangsesuai dengan tingkat pendidikan dan melihatdaya tampung fasilitas disekitarnya yang sesuaidengan fasilitas pendidikan untuk permukiaman.Fasilitas kesehatanSesuai dengan peraturan pengadaan fasilitas kesehatanpada permukiman pada umumnya.Fasilitas pemerintahan danSesuai dengan peraturan pengadaan fasilitas pemerintahpelayanan umum lainnya.pada permukiman pada umumnya.Fasilitas atanmingguan dan untuk kegiatan yang sifatnya tertentu dapatmenggunakan fasilitas ruang seba guna.Sumber : Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 60/PRT/1992 tentang PersyaratanTeknis Pembangunan Rumah Susun.Fasilitas lingkungan ini sebesar-besarnya dengan luas lantai 30% dari jumlah luas lantaibangunan rumah susun dan tidak lebih dari 3 lantai. Fasilitas lingkungan rumah susun juga dapatdilayani oleh fasilitas lain yang berada diluar lingkungan rumah susun dengan ketentuan yangberlaku.B. RUANG1) KEBUTUHAN UDARA MANUSIAManusia menghisap oksigen dari udara dan mengeluarkan karbondioksida bersamauap air. Masing masing manusia berbeda terganntung dari jumlah berat, makanan yangdikonsumsi serta lingkungan. Dihitung rata rata tiap manusia memerlukan 0,020 m3/jam zatasam dan 40 g/jam uap air. Udara dalam rumah sedapat mungkin tidak mengandung zat asammelebihi 1 permil. Hal ini menuntut suatu ruang udara sebesar 32 m3 untuk orang dewasa dan15 m3 untuk anak anak, dengan pertukaran udara yang normal. Namun keadaan pertukaranudara alamiah dengan jendela tertutup dan bangunan yang terletak bebas biasanya 1,5 sampai 2kali lipat, maka volume ruang udara sebesar 16 – 24 m3 untuk orang dewasa dan 8-12 m3 untukanak anak. (data arsitek jilid 1, ernst neuvert)21 keadaan panas rata rata23 % kelembaban udara relatif rata rata21 keadaan panas rata rata20 % kelembaban udara relatif rata rata7.4 keadaan panas rata rata81 % kelembaban udara relatif rata rata

40 g/ jam uap air 0,03 m3/jam O2 0,015 m3/jam O2 0,0167 m3/jam CO2 0,043 m3/jam CO258 g/ jam uap air32 g/ jam uap air 0,015 m3/jam CO2 0,02 m3/jam O2Gb. 1.Kebutuhan udaramanusia(sumber: dok pribadi)2) KEBUTUHAN RUANGSebagai tempat tinggal, rumah susun harus dapat mengakomodasi kegiatan penghuni,sesuai dengan fungsinya, yaitu tinggal. Kegiatan utama yang umum dilakukan manusia dalamrusun antara lain:1. Tidur2. Berkumpul bersama keluarga3. Proses metabolisme (mencerna makanan sampai proses pembuangan)4. Kegiatan rumah tangga (memasak, mencuci, mandi)5. Bersosialisasi dengan lingkunganDari kegiatan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan ruang untuk mengakomodasinyaantara lain:nokegiatanruang1tidurKamar tidur/tempat tidur2berkumpulRuang keluarga/ruang serbaguna3makanRuang makan, ruang serbaguna,dapur4memasakDapur5Mencuci, mandiKamar mandi/ WC6Sosialisasi dengan lingkunganOpen space3) BESARAN RUANGDari kebutuhan ruang yang terpapar diatas, dapat ditentukan besar modul unit hunimasing masing kepala keluarga. Besaran ruang nanti masih ditambah dengan ruang untuksirkulasi. Besaran ruang yang ada hendaknya mempertimbangkan ukuran manusia yang akanmenempatinya, karena kenyamanan tinggal juga ditentukan oleh faktor perbandingan ukuranruang dengan manusianya sendiri. Berikut data ukuran manusia serta besaran ruang yang dapatmewadahinya, (data arsitek jilid 1, ernst neuvert)

Gb. 2.Manusia(sumber: data arsitek)Gb. 3Manusia(sumber: data arsitek)Gb. 4.Manusia dan ukuran(sumber: data arsitek)1. Kamar tidurLuas ruang kamar tidur dapat mengambil ukuran dasar terkecil, yaitu tempat tidur.Karena privasi merupakan elemen budaya dan kebiasaan yang umum dalam masyarakat lokal,maka ruang tidur ditutup/ menjadi ruang tertutup yang berdiri sendiri. Ukuran minimal ranjanguntuk dewasa adalah 80 x 180 dan untuk anak anak sebesar 70 x 140.

Gb

[2] Aplikasi struktur hypar pada bangunan, antara lain adalah pondasi, plat lantai serta atap. Dalam bangunan rusun ini, yang akan digunakan sebagai sistem struktur adalah hypar payung terbalik (inverted umbrella). Struktur hypar ini dian